SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang mengakibatkan dua kejadian pohon tumbang di wilayah Kota Sukabumi, Jumat (6/11/2026). Salah satu pohon bahkan menimpa atap rumah warga di Kampung Nyomplong Parigi, Kelurahan Nyomplong, hingga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabarudin, mengungkapkan bahwa dua peristiwa tersebut terjadi di lokasi berbeda. Kedua lokasi itu yakni Jalan Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, dan Kampung Nyomplong Parigi RT 05/RW 09, Kelurahan Nyomplong. “Pada Jumat siang, kami menerima laporan kejadian pohon tumbang di dua lokasi berbeda. Tim BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lapangan,” ungkap Yoseph. Peristiwa pertama dilaporkan sekitar pukul 14.10 WIB di Jalan Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang. Sebatang pohon jenis mani’i berdiameter sekitar 20 sentimeter dengan tinggi kurang lebih 12 meter tumbang akibat terpaan angin kencang. Merespons kejadian tersebut, BPBD Kota Sukabumi segera berkoordinasi dengan Polsek Citamiang, PLN, serta masyarakat setempat untuk melakukan penanganan dan memastikan pohon tumbang tidak menimbulkan dampak lanjutan. “Petugas gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Unsur yang terlibat di antaranya BPBD, Polsek Citamiang, PLN, dan masyarakat setempat,” jelasnya. Selang sekitar 50 menit kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB, kejadian serupa kembali terjadi di Kampung Nyomplong Parigi RT 05/RW 09, Kelurahan Nyomplong. Kali ini, pohon jenis mara dengan diameter sekitar 30 sentimeter dan tinggi kurang lebih 10 meter roboh hingga menghantam atap rumah milik Ibu Ida. Dampaknya, bagian atap rumah dengan luas kerusakan sekitar 4 x 3 meter persegi mengalami kerusakan. Bangunan tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan total dua jiwa. “Untuk kejadian di wilayah Nyomplong, pohon tumbang menimpa atap rumah warga. Penghuni rumah atas nama Ibu Ida, dengan jumlah satu kepala keluarga dan dua jiwa,” kata Yoseph. Menurut Yoseph, tumbangnya kedua pohon tersebut dipicu kondisi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang. Faktor lain yang turut memperbesar risiko adalah kondisi pohon yang telah mengalami pelapukan sehingga tidak cukup kuat menahan terpaan angin. “Penyebabnya diduga akibat angin kencang, ditambah kondisi pohon yang sudah mengalami pelapukan sehingga tidak kuat menahan terpaan angin,” terangnya. Dalam penanganan kejadian di Nyomplong, BPBD melibatkan berbagai unsur, mulai dari pihak kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengurus RT/RW hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Selain penanganan di lapangan, BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak. Bantuan berupa terpal diperlukan untuk menutup bagian atap yang rusak, terutama sebagai langkah antisipasi agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah apabila cuaca kembali memburuk. “Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup bagian atap rumah yang terdampak, sehingga bisa mengurangi risiko air hujan masuk ke dalam rumah,” tandasnya. (Usep

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com        Anggota Babinsa Kelurahan Rajabasa, Pelda Merwansyah, bersama Babinkamtibmas dan aparat terkait lainnya bergerak cepat menangani insiden pohon tumbang yang menimpa pengendara sepeda motor di Jalan Soekarno-Hatta, RT 04/LK 01, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Minggu (04/10/2026) sore. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.40 WIB. Pohon tumbang menutup jalur lintas Jalan Soekarno-Hatta dan menimpa sepeda motor yang dikendarai Abdul Gopur yang berboncengan dengan Tatik Trihandayani. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, satu unit sepeda motor milik korban mengalami kerusakan ringan. Mengetahui kejadian tersebut, Babinsa Rajabasa segera melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan Lurah, aparat terkait, serta Kepala Lingkungan dan RT setempat untuk menghubungi BPBD Kota Bandar Lampung. Tidak berselang lama, tim BPBD Kota Bandar Lampung tiba di lokasi kejadian. Proses evakuasi melibatkan Babinsa, Lurah, Kaling, RT, dan Linmas yang bahu-membahu membersihkan ranting serta pohon bersama tim BPBD. Pohon tumbang berhasil dievakuasi dan dipotong menggunakan empat mesin pemotong (senso) dari Tim BPBD dan Pol PP Kota Bandar Lampung yang mengerahkan satu regu berjumlah 10 orang. Turut hadir di lokasi kejadian, Camat Rajabasa, Babinsa, aparat terkait, Ketua Lingkungan, RT 04/LK 02, Linmas, serta Tim BPBD dan Pol PP Kota Bandar Lampung. Kegiatan monitoring dan evakuasi pohon tumbang telah selesai dilaksanakan dengan aman. Akses jalan lintas kembali normal dan dapat dilalui oleh pengendara. