Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Personel Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta warga bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU, Kamis (27/8/2026).
Penanganan tersebut dilakukan setelah pemantauan melalui aplikasi Sipongi mendeteksi tiga titik panas (hotspot) di wilayah Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Ketiga titik tersebut terpantau satelit SNPP-NASA dengan tingkat kepercayaan (confidence level) kategori medium.
Berdasarkan data pemantauan, titik panas pertama terakuisisi sekitar pukul 13.00 Wita, disusul titik kedua pukul 13.12 Wita dan titik ketiga sekitar pukul 13.21 Wita. Seluruh titik berada di wilayah Desa Pinangkara.
Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polres HSU bersama unsur TNI dan tim terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan (ground check), sekaligus berkoordinasi dengan BPBD, aparatur desa, serta masyarakat setempat.
Di lokasi, tim gabungan menemukan area yang terbakar berupa lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, bondong, dan purun. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare.
Kondisi lahan yang merupakan kawasan APL (Areal Penggunaan Lain) turut menjadi perhatian dalam proses penanganan. Pemadaman dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, termasuk Alkon milik BPBD, karena sumber air di sekitar lokasi relatif terbatas.
Kapolres HSU bersama jajaran dan unsur terkait juga memantau langsung proses pemadaman guna memastikan api tidak kembali meluas. Sinergi antara aparat, BPBD, relawan, MPA, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan karhutla.
Sekitar pukul 17.00 Wita, api dilaporkan berhasil dipadamkan. Meski demikian, tim masih menemukan kepulan asap tipis sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama mengingat karakteristik lahan yang berupa gambut.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat terus melakukan pendalaman guna mengetahui sumber awal munculnya api.
Kegiatan tersebut melibatkan Kapolres HSU, Dandim 1001/Amuntai-Balangan, unsur DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kapolsek Amuntai Tengah, Danramil Amuntai Tengah/Banjang, personel Polres HSU dan Koramil, BPBD, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat setempat.
Langkah cepat dan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah karhutla meluas sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
(Agus)
