CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peristiwa kebakaran hebat mengguncang warga Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, pada Selasa pagi (14/04/2026). Dalam hitungan menit, kobaran api melahap habis sebuah rumah milik warga bernama Sarkun, mengubah suasana tenang menjadi kepanikan. Kejadian bermula sekitar pukul 07.45 WIB saat seorang saksi mata, Didi, melihat asap hitam pekat mengepul dari bagian atap rumah korban. Ia yang berada tak jauh dari lokasi langsung berupaya mendekat, namun api sudah terlanjur membesar dan menguasai area dapur. Warga sekitar pun sempat berusaha melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Situasi sempat menegangkan karena api terus membesar dan berpotensi merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Mendapat laporan, jajaran kepolisian dari Polsek Ciwaringin bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi. Dua unit mobil damkar diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api yang semakin ganas. Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus berjibaku dengan panas dan kepulan asap tebal selama hampir dua jam. Berkat upaya maksimal di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 200 juta. Seluruh bangunan rumah beserta isinya tidak dapat diselamatkan. Kapolresta Cirebon, Imara Utama, memastikan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah penanganan lanjutan pascakejadian. Area lokasi telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Ia menyampaikan, tim kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kebakaran. “Kami fokus memastikan sumber api serta menjamin keamanan lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya. Kini, puing-puing bangunan di RT 12/06 Desa Galagamba menjadi pengingat betapa cepat dan dahsyatnya kebakaran dapat melanda. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi korsleting listrik maupun sumber api lainnya di lingkungan rumah. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Kampung Cipandan, RT 042/010, Desa Cicarap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 11.12 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang memunculkan percikan api hingga membesar dan menghanguskan bangunan. Rumah panggung berukuran 8×12 meter tersebut dilaporkan ludes terbakar. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang berada di kebun. Alhasil, mereka tidak sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap bangunan maupun barang di dalamnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, dampak kebakaran menyebabkan satu kepala keluarga dengan dua jiwa terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Ciracap segera bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa, P2BK, serta unsur Forkopimcam. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. Sejumlah pihak turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya Tagana, Pemerintah Desa Ciracap, serta warga setempat yang membantu proses penanganan awal. Tagana Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya langsung merespons cepat laporan warga dengan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pendataan awal. “Kami bergerak cepat melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini difokuskan pada pemenuhan logistik dasar bagi korban terdampak. “Korban membutuhkan bantuan seperti pakaian, perlengkapan tidur, makanan siap saji, serta kebutuhan harian lainnya. Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan tersebut bisa segera terpenuhi,” katanya. Hendra juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik. Menurutnya, pemeriksaan rutin terhadap jaringan listrik di rumah menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Saat ini, korban membutuhkan bantuan darurat berupa pakaian, kasur, tenda, makanan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan sehari-hari lainnya untuk menunjang kehidupan pascabencana. (Dicky)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Memasuki hari kedua pencarian dua mahasiswi yang hanyut akibat banjir bandang di sungai terusan Way Betung, Taman Wisata Wiragarden, Kecamatan Teluk Betung Barat, Babinsa Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri, kembali menunjukkan dedikasi luar biasa. Kamis (2/4/2026), sejak pukul 08.00 WIB, ia bersama tim gabungan memantau dan mengoordinasikan proses pencarian yang sempat dihentikan sementara pada hari sebelumnya. Bertempat di Jalan Wan Abdul Rahman RT 03 LK 1 Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri tidak hanya sekadar hadir. Ia aktif berkoordinasi dengan Tim Basarnas, BPBD Bandar Lampung, aparat terkait Teluk Betung Timur, Tim aparat terkait Bandar Lampung, Lurah Batu Putuk, serta puluhan linmas dan relawan. Pencarian hari kedua difokuskan pada penyisiran sungai dan muara menuju pesisir. “Kami terus bergerak bersama tim. Hari ini kami perkuat koordinasi di lapangan, memastikan setiap titik rawan diperiksa. Semangat keluarga korban menjadi energi kami untuk tidak berhenti mencari,” ujar Sertu Agus Nuri di sela-sela pemantauan. Identitas kedua korban yang hilang sebelumnya adalah: 1. Fatmawati (22 tahun), warga Kelurahan Indraloka Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mahasiswi FMIPA Universitas Lampung. 