SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kobaran api menghanguskan sebuah kandang ternak ayam di wilayah Cigodeg Bojong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026) pagi. Kandang ayam dua lantai milik Hj. Yami, warga Kampung Galumpit, tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00 WIB. Api dengan cepat membesar hingga melalap bangunan kandang yang memiliki ukuran kurang lebih 100 meter x 10 meter. Salah seorang warga setempat, Deddy Arianto, menyebutkan kebakaran diduga dipicu oleh adanya gangguan pada instalasi listrik atau korsleting. “Sementara itu dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” kata Deddy. Kobaran api yang cukup besar membuat petugas pemadam kebakaran harus menerjunkan dua unit kendaraan ke lokasi kejadian. Mobil pemadam dari Pos Damkar Jampangkulon dan Tamanjaya dikerahkan untuk membantu proses penanganan kebakaran. Setelah melakukan upaya pemadaman selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api dan mencegah kobaran api meluas ke bangunan maupun area di sekitar lokasi. Meski api telah berhasil dipadamkan, kandang ternak ayam tersebut mengalami kerusakan parah akibat amukan si jago merah. Hingga kini, jumlah kerugian materiil yang dialami pemilik kandang belum dapat dipastikan. Petugas dan pihak terkait masih melakukan pengecekan serta pendataan di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan total kerugian yang ditimbulkan. Sementara itu, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. (Dicky)
LABUAN BAJO, Bidik-kasusnews.com Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., menunjukkan respons cepat dalam mendukung penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan TNI dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi situasi darurat bencana. Menindaklanjuti laporan kondisi wilayah terdampak, Pangkogabwilhan II segera menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Upaya awal difokuskan pada pemantauan situasi, pendataan dampak bencana, pemetaan wilayah prioritas, serta penyiapan personel dan sarana pendukung. Sebagai tindak lanjut, Pangkogabwilhan II bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (18/8/2026) pukul 10.30 WITA. Rombongan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing 737-4U3 untuk melaksanakan peninjauan langsung terhadap penanganan dampak gempa bumi di wilayah Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan II didampingi Asintel Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Sarkistan Sihaloho, S.E., Asops Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Prabowo Setiaji, Aster Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, serta sejumlah pejabat dan personel Kogabwilhan II. Kedatangan Pangkogabwilhan II disambut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu, S.H., Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, Dandim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf Budiman Manurung, S.E., M.I.P., Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., serta unsur terkait lainnya. Setibanya di Bandara Internasional Komodo, Pangkogabwilhan II bersama rombongan menuju ruang VIP Bandara Komodo. Dalam kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan II bersama Pangdam IX/Udayana turut menyambut Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan Kapolri beserta rombongan. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penanganan bencana di wilayah NTT. Selanjutnya, Pangkogabwilhan II meninjau Posko Bantuan Bencana di Kodim 1630/Manggarai Barat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, ketersediaan dan pengelolaan logistik, kelancaran komunikasi, pemutakhiran data, serta mekanisme pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak. Pada kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan II memberikan arahan kepada seluruh petugas posko agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi antarlembaga. Setiap kebutuhan masyarakat harus direspons secara cepat, sementara penyaluran bantuan harus dilakukan secara tepat sasaran dan merata dengan memprioritaskan wilayah yang paling membutuhkan. Dalam penanganan bencana, satuan TNI di wilayah terdampak turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan pertolongan, evakuasi masyarakat, pelayanan kesehatan, pendirian tempat pengungsian, serta pendistribusian kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan dan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau. Penanganan bencana dilaksanakan melalui sinergi antara TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi terpadu terus dilakukan agar seluruh tahapan penanganan dapat berlangsung cepat, efektif, terukur, dan berkelanjutan. Pangkogabwilhan II menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Seluruh jajaran diminta untuk terus memantau perkembangan situasi serta memberikan dukungan maksimal hingga kondisi wilayah terdampak kembali aman dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Respons cepat Pangkogabwilhan II bersama seluruh jajaran tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi situasi darurat sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan secara terpadu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kebakaran hebat melanda permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke sejumlah bangunan warga yang