Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Rabu (19/8/2026), personel Polsek Babirik melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU.
Monitoring yang dilakukan sekitar pukul 11.00 WITA tersebut menyasar lahan pertanian milik Bahri yang dikelola bersama kelompok tani (Poktan) Berkat Setia. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare dan ditanami jagung pakan.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung telah berusia 29 hari setelah tanam (HST). Penanaman dilakukan pada 21 Juli 2026 dengan menggunakan benih jagung varietas Bisi 18 sebanyak 75 kilogram atau sekitar 75 bungkus.
Saat dilakukan monitoring, tanaman dilaporkan memiliki tinggi sekitar 7 sentimeter. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang.
Dalam pengelolaan lahan tersebut, proses budidaya masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Pemantauan secara berkala dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan kegiatan budidaya berjalan sesuai tahapan. Monitoring juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara aparat kepolisian dengan kelompok tani di wilayah binaan.
Bahri selaku pemilik lahan sekaligus Ketua Poktan Berkat Setia menjadi salah satu petani yang turut mendukung pengembangan komoditas jagung di wilayah tersebut. Berdasarkan perencanaan yang ada, tanaman jagung diperkirakan memasuki masa panen sekitar 21 November 2026.
Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian, khususnya pengembangan jagung sebagai salah satu komoditas strategis.
Selain melakukan pemantauan, kehadiran personel di tengah petani juga menjadi sarana untuk menyerap informasi terkait kondisi lahan dan perkembangan tanaman. Dengan komunikasi yang terjalin secara berkelanjutan, berbagai kendala yang muncul dalam proses budidaya diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Polres HSU melalui jajaran Polsek terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan. Monitoring lahan jagung tersebut sekaligus menjadi wujud dukungan kepolisian terhadap aktivitas pertanian produktif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
(Agus)