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Hujan deras yang disertai angin kencang dan puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Tidak hanya rumah warga, fasilitas pendidikan hingga jaringan listrik turut terdampak.   Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan cukup signifikan adalah SMPN 2 Cicurug. Sejumlah bagian bangunan sekolah dilaporkan rusak setelah diterjang angin kencang. Kerusakan di antaranya terjadi pada atap beberapa ruang kelas, bangunan masjid, plafon ruangan serta sejumlah fasilitas sekolah lainnya. Selain sekolah, angin kencang juga menerjang permukiman warga. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang tidak mampu menahan terpaan angin. Dampak lainnya terjadi pada jaringan kelistrikan. Sejumlah tiang listrik PLN dilaporkan roboh di beberapa titik sehingga menyebabkan gangguan dan pemadaman listrik di wilayah terdampak. Petugas PLN telah melakukan penanganan terhadap jaringan yang mengalami gangguan. Perbaikan dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik sekaligus memastikan kondisi jaringan aman bagi masyarakat. Sementara itu, pemerintah bersama unsur terkait masih melakukan pendataan di lapangan. Data sementara terkait jumlah rumah, fasilitas umum dan bangunan lainnya yang mengalami kerusakan masih dalam proses verifikasi. Khusus di lingkungan SMPN 2 Cicurug, kejadian tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. “Warga diimbau tidak mendekati tiang listrik yang roboh maupun kabel yang terputus,” kata seorang petugas PLN yang tengah berada di lokasi. Kabel listrik yang jatuh harus dianggap masih bertegangan hingga dinyatakan aman oleh petugas PLN. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, untuk sementara disarankan meninggalkan bangunan dan mencari lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko bangunan roboh. Pemerintah setempat juga meminta masyarakat segera melaporkan kerusakan yang terjadi kepada aparat atau pemerintah wilayah setempat agar dapat dimasukkan dalam pendataan dan penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti rumah dan bangunan yang terdampak serta nilai kerugian masih menunggu hasil pendataan dan verifikasi petugas di lapangan. Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi pemerintah maupun instansi terkait. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Pengurus P2BK Kecamatan Surade yang dipimpin Solih Sunarya bersama seluruh jajaran bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda kawasan Pasar Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Kebakaran sontak mengundang perhatian ratusan warga. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah kios yang berada di kawasan pasar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari kios penggilingan bakso milik Pak Adang. Api kemudian merembet ke bangunan kios di sekitarnya hingga sedikitnya sembilan unit kios hangus terbakar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penanganan dan penyelidikan petugas. Upaya pemadaman dilakukan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Surade dan Jampangkulon tiba di lokasi. Petugas bersama unsur terkait berjibaku memadamkan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke bangunan lainnya. Penanganan di lokasi turut melibatkan Camat Surade Usep Supelita beserta jajaran, anggota Polsek Surade, Koramil Surade, P2BK Kecamatan Surade, serta masyarakat yang ikut membantu proses pengamanan. Camat Surade Usep Supelita mengatakan, kejadian tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan pasar. “Ini menjadi cerminan, peristiwa seperti ini jangan sampai terulang lagi. Kami mengimbau kepada seluruh warga pasar agar berhati-hati, terutama dalam pemasangan kabel listrik. Jangan asal dipasang, pastikan menggunakan kabel yang berkualitas, apalagi yang memakai tegangan tinggi,” tegas Usep. Ia menekankan, aspek keselamatan kelistrikan tidak boleh diabaikan. Penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan bahaya, terlebih di kawasan yang terdapat banyak bangunan kios dan aktivitas masyarakat. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, total kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pendataan terhadap kios yang terdampak serta penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Beruntung, kobaran api berhasil ditangani sehingga tidak semakin meluas ke bangunan pasar lainnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kebakaran kembali melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah tidak aktif di wilayah Kota Sukabumi, Sabtu (26/9/2026). Api yang sebelumnya sempat berhasil dikendalikan kembali muncul pada Sabtu malam sehingga petugas pemadam kebakaran kembali dikerahkan ke lokasi. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat DLH Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto, berada di lokasi bersama jajaran terkait untuk memantau sekaligus memastikan penanganan kebakaran berlangsung. “Api pertama kali terpantau sejak sekitar pukul 07.30 WIB. Pada saat itu kondisi api belum terlalu besar dan lebih banyak terlihat asap,” kata Yanto lewat aplikasi perpesanan Whatsapp, Sabtu (26/9) malam. Sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas kata Yanto, penanganan awal dilakukan dengan menggunakan tiga unit alat berat. Upaya tersebut sempat membuahkan hasil dan api berhasil dipadamkan. Namun, kondisi kembali berubah pada malam hari. Sekitar pukul 18.48 WIB, petugas piket melaporkan adanya api yang kembali menyala di kawasan tersebut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran. “Informasi yang diterima di lapangan, api diduga bermula dari aktivitas pembakaran alang-alang oleh warga di kawasan kebun jabon. Api kemudian merambat hingga ke area TPA yang sudah tidak aktif selama 12 tahun, ” ujarnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian DLH karena material di kawasan TPA yang sudah tidak aktif tetap memiliki potensi untuk kembali terbakar ketika terkena rambatan api. Yanto bersama unsur terkait kemudian melakukan pemantauan langsung terhadap proses penanganan di lapangan. Hingga Sabtu malam, petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, pemadam kebakaran, kebencanaan, kepolisian, serta perangkat kewilayahan. Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana turut hadir meninjau lokasi. Selain Yanto Arisdiyanto, tampak pula Kepala DLH Kota Sukabumi Yudi Sutriana, Kepala Satpol PP Ayi Jamiat, Kapolsek Lembursitu AKP Erik Sukandar, Kalak BPBD Yoseph Sabaruddin, perwakilan Polres Sukabumi Kota, Sekmat Lembursitu Agus Heryanto dan Lurah Situmekar Bima Suci Nugraha. DLH memastikan penanganan terus dilakukan hingga titik-titik api dapat dikendalikan. Langkah tersebut penting untuk mencegah api kembali muncul maupun merambat ke area lainnya, terlebih kebakaran sempat terjadi dua kali dalam satu hari. Hingga berita ini ditulis, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap area yang terdampak kebakaran. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kondisi infrastruktur di wilayah terisolir Kampung Cikaung, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, H. Dadang Hermawan. Sorotan tersebut disampaikan setelah Dadang memenuhi undangan mahasiswa STKIP Surade yang tengah melaksanakan Bhakti Mahasiswa sekaligus Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Cikaung pada Sabtu, 5 September 2026 lalu. Menurut Dadang, kondisi akses menuju Kampung Cikaung masih menjadi persoalan besar yang harus segera dituntaskan. Dari jalan nasional, perjalanan menuju wilayah tersebut membutuhkan waktu hingga dua jam dengan jarak sekitar 17 kilometer. Medan yang ditempuh pun cukup berat karena kondisi jalan yang terjal. “Perjalanan menuju Cikaung ini memang cukup berat. Jalan berada di kawasan Perhutani sehingga menjadi salah satu kendala pemerintah dalam melakukan pembangunan infrastruktur,” ujar Dadang saat memberikan keterangan, Selasa (15/9/2026). Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebab, keterbatasan akses turut berdampak terhadap mobilitas dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut. Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatian adalah keberadaan dua jembatan gantung yang menjadi penghubung antara Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, dengan Desa Sukatani, Kecamatan Surade. “Ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk menjangkau wilayah ini. Di antaranya dua jembatan gantung yang menghubungkan Desa Cidahu dengan Desa Sukatani,” ungkapnya. Selain persoalan infrastruktur, Dadang juga mendorong masyarakat agar memiliki kelembagaan yang dapat menjadi pintu masuk untuk pengembangan potensi wilayah. Di antaranya melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kelompok Tani. Masih kata dia, keberadaan kelompok tersebut penting agar masyarakat memiliki wadah resmi untuk mengakses berbagai program bantuan maupun pengembangan ekonomi masyarakat. Di tengah berbagai persoalan tersebut, kondisi SDN Cikaung menjadi perhatian paling utama Dadang Hermawan. Bangunan sekolah dasar yang menjadi tumpuan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan. Sekolah itu hanya memiliki empat ruang kelas dan satu ruang guru. “Kami akan memperjuangkan agar sekolah ini dibangun kembali, supaya kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan layak,” tegas Dadang. Ia memastikan persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Komunikasi dilakukan dengan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Hasilnya, kata Dadang, sudah terdapat respons positif dari pemerintah daerah terkait kondisi SDN Cikaung. “Alhamdulillah sudah ada respons yang baik. Insya Allah pada awal tahun mendatang, SDN Cikaung masuk dalam program rehabilitasi dan revitalisasi sekolah,” jelasnya. Dadang berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembangunan gedung sekolah semata, tetapi juga menyentuh persoalan akses dan sarana pendukung lainnya. Sebab, menurutnya, pemerataan pembangunan harus dirasakan masyarakat hingga wilayah yang selama ini sulit dijangkau. “Wilayah seperti Cikaung juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan dan pelayanan pemerintah,” tandasnya. Diketahui, kawasan tersebut mencakup dua kedusunan, yakni Kedusunan Ciraoyom di Desa Cibitung dan Kedusunan Cikaung di Desa Cidahu. Sementara alternatif akses menuju kawasan tersebut juga dapat ditempuh dari Desa Sukatani, Kecamatan Surade, dengan melintasi jembatan gantung yang saat ini membutuhkan pembangunan dan perbaikan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM-DPP Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) di bawah kepemimpinan Ketua Umum, H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta pakaian layak pakai. Bantuan diperuntukkan bagi warga Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi korban kebakaran. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026. Bantuan tersebut diserahkan kepada 7 Kepala Keluarga (KK) yang mencakup 19 jiwa yang terdampak langsung peristiwa kebakaran dua hari lalu, Rabu (9/9/2026). Ketua Umum PJTM, H. Hendra Permana, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan paguyuban terhadap musibah yang menimpa warga. “Ini adalah bentuk kepedulian sosial kami, sebagai tali asih perhatian dan keprihatinan. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan, mampu menerima musibah ini, serta tetap memiliki semangat untuk menyongsong kehidupan ke depannya,” ujar H. Hendra. Selain memberikan bantuan, PJTM juga menghimbau kepada pihak pemerintah agar dapat memberikan perhatian dan kebijakan berupa dukungan pembangunan tempat tinggal, sehingga warga dapat kembali memiliki rumah dan melanjutkan kehidupan dengan layak. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal PJTM, Hendrik Firmansyah, didampingi Ketua Bidang Sumber Daya Alam DPP PJTM sekaligus warga Desa Kertajaya, Dede Kusdinar (Oding), serta Komandan Pasukan Khusus Jagaraksa, Dendi Supriatman (Bah Dendi). Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Hendrik Firmansyah, Waka Jagaraksa, beserta Ketua Bidang SDA Dede Kusdinar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kepedulian Ketua Umum PJTM terhadap masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, perwakilan 7 KK terdampak menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya kepada Ketum PJTM H. Hendra Permana, Sekjen Hendrik Firmansyah, Ketua Bidang SDA Dede Kusdinar, serta Danpasus Jagaraksa Bah Dendi. “Terima kasih, semoga segala kebaikan yang Bapak/Ibu berikan dibalas dengan berlipat ganda oleh Allah SWT,” ucap perwakilan warga diiringi haru. (Dicky)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com          Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih bersiaga di Level III (Siaga) terus dirasakan oleh masyarakat Bandar Lampung . Hujan abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah sejak Jumat (4/9) lalu tidak hanya mengganggu aktivitas warga dan penerbangan, tetapi juga mengancam kesehatan serta kelancaran proses belajar mengajar . Menyikapi situasi ini, jajaran Babinsa Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) bergerak cepat dengan menggelar aksi pembersihan masif di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Gedong Air pada hari ini . Kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di sektor pendidikan. Dipimpin langsung oleh Babinsa setempat, puluhan personel dikerahkan untuk membersihkan area sekolah yang tertutup abu vulkanik. Yang menjadi sorotan utama dalam aksi ini adalah pengerahan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kodim 0410/KBL untuk melakukan penyemprotan air bertekanan guna membersihkan abu yang menempel di halaman, gedung sekolah, dan fasilitas belajar lainnya . “Kami mengerahkan mobil damkar agar proses pembersihan lebih cepat dan efektif. Abu vulkanik ini berbahaya jika terhirup atau terkena mata karena mengandung partikel silika seperti serpihan kaca. Dengan penyemprotan, abu langsung larut dan tidak beterbangan, sehingga aman bagi para siswa dan guru,” ujar Komandan Kodim 0410/KBL di sela-sela kegiatan. Pembersihan ini sejalan dengan imbauan para ahli dan instruksi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk melakukan penyemprotan di fasilitas umum guna meminimalisir risiko kesehatan . Selain membersihkan ruang kelas dan halaman yang dilapisi abu, para Babinsa juga memberikan edukasi kepada warga sekolah tentang cara aman menghadapi dampak abu vulkanik, termasuk pentingnya penggunaan masker dan menutup rapat ventilasi ruangan . Kepala SDN 8 Gedong Air menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas inisiatif dan kerja cepat Babinsa Kodim 0410/KBL. “Kami sangat terbantu. Sekolah kami terdampak cukup parah, dan dengan adanya bantuan dari Bapak-bapak TNI serta mobil damkar, kami berharap kegiatan belajar mengajar bisa segera kembali normal dan anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ungkapnya. Gerakan cepat Babinsa Kodim 0410/KBL ini tidak hanya difokuskan di lingkungan sekolah. Sebelumnya, mereka juga telah melakukan aksi serupa di sejumlah masjid dan kawasan pemukiman padat seperti Pasir Gintung, serta membagikan ribuan masker kepada warga . Hal ini membuktikan sinergi dan kesiapsiagaan aparat TNI dalam menghadapi bencana, bahu-membahu dengan pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terpantau, namun intensitas abu vulkanik dilaporkan mulai menurun. Babinsa Kodim 0410/KBL memastikan akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk meminimalisasi dampak lanjutan dari bencana ini . (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kobaran api menghanguskan sebuah kandang ternak ayam di wilayah Cigodeg Bojong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026) pagi. Kandang ayam dua lantai milik Hj. Yami, warga Kampung Galumpit, tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00 WIB. Api dengan cepat membesar hingga melalap bangunan kandang yang memiliki ukuran kurang lebih 100 meter x 10 meter. Salah seorang warga setempat, Deddy Arianto, menyebutkan kebakaran diduga dipicu oleh adanya gangguan pada instalasi listrik atau korsleting. “Sementara itu dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” kata Deddy. Kobaran api yang cukup besar membuat petugas pemadam kebakaran harus menerjunkan dua unit kendaraan ke lokasi kejadian. Mobil pemadam dari Pos Damkar Jampangkulon dan Tamanjaya dikerahkan untuk membantu proses penanganan kebakaran. Setelah melakukan upaya pemadaman selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api dan mencegah kobaran api meluas ke bangunan maupun area di sekitar lokasi. Meski api telah berhasil dipadamkan, kandang ternak ayam tersebut mengalami kerusakan parah akibat amukan si jago merah. Hingga kini, jumlah kerugian materiil yang dialami pemilik kandang belum dapat dipastikan. Petugas dan pihak terkait masih melakukan pengecekan serta pendataan di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan total kerugian yang ditimbulkan. Sementara itu, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. (Dicky)