berdiri berdekatan. Peristiwa tersebut membuat suasana kampung adat berubah panik. Warga berusaha menyelamatkan diri sekaligus mengevakuasi barang-barang berharga yang masih dapat diselamatkan dari dalam rumah. Asap tebal tampak membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan pemerintah kecamatan bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi untuk membantu penanganan bencana. “Saat ini petugas masih memprioritaskan proses pemadaman api dan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Jumlah pasti bangunan yang terbakar masih dalam proses pendataan,” ujarnya. Upaya pemadaman melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta para relawan. Namun, proses penanganan sempat terkendala karena akses menuju kawasan kampung adat relatif sempit sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik kebakaran secara optimal. Di tengah proses pemadaman, petugas juga melakukan evakuasi warga ke lokasi yang dinilai lebih aman untuk mencegah risiko apabila api kembali meluas. Pemerintah bersama instansi terkait turut menyiapkan bantuan darurat berupa logistik dan kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak. Hingga laporan ini disusun, proses penanganan kebakaran masih berlangsung. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang. Sementara itu, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun nilai kerugian akibat musibah tersebut. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau setelah Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan armada tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk membantu masyarakat apabila terjadi krisis air. Kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat edaran terkait antisipasi dampak kekeringan. PMI memastikan seluruh sumber daya kemanusiaan telah disiapkan agar distribusi air bersih dapat dilakukan dengan cepat ketika terdapat permintaan dari wilayah terdampak. Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, mengatakan armada tangki air telah dipersiapkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi akibat menurunnya debit sejumlah sumber air. “PMI Kota Sukabumi telah menyiapkan armada tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung penanganan dampak kekeringan. Apabila terdapat permintaan dari masyarakat melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah, kami siap mendistribusikan air bersih secara cepat dan tepat sasaran,” katanya, Kamis (16/7). Dalam pelaksanaannya, PMI akan bersinergi dengan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi sebagai penyedia pasokan air bersih, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi yang bertugas mengoordinasikan penanganan bencana di daerah. Kerja sama lintas instansi tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air akibat berkurangnya debit sumber air selama musim kemarau. Tak hanya armada, PMI juga menyiagakan personel dan relawan yang akan bertugas mulai dari proses pengisian tangki, pengangkutan, hingga pendistribusian air ke lokasi terdampak. Seluruh kegiatan dilakukan secara terpadu bersama BPBD, PDAM, pemerintah kecamatan, dan kelurahan agar bantuan tepat sasaran. Untuk mempercepat pelayanan, PMI Kota Sukabumi membuka layanan pengaduan bagi masyarakat maupun pemerintah kelurahan yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih melalui Hotline PMI Kota Sukabumi di nomor 0858-6460-7954. Setiap laporan akan segera dikoordinasikan dengan BPBD dan PDAM agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secepat mungkin sesuai kondisi di lapangan. PMI juga mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih dini. (Usep)
CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peristiwa kebakaran hebat mengguncang warga Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, pada Selasa pagi (14/04/2026). Dalam hitungan menit, kobaran api melahap habis sebuah rumah milik warga bernama Sarkun, mengubah suasana tenang menjadi kepanikan. Kejadian bermula sekitar pukul 07.45 WIB saat seorang saksi mata, Didi, melihat asap hitam pekat mengepul dari bagian atap rumah korban. Ia yang berada tak jauh dari lokasi langsung berupaya mendekat, namun api sudah terlanjur membesar dan menguasai area dapur. Warga sekitar pun sempat berusaha melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Situasi sempat menegangkan karena api terus membesar dan berpotensi merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Mendapat laporan, jajaran kepolisian dari Polsek Ciwaringin bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi. Dua unit mobil damkar diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api yang semakin ganas. Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus berjibaku dengan panas dan kepulan asap tebal selama hampir dua jam. Berkat upaya maksimal di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 200 juta. Seluruh bangunan rumah beserta isinya tidak dapat diselamatkan. Kapolresta Cirebon, Imara Utama, memastikan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah penanganan lanjutan pascakejadian. Area lokasi telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Ia menyampaikan, tim kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kebakaran. “Kami fokus memastikan sumber api serta menjamin keamanan lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya. Kini, puing-puing bangunan di RT 12/06 Desa Galagamba menjadi pengingat betapa cepat dan dahsyatnya kebakaran dapat melanda. