Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), meningkatkan kegiatan patroli pagi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan aktivitas warga berjalan aman dan lancar. Patroli dan pengaturan lalu lintas tersebut dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kegiatan adalah kawasan Sekolah Ukhuwah, Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang. Kegiatan dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Banjang, Aiptu Soeyatmin, S.H., dengan menggunakan kendaraan patroli roda dua. Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan pengaturan lalu lintas serta patroli di sekitar lingkungan sekolah. Kehadiran polisi diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada para pelajar, tenaga pendidik, orang tua, maupun masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk tawuran, balap liar, maupun aksi kejahatan jalanan (street crime). Patroli rutin juga menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Banjang. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar. Dari hasil kegiatan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi patroli terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas juga dapat berjalan dengan tertib selama kegiatan berlangsung. Polsek Banjang memastikan kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pelayanan kepolisian sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas warga cukup tinggi pada pagi hari. Polsek Banjang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, mematuhi aturan lalu lintas, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Hiswana Migas Sukabumi, H. Eten Rustandi, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayah Sukabumi hingga akhir 2026 dalam kondisi aman. Eten menegaskan, persoalan yang beberapa kali muncul di lapangan lebih disebabkan keterlambatan pengiriman, bukan karena stok BBM maupun LPG benar-benar mengalami kekurangan. “Kalau ada kekurangan, sampaikan. Berarti diusahakan diprioritaskan. Sebetulnya bukan kekurangan, tapi keterlambatan di lapangan,” ujar Eten Rustandi, Kamis (27/8). Ia mengatakan, Hiswana Migas terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi tetap berjalan dan pasokan dapat diprioritaskan apabila terjadi keterlambatan pengiriman di suatu wilayah. Menurut Eten, pengamanan stok untuk kebutuhan hingga akhir 2026 bahkan telah dilakukan sejak Februari dan Maret. Langkah tersebut dilakukan melalui pola saving atau menyisihkan sebagian pasokan untuk digunakan menghadapi kebutuhan pada periode akhir tahun. “Dari bulan Februari, Maret kita sudah saving untuk akhir tahun,” ungkapnya. Pola tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi distribusi dan tingkat serapan di lapangan. Eten memberikan gambaran, apabila dalam kondisi normal suatu wilayah mendapatkan sekitar tiga truk, maka pada kondisi tertentu distribusinya bisa diberikan dua truk terlebih dahulu. Satu truk lainnya diamankan untuk kebutuhan berikutnya. “Misalkan biasanya di sini tiga truk, diberi dua truk. Yang satu truk diamankan untuk ke depan,” jelasnya. Strategi tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk mengurangi pasokan, melainkan sebagai bagian dari manajemen stok agar ketersediaan BBM dan LPG tetap terjaga sampai penghujung tahun. Selain itu, kondisi penyerapan di masing-masing wilayah juga terus dipantau. Eten menjelaskan, tingkat kebutuhan dapat dilihat dari penyerapan Delivery Order (DO) di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Jika suatu wilayah seharusnya memperoleh kuota 10, tetapi realisasinya hanya terserap enam atau delapan, maka pasokan yang tidak terserap tersebut tidak dibiarkan menumpuk. “Misalkan seharusnya 10, yang ditebus hanya enam atau delapan. Buru-buru di-split, diamankan untuk daerah yang lain,” katanya. Dengan pola tersebut, pasokan dapat dialihkan ke wilayah yang tingkat kebutuhannya lebih tinggi. Langkah ini sekaligus menjadi cara untuk menjaga agar distribusi tidak mengalami ketimpangan antara daerah yang serapannya rendah dengan daerah yang membutuhkan tambahan pasokan. Eten menegaskan, manajemen stok dan distribusi menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan BBM serta LPG. Terlebih, ia menyebut adanya kecenderungan pengurangan pasokan oleh pemerintah dari tahun ke tahun jika dibandingkan dengan kebutuhan atau perhitungan tahun sebelumnya. “Kalau perhitungan tahun sekarang dengan tahun kemarin, terus terang tiap tahun itu dikurangi oleh pemerintah. Tapi kita juga berusaha dengan Pertamina untuk mengamankan stok sampai 2026,” ujarnya. Karena itu, menurut Eten, langkah antisipasi tidak bisa dilakukan hanya ketika terjadi persoalan. Pengamanan stok harus dilakukan jauh-jauh hari dengan melihat pola kebutuhan, tingkat serapan, kondisi distribusi, serta momentum tertentu seperti hari libur. “Pada saat hari libur, kita ambil sedikit-sedikit, ditumpukkan untuk nanti akhir tahun,” tuturnya. Dengan strategi tersebut, Eten optimistis kebutuhan BBM dan LPG masyarakat Sukabumi hingga akhir 2026 dapat tetap terpenuhi. “Insyaallah aman,” tegasnya. Meski demikian, Eten mengakui masih terdapat persoalan lain yang menjadi perhatian pelaku usaha, khususnya berkaitan dengan regulasi. Ia menyebut arah regulasi saat ini masih belum sepenuhnya jelas sehingga diperlukan kepastian agar para pelaku usaha dapat menyesuaikan pola distribusi dan pelayanan di lapangan. “Justru sekarang regulasinya remang-remang semuanya. Mau ke mana pemerintah ini arahnya?” kata Eten. Ia berharap koordinasi antara pemerintah, Pertamina, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat sehingga setiap perubahan kebijakan maupun kebutuhan distribusi dapat diantisipasi lebih cepat. Bagi Hiswana Migas Sukabumi, yang terpenting saat ini adalah memastikan BBM dan LPG tetap tersedia, mengelola stok secara cermat. “Kita akan memindahkan pasokan dari wilayah dengan serapan rendah ke wilayah yang membutuhkan. Dengan pola tersebut, ketahanan pasokan hingga akhir 2026 diharapkan tetap terjaga,” ungkapnya. (Usep)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus meningkatkan kegiatan patroli malam guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres HSU. Kegiatan patroli daerah rawan kecelakaan, pelanggaran, dan Blue Light Patrol tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) mulai pukul 20.00 Wita hingga selesai. Petugas menyambangi sejumlah ruas jalan yang dinilai membutuhkan perhatian dalam menjaga keselamatan pengguna jalan. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli antara lain Jalan Jenderal A. Yani Amuntai, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Bihmanvilla, Jalan Suwandi Sumarta, Jalan Murung Sari, Jalan Rakha, Jalan Bayur Bypass, Jalan Pelampitan, hingga Jalan Jermani Husein, Banjang, Amuntai. Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas tidak hanya melakukan patroli dan pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan teguran kepada pengguna jalan yang ditemukan melakukan pelanggaran maupun tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Petugas turut memberikan perhatian terhadap penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat menyilaukan pengguna jalan lain. Selain itu, pengawasan juga diarahkan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan serta mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Patroli tersebut dilaksanakan oleh Aipda Osman, S.Sos., Brigpol Widianto, Briptu Eko Rafli Maulana, Briptu Hendra Kirana, dan Briptu Rudrigo Hansetiawan. Kasat Lantas Polres HSU menegaskan bahwa kegiatan patroli merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan potensi kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. Melalui kegiatan tersebut, personel juga mengedukasi masyarakat agar semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berada di jalan raya. “Keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diharapkan selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai ketentuan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan patroli. Dengan intensifnya patroli malam di sejumlah titik rawan, Satlantas Polres HSU berharap potensi kecelakaan maupun pelanggaran dapat ditekan sehingga situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres HSU tetap aman, lancar dan kondusif. Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan. (Agus)