LABUAN BAJO, Bidik-kasusnews.com        Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., menunjukkan respons cepat dalam mendukung penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan TNI dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi situasi darurat bencana. Menindaklanjuti laporan kondisi wilayah terdampak, Pangkogabwilhan II segera menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Upaya awal difokuskan pada pemantauan situasi, pendataan dampak bencana, pemetaan wilayah prioritas, serta penyiapan personel dan sarana pendukung. Sebagai tindak lanjut, Pangkogabwilhan II bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (18/8/2026) pukul 10.30 WITA. Rombongan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing 737-4U3 untuk melaksanakan peninjauan langsung terhadap penanganan dampak gempa bumi di wilayah Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan II didampingi Asintel Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Sarkistan Sihaloho, S.E., Asops Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Prabowo Setiaji, Aster Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, serta sejumlah pejabat dan personel Kogabwilhan II. Kedatangan Pangkogabwilhan II disambut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu, S.H., Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, Dandim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf Budiman Manurung, S.E., M.I.P., Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., serta unsur terkait lainnya. Setibanya di Bandara Internasional Komodo, Pangkogabwilhan II bersama rombongan menuju ruang VIP Bandara Komodo. Dalam kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan II bersama Pangdam IX/Udayana turut menyambut Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan Kapolri beserta rombongan. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penanganan bencana di wilayah NTT. Selanjutnya, Pangkogabwilhan II meninjau Posko Bantuan Bencana di Kodim 1630/Manggarai Barat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, ketersediaan dan pengelolaan logistik, kelancaran komunikasi, pemutakhiran data, serta mekanisme pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak. Pada kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan II memberikan arahan kepada seluruh petugas posko agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi antarlembaga. Setiap kebutuhan masyarakat harus direspons secara cepat, sementara penyaluran bantuan harus dilakukan secara tepat sasaran dan merata dengan memprioritaskan wilayah yang paling membutuhkan. Dalam penanganan bencana, satuan TNI di wilayah terdampak turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan pertolongan, evakuasi masyarakat, pelayanan kesehatan, pendirian tempat pengungsian, serta pendistribusian kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan dan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau. Penanganan bencana dilaksanakan melalui sinergi antara TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi terpadu terus dilakukan agar seluruh tahapan penanganan dapat berlangsung cepat, efektif, terukur, dan berkelanjutan. Pangkogabwilhan II menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Seluruh jajaran diminta untuk terus memantau perkembangan situasi serta memberikan dukungan maksimal hingga kondisi wilayah terdampak kembali aman dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Respons cepat Pangkogabwilhan II bersama seluruh jajaran tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi situasi darurat sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan secara terpadu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat. (Agus)