Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pendampingan terhadap program swasembada jagung melalui kegiatan monitoring perkembangan tanaman di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani agar dapat dicarikan solusi bersama dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
Pemantauan dilakukan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung memiliki tinggi berkisar antara 80 hingga 110 sentimeter. Namun, petugas menemukan sebagian daun tanaman mulai menguning.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingkat kelembapan tanah yang cukup tinggi akibat lahan dalam keadaan basah. Kondisi itu dinilai berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman apabila tidak segera ditangani melalui pengelolaan lahan yang tepat.
Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Ferry A.P. bersama Bripda Dio. Selain memantau kondisi tanaman, keduanya juga berkoordinasi dengan kelompok tani untuk mengetahui perkembangan budidaya jagung serta memberikan motivasi agar petani tetap melakukan perawatan secara optimal.
Kapolsek Amuntai Utara menegaskan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Polres Hulu Sungai Utara berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pendampingan, pemantauan, dan koordinasi bersama para petani di wilayah hukumnya.
(Agus)