2. Bunga Rosana (22 tahun), warga Kelurahan Hadi Mulyo, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, juga mahasiswi Unila. Puncak pencarian hari kedua membawa duka. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim gabungan memperoleh informasi dari nelayan bahwa terdapat dua sosok mayat mengambang di perairan laut sekitar Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim SAR gabungan langsung meluncur ke lokasi. Babinsa Kelurahan Kota Karang turut memonitor babinsa pulau pesawaran sertu Muklis, proses evakuasi bersama Sertu Agus Nuri yang sigap berpindah ke lokasi penemuan. Pada pukul 11.00 WIB, kedua korban berhasil dievakuasi ke daratan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, Dan aparat terkait langsung menangani dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Lampung untuk dilakukan visum et repertum. Situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan terkendali. Kepiawaian Sertu Agus Nuri Babinsa 410-03/TBU dalam memantau dan menjaga sinergi antarinstitusi patut diapresiasi. Mulai dari pemantauan pencarian hari kedua di Wiragarden hingga koordinasi evakuasi di perairan Pulau Pasaran, Babinsa Batu Putuk ini terus berada di garda terdepan. Meski hasil akhir membawa kesedihan, upaya maksimalnya menjadi contoh nyata kepedulian TNI AD terhadap keselamatan warga, bahkan di tengah medan yang sulit. Pencarian resmi dinyatakan selesai. Keluarga korban telah menerima penjelasan dari tim gabungan. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jembatan gantung yang menjadi akses penghubung Kampung Lingkungsari dan Kampung Cisalak, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Insiden ini diduga kuat dipicu putusnya tali seling penopang utama saat jembatan dilintasi sejumlah kendaraan secara bersamaan. Peristiwa bermula ketika lima sepeda motor melintas di atas jembatan tersebut dalam waktu hampir bersamaan. Tanpa diduga, konstruksi jembatan tiba-tiba miring ke arah kanan sebelum akhirnya roboh setelah kabel penopang tak mampu menahan beban. Akibatnya, empat sepeda motor berikut pengendaranya terjatuh ke aliran Sungai Cibugel, sementara satu unit lainnya tersangkut di bagian jembatan yang tersisa. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat melakukan evakuasi secara gotong royong dengan memanfaatkan perahu seadanya. Lima warga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut masing-masing Dera (30), Sumarni (27), Dinda (6), Tutang (42), dan Fitri (35). Seluruh korban berhasil diselamatkan dan segera dibawa ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan penanganan medis. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan seperti lecet dan syok,” ujar salah satu warga di lokasi. Pasca kejadian, aparat bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pengamanan area. Koordinasi juga dilakukan dengan Forkopimcam dan petugas kebencanaan guna langkah penanganan lanjutan. Jembatan gantung sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut diketahui merupakan akses vital bagi mobilitas warga antar kampung. Sebelumnya, jembatan ini sempat direhabilitasi dan diresmikan pada September 2022 oleh Pangdam III/Siliwangi. Untuk sementara waktu, warga diimbau tidak melintasi jembatan tersebut. Aktivitas penyeberangan kini dialihkan menggunakan perahu milik warga sambil menunggu perbaikan dari pihak berwenang. (Dicky)

BIDIK-KASUSNEWS.COM BANDAR LAMPUNG – Derasnya hujan di kawasan Gunung Betung, Pesawaran, pada Rabu sore (1/4) memicu banjir bandang yang melanda Taman Wisata Wiragarden, Jalan Wan Abdul Rahman, Kelurahan Batu Putuk. Peristiwa tragis itu menghanyutkan dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Bunga Rosana dan Fatmawati, yang sedang menikmati waktu bersama teman-temannya. Di tengah kepanikan, kecepatan dan ketangguhan Babinsa Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri, menjadi titik terang dalam upaya pencarian dan koordinasi darurat. Laporan kejadian diterima Sertu Agus Nuri sekitar pukul 13.30 WIB melalui telepon dari Emi, petugas loket wisata. Tak menunggu sedetik pun, Babinsa Koramil 410-03/TBU itu langsung meluncur ke lokasi. Kedatangannya disambut suasana duka dan kepanikan dua orang saksi kunci, Rika Yolanda dan Damayanti, yang merupakan teman korban. Keduata selamat karena berada di lokasi sedikit lebih tinggi saat gelombang air tiba-tiba menyapu. “Saya langsung koordinasikan dengan Basarnas Kota Bandar Lampung, aparat terkai diwilayah Teluk Betung, Lurah Batu Putuk, dan Kasitrantip untuk