Aceh Utara, Bidik-kasusnews.com — Satgas Konstruksi Kodam Iskandar Muda (IM) terus mempercepat pemulihan akses jalan dan jembatan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus pengerjaan dilakukan di ruas vital Jalan Lintas Simpang KKA Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah, yang menjadi jalur utama penghubung antardaerah.
Upaya ini bertujuan memulihkan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, serta aktivitas pemerintahan dan perekonomian yang sempat terhambat akibat rusaknya infrastruktur. Personel Zeni Angkatan Darat (Zeni AD) diterjunkan dengan dukungan alat berat dan material konstruksi untuk memastikan perbaikan berjalan cepat dan aman.
Di KM 57.34 Jembatan Weh Pase, pekerjaan difokuskan pada penguatan pondasi dengan penambahan material batu dan pasir, baik di sisi hulu maupun hilir. Untuk mencegah longsor susulan, struktur diperkuat menggunakan batang kelapa dan paranet. Tiga unit excavator dan satu unit dozer dikerahkan di lokasi ini, sementara material batu juga dimanfaatkan untuk pemadatan jalan di wilayah Burni Pase 3.
Sementara itu, di KM 58.8 Dusun Muhajirin Desa Burni Pase 1, material bebatuan tidak dimobilisasi karena kondisi berlumpur dan tidak stabil, yang berisiko merusak struktur jalan. Kondisi serupa juga ditemukan di KM 60 Dusun Muhajirin Desa Burni Pase 2, di mana jalan masih berlumpur hingga setinggi mata kaki. Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area dengan material batu di sisi jalan.
Pekerjaan signifikan dilakukan di KM 61 Desa Burni Pase 3, meliputi pemasangan batang kelapa untuk memperlebar badan jalan di atas aliran air agar dapat dilalui dua arah kendaraan. Selain itu, penguatan bahu jalan dan pengikisan tanah lembek di lereng bukit juga dilakukan guna mencegah longsor. Material batu didrop menggunakan lima unit dump truk dari Jembatan Weh Pase.
Di KM 61.2 Dusun Muhajirin Desa Burni Pase 4, personel Zeni AD melakukan pembersihan tanah dan puing kayu, dilanjutkan dengan penyusunan batu besar sebagai lapisan dasar jalan utama. Jalur alternatif yang tersedia juga kembali dipadatkan demi meningkatkan keamanan pengguna jalan.
Selanjutnya, di KM 62 Dusun Mekar Jaya Desa Burni Pase, pelebaran jalan sekitar dua meter dilakukan bersamaan dengan perataan genangan air dan lumpur. Di KM 64.4 Dusun Buntul, Satgas melaksanakan pengedropan dan perakitan jembatan Aramco. Aliran sungai sementara dialihkan untuk mencegah erosi yang mengancam permukiman warga, dengan target pemasangan jembatan selesai pada hari yang sama.
Sementara itu, ruas jalan di KM 65 Dusun Bintang Permata dan KM 68 Dusun Bintang Bener kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat setelah dilakukan pelebaran dan perkuatan badan jalan. Namun, di KM 71 Dusun Bener Pepanyi, akses masih terputus dan menunggu pemasangan jembatan Bailey/Aramco.
Adapun di KM 69.7 Dusun Bener Kelipah dan KM 72.4 Dusun Pondok Baru, kendaraan sudah dapat melintas melalui jalur alternatif yang telah disiapkan Satgas.
Di lapangan, sejumlah kendala masih dihadapi, di antaranya penerapan sistem buka-tutup jalan dari Jembatan Weh Pase hingga Dusun Mekar Jaya yang menyebabkan antrean panjang kendaraan. Selain itu, longsor susulan dan keterbatasan komunikasi di beberapa titik juga menjadi tantangan, sehingga diperlukan penguatan sinyal menggunakan repeater.
Meski demikian, Satgas Konstruksi Kodam IM tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Diharapkan, pemulihan infrastruktur ini dapat segera mengembalikan konektivitas Aceh Utara dan Bener Meriah, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal, aman, dan lancar. ( Agus )
