Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung yang berada di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Monitoring tersebut dilaksanakan personel Polsek Banjang pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 Wita. Kegiatan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi lahan binaan Polri yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan.
Dalam pemantauan tersebut, petugas mengecek lahan milik Sadikin dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan masuk dalam kelompok tani mandiri binaan Polri.
Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah berusia sekitar 112 hari. Tinggi tanaman berkisar antara 160 hingga 180 sentimeter dan diperkirakan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026.
Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Hibrida Bisi 18. Untuk kebutuhan penanaman, petani menggunakan sekitar 100 kilogram benih atau 100 bungkus.
Sementara dalam perawatan tanaman, pupuk yang digunakan antara lain NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Proses pengelolaan lahan hingga saat ini masih dilakukan secara manual.
Kapolsek Banjang melalui personelnya menegaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk terus mengawal perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang.
Monitoring juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi tanaman secara langsung, sehingga perkembangan lahan dapat terus dipantau hingga memasuki masa panen.
Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Noryadi selaku Ka Jaga, bersama Brigadir Fahmi Rachman dan Briptu M. Alfito Gusna.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif. Monitoring lahan jagung pun berjalan dengan lancar.
Program pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan kepada petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
(Agus)