SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Hujan deras yang disertai angin kencang dan puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.
Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Tidak hanya rumah warga, fasilitas pendidikan hingga jaringan listrik turut terdampak.
Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan cukup signifikan adalah SMPN 2 Cicurug. Sejumlah bagian bangunan sekolah dilaporkan rusak setelah diterjang angin kencang.
Kerusakan di antaranya terjadi pada atap beberapa ruang kelas, bangunan masjid, plafon ruangan serta sejumlah fasilitas sekolah lainnya.
Selain sekolah, angin kencang juga menerjang permukiman warga. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang tidak mampu menahan terpaan angin.
Dampak lainnya terjadi pada jaringan kelistrikan. Sejumlah tiang listrik PLN dilaporkan roboh di beberapa titik sehingga menyebabkan gangguan dan pemadaman listrik di wilayah terdampak.
Petugas PLN telah melakukan penanganan terhadap jaringan yang mengalami gangguan. Perbaikan dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik sekaligus memastikan kondisi jaringan aman bagi masyarakat.
Sementara itu, pemerintah bersama unsur terkait masih melakukan pendataan di lapangan.
Data sementara terkait jumlah rumah, fasilitas umum dan bangunan lainnya yang mengalami kerusakan masih dalam proses verifikasi.
Khusus di lingkungan SMPN 2 Cicurug, kejadian tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Warga diimbau tidak mendekati tiang listrik yang roboh maupun kabel yang terputus,” kata seorang petugas PLN yang tengah berada di lokasi.
Kabel listrik yang jatuh harus dianggap masih bertegangan hingga dinyatakan aman oleh petugas PLN.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, untuk sementara disarankan meninggalkan bangunan dan mencari lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko bangunan roboh.
Pemerintah setempat juga meminta masyarakat segera melaporkan kerusakan yang terjadi kepada aparat atau pemerintah wilayah setempat agar dapat dimasukkan dalam pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti rumah dan bangunan yang terdampak serta nilai kerugian masih menunggu hasil pendataan dan verifikasi petugas di lapangan.
Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi pemerintah maupun instansi terkait. (Reno)