Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian melalui pemantauan langsung terhadap perkembangan lahan pertanian masyarakat. Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), kembali melakukan monitoring lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan monitoring dilaksanakan sekitar pukul 11.30 Wita dengan menyambangi lahan jagung milik Sadikin yang menjadi bagian dari kelompok tani Mandiri binaan Polri. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi dan dikelola secara perorangan.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung tersebut ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat ini telah memasuki usia sekitar 105 hari. Tanaman menggunakan benih jagung pakan jenis Hibrida Bisi 18, dengan kebutuhan benih sebanyak 100 kilogram atau sekitar 100 bungkus.
Dari sisi pemeliharaan, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 serta dolomit. Sementara untuk pengendalian gulma digunakan herbisida Basmilang. Proses pengelolaan lahan hingga saat ini masih dilakukan secara manual.
Tanaman jagung di lahan tersebut dilaporkan memiliki pertumbuhan sekitar 2 meter hingga 2,10 meter. Dengan perkembangan tersebut, panen diperkirakan dapat dilakukan sekitar 10 Oktober 2026, apabila kondisi tanaman dan faktor pendukung lainnya berjalan sesuai perkiraan.
Monitoring dilakukan personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto dan Aiptu Sukadi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman sekaligus mendorong keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Banjang.
Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dengan petani serta memastikan lahan yang masuk dalam program swasembada jagung terus mendapatkan perhatian dan pendampingan.
Polsek Banjang menyatakan kegiatan monitoring berlangsung aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang selama kegiatan juga terpantau kondusif.
Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perkembangan maupun kendala di lapangan sejak dini, sehingga program swasembada jagung dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan daerah.
(Agus)