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi korsleting listrik maupun sumber api lainnya di lingkungan rumah. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Kampung Cipandan, RT 042/010, Desa Cicarap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 11.12 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang memunculkan percikan api hingga membesar dan menghanguskan bangunan. Rumah panggung berukuran 8×12 meter tersebut dilaporkan ludes terbakar. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang berada di kebun. Alhasil, mereka tidak sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap bangunan maupun barang di dalamnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, dampak kebakaran menyebabkan satu kepala keluarga dengan dua jiwa terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Ciracap segera bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa, P2BK, serta unsur Forkopimcam. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. Sejumlah pihak turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya Tagana, Pemerintah Desa Ciracap, serta warga setempat yang membantu proses penanganan awal. Tagana Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya langsung merespons cepat laporan warga dengan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pendataan awal. “Kami bergerak cepat melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini difokuskan pada pemenuhan logistik dasar bagi korban terdampak. “Korban membutuhkan bantuan seperti pakaian, perlengkapan tidur, makanan siap saji, serta kebutuhan harian lainnya. Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan tersebut bisa segera terpenuhi,” katanya. Hendra juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik. Menurutnya, pemeriksaan rutin terhadap jaringan listrik di rumah menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Saat ini, korban membutuhkan bantuan darurat berupa pakaian, kasur, tenda, makanan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan sehari-hari lainnya untuk menunjang kehidupan pascabencana. (Dicky)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Memasuki hari kedua pencarian dua mahasiswi yang hanyut akibat banjir bandang di sungai terusan Way Betung, Taman Wisata Wiragarden, Kecamatan Teluk Betung Barat, Babinsa Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri, kembali menunjukkan dedikasi luar biasa. Kamis (2/4/2026), sejak pukul 08.00 WIB, ia bersama tim gabungan memantau dan mengoordinasikan proses pencarian yang sempat dihentikan sementara pada hari sebelumnya. Bertempat di Jalan Wan Abdul Rahman RT 03 LK 1 Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri tidak hanya sekadar hadir. Ia aktif berkoordinasi dengan Tim Basarnas, BPBD Bandar Lampung, aparat terkait Teluk Betung Timur, Tim aparat terkait Bandar Lampung, Lurah Batu Putuk, serta puluhan linmas dan relawan. Pencarian hari kedua difokuskan pada penyisiran sungai dan muara menuju pesisir. “Kami terus bergerak bersama tim. Hari ini kami perkuat koordinasi di lapangan, memastikan setiap titik rawan diperiksa. Semangat keluarga korban menjadi energi kami untuk tidak berhenti mencari,” ujar Sertu Agus Nuri di sela-sela pemantauan. Identitas kedua korban yang hilang sebelumnya adalah: 1. Fatmawati (22 tahun), warga Kelurahan Indraloka Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mahasiswi FMIPA Universitas Lampung. 2. Bunga Rosana (22 tahun), warga Kelurahan Hadi Mulyo, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, juga mahasiswi Unila. Puncak pencarian hari kedua membawa duka. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim gabungan memperoleh informasi dari nelayan bahwa terdapat dua sosok mayat mengambang di perairan laut sekitar Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim SAR gabungan langsung meluncur ke lokasi. Babinsa Kelurahan Kota Karang turut memonitor babinsa pulau pesawaran sertu Muklis, proses evakuasi bersama Sertu Agus Nuri yang sigap berpindah ke lokasi penemuan. Pada pukul 11.00 WIB, kedua korban berhasil dievakuasi ke daratan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, Dan aparat terkait langsung menangani dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Lampung untuk dilakukan visum et repertum. Situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan terkendali. Kepiawaian Sertu Agus Nuri Babinsa 410-03/TBU dalam memantau dan menjaga sinergi antarinstitusi patut diapresiasi. Mulai dari pemantauan pencarian hari kedua di Wiragarden hingga koordinasi evakuasi di perairan Pulau Pasaran, Babinsa Batu Putuk ini terus berada di garda terdepan. Meski hasil akhir membawa kesedihan, upaya maksimalnya menjadi contoh nyata kepedulian TNI AD terhadap keselamatan warga, bahkan di tengah medan yang sulit. Pencarian resmi dinyatakan selesai. Keluarga korban telah menerima penjelasan dari tim gabungan. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jembatan gantung yang menjadi akses penghubung Kampung Lingkungsari dan Kampung Cisalak, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Insiden ini diduga kuat dipicu putusnya tali seling penopang utama saat jembatan dilintasi sejumlah kendaraan secara bersamaan. Peristiwa bermula ketika lima sepeda motor melintas di atas jembatan tersebut dalam waktu hampir bersamaan. Tanpa diduga, konstruksi jembatan tiba-tiba miring ke arah kanan sebelum akhirnya roboh setelah kabel penopang tak mampu menahan beban. Akibatnya, empat sepeda motor berikut pengendaranya terjatuh ke aliran Sungai Cibugel, sementara satu unit lainnya tersangkut di bagian jembatan yang tersisa. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat melakukan evakuasi secara gotong royong dengan memanfaatkan perahu seadanya. Lima warga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut masing-masing Dera (30), Sumarni (27), Dinda (6), Tutang (42), dan Fitri (35). Seluruh korban berhasil diselamatkan dan segera dibawa ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan penanganan medis. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan seperti lecet dan syok,” ujar salah satu warga di lokasi. Pasca kejadian, aparat bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pengamanan area. Koordinasi juga dilakukan dengan Forkopimcam dan petugas kebencanaan guna langkah penanganan lanjutan. Jembatan gantung sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut diketahui merupakan akses vital bagi mobilitas warga antar kampung. Sebelumnya, jembatan ini sempat direhabilitasi dan diresmikan pada September 2022 oleh Pangdam III/Siliwangi. Untuk sementara waktu, warga diimbau tidak melintasi jembatan tersebut. Aktivitas penyeberangan kini dialihkan menggunakan perahu milik warga sambil menunggu perbaikan dari pihak berwenang. (Dicky)
BIDIK-KASUSNEWS.COM BANDAR LAMPUNG – Derasnya hujan di kawasan Gunung Betung, Pesawaran, pada Rabu sore (1/4) memicu banjir bandang yang melanda Taman Wisata Wiragarden, Jalan Wan Abdul Rahman, Kelurahan Batu Putuk. Peristiwa tragis itu menghanyutkan dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Bunga Rosana dan Fatmawati, yang sedang menikmati waktu bersama teman-temannya. Di tengah kepanikan, kecepatan dan ketangguhan Babinsa Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri, menjadi titik terang dalam upaya pencarian dan koordinasi darurat. Laporan kejadian diterima Sertu Agus Nuri sekitar pukul 13.30 WIB melalui telepon dari Emi, petugas loket wisata. Tak menunggu sedetik pun, Babinsa Koramil 410-03/TBU itu langsung meluncur ke lokasi. Kedatangannya disambut suasana duka dan kepanikan dua orang saksi kunci, Rika Yolanda dan Damayanti, yang merupakan teman korban. Keduata selamat karena berada di lokasi sedikit lebih tinggi saat gelombang air tiba-tiba menyapu. “Saya langsung koordinasikan dengan Basarnas Kota Bandar Lampung, aparat terkai diwilayah Teluk Betung, Lurah Batu Putuk, dan Kasitrantip untuk bergerak cepat. Waktu adalah nyawa,” ujar Sertu Agus Nuri saat ditemui di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berlangsung mendadak. Hujan deras di hulu mengubah aliran sungai Way Betung menjadi banjir bandang dalam hitungan menit. Kedua korban, yang sedang berfoto di tepi sungai, terseret arus dan hingga pukul 17.00 WIB masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan. Ketangguhan Babinsa tak hanya ditunjukkan dengan kecepatan merespons, tetapi juga dengan kemampuannya mengoordinasikan unsur-unsur terkait di lapangan. Bersama aparat terkait, ia tetap bertahan di lokasi hingga malam, memastikan situasi aman dan pencarian terus berlangsung. Lurah Batu Putuk, yang turut hadir, mengapresiasi peran aktif Babinsa. “Pak Agus Nuri adalah contoh aparat kewilayahan yang benar-benar menguasai medan dan cepat mengambil tindakan. Kehadirannya sangat membantu kami mengelola keadaan,” ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyisir aliran sungai Way Betung. Sertu Agus Nuri bersama aparat lainnya terus bersiaga, menjadi simbol ketangguhan TNI AD dalam melindungi masyarakat dari musibah. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Cirebon – Intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengakibatkan sebuah rumah milik warga bernama Turyadi ambruk pada Sabtu 28/03/2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17:05 Wib di Jalan Telaga Remis Blok 3, Desa Cikalahang. Berdasarkan informasi di lapangan, hujan dengan curah tinggi yang berlangsung cukup lama diduga menjadi penyebab utama robohnya bangunan rumah tersebut. Struktur bangunan yang tidak mampu menahan derasnya air hujan akhirnya runtuh dan mengalami kerusakan cukup parah. Kuwu (Kepala Desa) Cikalahang, Kusnan, langsung bergerak cepat dengan turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan kondisi serta memastikan keselamatan warga sekitar. Dalam keterangannya, Kusnan menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kami sudah meninjau langsung ke lokasi dan memastikan kondisi aman,” ujarnya. Selain melakukan peninjauan, pihak desa juga berkoordinasi dengan warga setempat untuk melakukan langkah-langkah penanganan awal, termasuk membantu evakuasi barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga diimbau untuk memastikan kondisi bangunan rumah tetap kokoh serta memperhatikan lingkungan sekitar guna meminimalisir risiko bencana. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan kondusif dan terkendali. Pihak desa akan terus memantau perkembangan serta memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga terdampak. (Amin)