Bidik-kasusnews.com
JAKARTA — Kebijakan reshuffle kabinet yang kembali dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Salah satu perubahan penting terjadi di tubuh Badan Karantina Indonesia (Barantin) dengan ditunjuknya Abdul Kadir Karding sebagai kepala yang baru.
Pergantian ini membawa harapan besar, terutama bagi pelaku usaha di sektor ekspor, termasuk industri sarang burung walet (SBW) yang selama ini menghadapi berbagai kendala.
Selama beberapa tahun terakhir, sektor SBW disebut mengalami tekanan cukup berat. Selain persoalan regulasi yang dinilai belum sinkron antar lembaga, hambatan juga muncul dari kebijakan negara tujuan ekspor yang memperketat standar masuk komoditas tersebut. Kondisi ini membuat daya saing produk Indonesia menurun meski secara produksi masih mendominasi pasar global.
Dewan Pembina PPSWN, Benny Hutapea, menilai bahwa peran Barantin selama ini belum maksimal dalam melindungi kepentingan eksportir nasional. Ia menyoroti lemahnya diplomasi serta kurangnya koordinasi lintas kementerian yang berdampak langsung pada tersendatnya arus ekspor.
“Padahal Indonesia merupakan produsen utama sarang burung walet dunia. Potensi ini seharusnya bisa dimanfaatkan lebih optimal jika didukung kebijakan yang tepat dan terintegrasi,” ujarnya Beny kepada Bidik-kasusnews 30/4/2026.
Tak hanya itu, maraknya praktik ekspor ilegal juga menjadi persoalan serius. Diperkirakan ribuan ton SBW keluar melalui jalur tidak resmi setiap tahun, menyebabkan kerugian besar bagi negara serta menekan harga pasar bagi pelaku usaha yang patuh aturan.
Dengan kepemimpinan baru di Barantin, pelaku industri berharap adanya perubahan nyata.
Penguatan koordinasi dengan kementerian terkait seperti sektor pertanian, kelautan, hingga perdagangan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan transparan.
Lebih jauh, Barantin diharapkan mampu memainkan peran strategis sebagai garda depan dalam diplomasi perdagangan, bukan hanya sebagai lembaga pengawas.
Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif, sektor sarang burung walet diyakini dapat kembali bangkit dan menjadi salah satu penopang devisa negara.
Optimisme pun mulai tumbuh di kalangan petani dan eksportir. Mereka berharap reshuffle ini benar-benar menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar pergantian figur, melainkan transformasi kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha di lapangan.(Wely)