SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendesain pola kerja berbasis target dan terukur bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Kebijakan itu diterapkan untuk memastikan setiap program pemerintah memiliki multi efek player langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Sebanyak 35 OPD didesak untuk menyusun rencana kerja tahunan yang dievaluasi secara berkala setiap pertengahan bulan.
Seluruh aktivitas OPD diselaraskan dengan 26 indikator kinerja yang menjadi tolok ukur keberhasilan program Pemerintah Kota Sukabumi.
Pengukuran kinerja dilakukan melalui penerapan key performance index (KPI). Fokus utama evaluasi diarahkan pada efektivitas program dan kontribusinya terhadap PAD.
“Target PAD kita tingkatkan dari Rp535 miliar menjadi Rp650 miliar,” ujar Ayep Zaki, Senin (26/1/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi membentuk tim optimalisasi pajak yang melibatkan 12 OPD.
Tim ini bertugas memperkuat pengawasan, pendataan, dan peningkatan kepatuhan pajak daerah.
Koordinasi dilakukan oleh sekretaris dinas di masing-masing OPD, serta diperkuat dengan tim monitoring dan evaluasi yang melakukan penilaian kinerja setiap tiga bulan.
Pemkot Sukabumi juga menekankan transparansi pajak. Wajib pajak akan mendapatkan akses informasi terkait perkembangan setoran pajak mereka secara berkala.
“Progres sudah berjalan dan hasil awalnya akan terlihat pada triwulan pertama,” katanya.
Selain fokus pada peningkatan PAD, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan agenda promosi daerah ke tingkat internasional.
Sekitar 20 duta besar negara sahabat direncanakan berkunjung ke Kota Sukabumi untuk melihat langsung potensi daerah.
“Kita ingin Sukabumi semakin dikenal dan diminati wisatawan mancanegara,” tutupnya. (Usep)