HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Jajaran Polsek Amuntai Utara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukumnya. Monitoring kali ini menyasar lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Pemantauan dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 Wita hingga selesai. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan perkembangan tanaman sekaligus untuk mengetahui kondisi faktual lahan jagung yang dikelola masyarakat.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, tanaman jagung di lahan Poktan Sungai Bayan memiliki ketinggian yang bervariasi, yakni sekitar 80 hingga 160 sentimeter.
Namun, petugas menemukan adanya kondisi daun tanaman yang menguning. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tingkat kesuburan tanah yang kurang mendukung sehingga pertumbuhan tanaman jagung belum optimal.
Temuan tersebut menjadi salah satu bahan penting dalam monitoring karena kondisi lahan dan tanaman perlu diperhatikan secara berkala agar perkembangan budidaya jagung dapat terus terpantau hingga memasuki tahap berikutnya.
Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh dua personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Ferry A.P dan Bripka Eko P.
Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, pemantauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pendataan dan pengawasan perkembangan lahan pertanian masyarakat.
Dengan adanya monitoring secara berkala, kondisi tanaman yang mengalami kendala dapat diketahui lebih awal dan menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait maupun petani untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Kegiatan berlangsung dengan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara selama pelaksanaan monitoring juga dilaporkan aman dan kondusif.
Pemantauan lahan jagung di wilayah HSU diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga perkembangan tanaman dapat diketahui secara faktual sekaligus mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
(Agus)