SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sepekan setelah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack IMI Jawa Barat 2026 putaran pertama digelar pada 19-20 September, jajaran panitia bersama pengelola sirkuit kembali menyambangi warga di sekitar arena balap.
Kali ini, kedatangan mereka bukan untuk urusan balapan. Panitia membawa bantuan berupa paket sembako dan uang tunai yang diberikan kepada warga lanjut usia (lansia) jompo serta anak yatim di Kampung Cijemlong RT 003/RW 010, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/9/2026).

Sebanyak 60 warga menerima bantuan tersebut. Penyerahan dilakukan secara langsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban oleh jajaran panitia, di antaranya Ketua Panitia Kejurda Grasstrack 2026 Aiptu Deny Ferdianto dan Owner CPRT H. Deni Saputra, S.H., bersama tim.
Bagi panitia, kegiatan sosial tersebut bukan sekadar agenda tambahan setelah perlombaan. Bakti sosial menjadi bagian dari upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Ketua Panitia Kejurda Grasstrack 2026, Aiptu Deny Ferdianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kepedulian sosial yang diupayakan setiap kali pihaknya menggelar event grasstrack maupun motocross.

“Acara hari ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan Kejurda Grasstrack IMI Jawa Barat 2026 putaran pertama yang dilaksanakan 19-20 September kemarin,” ujar Deny.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut sebenarnya direncanakan dilaksanakan sebelum acara penutupan Kejurda. Namun, karena rangkaian kegiatan inti baru selesai menjelang magrib, pelaksanaan bakti sosial akhirnya ditunda selama satu pekan.
Deny berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dalam setiap penyelenggaraan event otomotif yang digelar di kawasan tersebut.
“Kami upayakan setiap kali menggelar event yang berkaitan dengan grasstrack atau motocross, mudah-mudahan bisa dibarengi dengan kegiatan bakti sosial seperti ini. Mudah-mudahan konsisten, bukan hanya sekarang saja,” tuturnya.
Menurut Deny, bantuan tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk pengganti atas berbagai ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Lebih dari itu, kegiatan sosial tersebut menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara penyelenggara dengan warga sekitar.
“Kami sadar selama kegiatan berlangsung mungkin ada masyarakat yang merasa terganggu karena bisingnya suara motor ataupun debu yang berterbangan di sekitar lingkungan rumah. Mungkin apa yang kami berikan tidak akan mengurangi beban mereka dalam membersihkan rumah ataupun kebisingan yang diterima,” ungkapnya.
“Tapi setidaknya kami memiliki satu niatan positif, ingin ada silaturahmi dengan warga tersebut,” sambung Deny.
Dalam kesempatan tersebut, Deny juga memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online yang mengaitkan kegiatan hiburan musik setelah pelaksanaan Kejurda dengan rangkaian acara grasstrack.
Ia menegaskan, kegiatan hiburan musik tersebut bukan bagian dari agenda resmi Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2026.
“Acara band itu bukan merupakan rangkaian acara Kejurda Grasstrack. Acara itu murni dari pihak pengelola sirkuit bersama pemuda di sekitarnya yang berinisiatif menggelar acara. Jadi acara itu di luar rangkaian Kejurda Grasstrack dan tidak ada sangkut pautnya dengan gelaran Kejurda,” pungkasnya. (Dicky)