bergerak cepat. Waktu adalah nyawa,” ujar Sertu Agus Nuri saat ditemui di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berlangsung mendadak. Hujan deras di hulu mengubah aliran sungai Way Betung menjadi banjir bandang dalam hitungan menit. Kedua korban, yang sedang berfoto di tepi sungai, terseret arus dan hingga pukul 17.00 WIB masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan. Ketangguhan Babinsa tak hanya ditunjukkan dengan kecepatan merespons, tetapi juga dengan kemampuannya mengoordinasikan unsur-unsur terkait di lapangan. Bersama aparat terkait, ia tetap bertahan di lokasi hingga malam, memastikan situasi aman dan pencarian terus berlangsung. Lurah Batu Putuk, yang turut hadir, mengapresiasi peran aktif Babinsa. “Pak Agus Nuri adalah contoh aparat kewilayahan yang benar-benar menguasai medan dan cepat mengambil tindakan. Kehadirannya sangat membantu kami mengelola keadaan,” ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyisir aliran sungai Way Betung. Sertu Agus Nuri bersama aparat lainnya terus bersiaga, menjadi simbol ketangguhan TNI AD dalam melindungi masyarakat dari musibah. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM Cirebon – Intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengakibatkan sebuah rumah milik warga bernama Turyadi ambruk pada Sabtu 28/03/2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17:05 Wib di Jalan Telaga Remis Blok 3, Desa Cikalahang. Berdasarkan informasi di lapangan, hujan dengan curah tinggi yang berlangsung cukup lama diduga menjadi penyebab utama robohnya bangunan rumah tersebut. Struktur bangunan yang tidak mampu menahan derasnya air hujan akhirnya runtuh dan mengalami kerusakan cukup parah. Kuwu (Kepala Desa) Cikalahang, Kusnan, langsung bergerak cepat dengan turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan kondisi serta memastikan keselamatan warga sekitar. Dalam keterangannya, Kusnan menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kami sudah meninjau langsung ke lokasi dan memastikan kondisi aman,” ujarnya. Selain melakukan peninjauan, pihak desa juga berkoordinasi dengan warga setempat untuk melakukan langkah-langkah penanganan awal, termasuk membantu evakuasi barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga diimbau untuk memastikan kondisi bangunan rumah tetap kokoh serta memperhatikan lingkungan sekitar guna meminimalisir risiko bencana. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan kondusif dan terkendali. Pihak desa akan terus memantau perkembangan serta memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga terdampak. (Amin)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/3/2026) pagi. Insiden terjadi di Kampung Cimahi, RT 003 RW 004, Desa Citanglar, sekitar pukul 07.05 WIB. Bangunan semi permanen seluas kurang lebih 13 x 9 meter milik Idim (73) tidak dapat diselamatkan setelah api dengan cepat membesar dan merusak sebagian besar struktur rumah. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh gangguan instalasi listrik. Salah seorang warga, Ade Priatna, menuturkan bahwa api pertama kali terlihat di bagian atas rumah. Kepulan asap segera disusul kobaran api yang membesar, sehingga warga berinisiatif melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya sambil meminta bantuan petugas. Petugas pemadam kebakaran dari Pos Surade tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan bersama unsur TNI-Polri serta masyarakat setempat. Setelah hampir satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Seluruh bagian rumah mengalami kerusakan berat. Usai kejadian, tim gabungan dari Forkopimcam Surade, BPBD, P2BK, pihak PLN, serta pemerintah desa melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi. Korban saat ini diketahui mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik guna menghindari kejadian serupa. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada Minggu 15 Maret 2026 sekitar pukul 00.36,13 WIB. Getaran gempa yang berasal dari wilayah laut selatan tersebut sempat dirasakan warga selama beberapa detik. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan bahwa pusat gempa berada di laut selatan Sukabumi dengan kedalaman relatif dangkal. Kondisi ini membuat getaran gempa masih terasa di sejumlah wilayah daratan, termasuk sebagian daerah di Bogor dan Jakarta. M. Ikram warga Tegalwangi RT 03 RW 02 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, mengaku sempat merasakan guncangan yang berlangsung singkat. “Saya kebetulan masih melek belum tidur. Goncangan lumayan besar dan saya sangat panik. Sementara warga lain sepertinya terlelap tidur,” ujarnya, Minggu (15/3/2026). Meski demikian, hingga laporan ini disusun belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta untuk mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG. Secara geologis, wilayah selatan Jawa, termasuk Sukabumi, berada di kawasan pertemuan lempeng aktif atau zona Subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan ini cukup sering mengalami aktivitas gempa bumi. Meski magnitudo gempa relatif kecil, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta selalu siap menghadapi situasi darurat kebencanaan. (Usep)

BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung, 11 Maret 2026 – Angin kencang yang melanda wilayah Bandar Lampung siang hari tadi mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa pagar Gereja HKBP Tanjung Karang di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Teluk Betung Utara. Beruntung, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa, meski kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2.000.000. Kecepatan respons aparat kewilayahan menjadi kunci utama dalam penanganan musibah ini. Babinsa Kelurahan Sumur Batu, Pelda Enang Kamaludin dari Koramil 410-03/TBU, adalah orang pertama dari unsur TNI yang tiba di lokasi. Dengan sigap, ia langsung memobilisasi tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung dan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat untuk melakukan evakuasi. “Begitu menerima laporan dari warga, saya langsung menuju ke TKP. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan membersihkan material pohon secepat mungkin agar aktivitas di gereja dan lalu lintas di sekitar Jalan Nusa Indah bisa segera pulih,” tegas Pelda Enang saat memimpin jalannya evakuasi. Di bawah komando Babinsa, proses pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin serta pembersihan ranting-ranting dilakukan dengan gotong royong. Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu siap siaga membantu kesulitan rakyat, termasuk dalam situasi darurat bencana. Sinergi yang solid antara Babinsa, BPBD, dan Linmas ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran pemerintah kecamatan. Camat Teluk Betung Utara, Bapak Zolahuddin Al Zamzami, S.Sos., M.M., bersama Lurah Sumur Batu, Bapak Dede Suganda, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses evakuasi dan memastikan penanganan berjalan lancar. “Kami bangga dengan kinerja Babinsa yang sangat responsif. Beliau adalah ujung tombak di lapangan yang mampu bergerak cepat dan menggerakkan unsur-unsur lainnya. Ini adalah contoh ideal sinergi kewilayahan antara TNI dan Pemerintah Daerah,” ujar Camat Zolahuddin di lokasi kejadian. Berkat kerja keras dan kekompakan tim yang dipimpin oleh Babinsa, pohon besar yang sempat menutupi sebagian area gereja berhasil dievakuasi. Proses pembersihan rampung pada pukul 15.45 WIB, lebih cepat dari perkiraan awal. Situasi di sekitar Gereja HKBP Tanjung Karang pun kembali kondusif, dan arus lalu lintas di Jalan Nusa Indah berangsur normal. Peristiwa ini kembali menegaskan peran sentral Babinsa sebagai aparat teritorial yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan gotong royong di tengah masyarakat. (Agus)

SUKABUMI-BIDIKKASUSNEWS.COM – Suasana pagi yang semula tenang di Kampung Tegalwangi RT 04 RW 02, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mendadak gempar. Sebuah rumah milik lansia, Atih Atikah (70), ludes dilalap si jago merah, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Ironisnya, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Atih tengah mengikuti tadarus Alquran di masjid tak jauh dari kediamannya ketika api mulai berkobar. “Alhamdulillah saya sedang tadarus di masjid saat kejadian,” ujarnya lirih, menahan kesedihan melihat rumahnya porak-poranda. Perempuan lanjut usia itu mengetahui musibah tersebut dari pengumuman melalui pengeras suara masjid. Warga mengabarkan bahwa rumah berukuran sekitar 4×3 meter miliknya terbakar hebat. Bangunan dua lantai itu tak mampu diselamatkan dari amukan api. Lantai pertama yang difungsikan sebagai ruang keluarga dan lantai dua atau loteng yang menjadi kamar anaknya hangus terbakar. Tak hanya bangunan, sejumlah dokumen penting ikut musnah. Surat rumah, KTP, KK hingga kartu BPJS tak tersisa. Kerugian material pun ditaksir cukup besar. Saksi mata di lokasi, Asep, menyebut api pertama kali terlihat dari bagian atap rumah. Ia menduga kebakaran dipicu korsleting listrik, mengingat kondisi atap dan instalasi yang sudah termakan usia. “Api cepat sekali membesar. Lokasinya di gang sempit, jadi warga sempat kesulitan membantu pemadaman,” katanya. Beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api serta melakukan sterilisasi untuk mencegah kebakaran merembet ke rumah lain. Kanit Binmas Polsek Warudoyong, Iptu Bambang Sujana, mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik. “Periksa kabel dan stop kontak secara berkala. Instalasi listrik juga ada masa pakainya,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di bulan Ramadan, untuk lebih berhati-hati saat memasak sahur dan berbuka agar tidak lalai mematikan kompor setelah digunakan. (Usep)