SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi memulai pembangunan betonisasi Jalan Perana sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur pada salah satu ruas yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat.
Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi atas kondisi jalan yang selama ini mengalami kerusakan dan kerap dikeluhkan pengguna jalan.
Pembangunan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi pada ruas sepanjang 665 meter yang membentang dari kawasan Jalan Siliwangi hingga STA 665. Karena lebar jalan tidak seragam, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di setiap segmen.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi, Hendri Yoswara, mengatakan konstruksi jalan menggunakan perkerasan beton dengan lapisan pondasi beton (lean concrete) dan beton utama agar mampu memberikan daya tahan lebih baik terhadap beban lalu lintas.
Menurutnya, kontrak pekerjaan memberikan waktu penyelesaian hingga 120 hari kalender. Meski demikian, penyedia jasa menargetkan pekerjaan dapat dirampungkan lebih cepat melalui metode percepatan yang tetap mengacu pada standar mutu konstruksi.
“Penyelesaian lebih cepat tetap menjadi target, tetapi kualitas pekerjaan tidak boleh dikompromikan,” ujarnya, Jumat (17/7).
Proyek senilai sekitar Rp2,176 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Makmur Sentosa dengan pengawasan konsultan Grandy and Friend. Seluruh tahapan pekerjaan akan dipantau agar hasil pembangunan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Selama proses pengecoran berlangsung, pemerintah juga menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi dampak terhadap aktivitas masyarakat. Warga yang berada di sekitar lokasi proyek tetap diberikan akses melalui pengaturan buka-tutup jalan serta jalur alternatif yang telah disepakati bersama.
Anggota DPRD Kota Sukabumi Ahmad Farid menilai dimulainya pembangunan Jalan Perana merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan perbaikan permanen. Ia menyebut penggunaan konstruksi beton menjadi pilihan yang lebih efektif dibanding penanganan sementara yang selama ini dilakukan.
Selain pembangunan jalan, masyarakat juga mengusulkan agar kawasan tersebut dilengkapi fasilitas penerangan jalan umum sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan semakin meningkat, terutama pada malam hari.
Pemerintah berharap betonisasi Jalan Perana tidak hanya memperbaiki kualitas infrastruktur, tetapi juga memperlancar konektivitas antarwilayah, mengurangi potensi kemacetan, serta mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar koridor jalan tersebut. (Usep)