Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukumnya. Monitoring dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memetakan kondisi lahan pertanian yang terdampak genangan air.
Kegiatan monitoring berlangsung pada Jumat (17/7/2026) mulai pukul 10.00 Wita di Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan dipimpin oleh personel piket Polsek Amuntai Tengah yang terdiri dari Aipda Dwi Hartono, Aipda Iwan Krisnawan, Aipda M. Rifqy Maulidin, Brigpol Hendra, S.S.T. Ars., dan Bripda Ahmad Muzakkir.
Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan satu unit mobil patroli serta perangkat komunikasi untuk memantau kondisi lahan jagung milik petani sekaligus mengumpulkan data perkembangan tanaman yang akan dilaporkan kepada pimpinan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan jagung di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah masih tergenang air. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani karena berpotensi menghambat kegiatan penanaman jagung dalam beberapa bulan ke depan apabila debit air belum surut.
Selain mendukung program swasembada pangan, kegiatan monitoring ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah-langkah penanganan yang tepat.
Polsek Amuntai Tengah menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan jagung dan kondisi debit air di wilayah pertanian. Data hasil monitoring diharapkan dapat menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi kepada pimpinan serta mendukung upaya menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat juga menjadi bentuk komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
(Agus)