Penataan Bukan Penggusuran Negara Wajib Hadir dengan Solusi Bukan Menambah Beban Rakyat Kecil

Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Rencana penertiban sejumlah warung dan lapak usaha milik warga di kawasan depan Lapangan Sepak Bola Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, para pedagang berharap pemerintah tidak menjadikan penertiban sebagai tindakan yang berujung pada hilangnya mata pencaharian tanpa adanya solusi yang jelas.

Bagi sebagian orang, bangunan sederhana tersebut mungkin hanya terlihat sebagai deretan warung di pinggir jalan. Namun bagi para pedagang, tempat itu adalah ruang perjuangan, tempat mereka menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari.

Ade, salah satu pedagang yang terdampak, mengaku sangat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek kemanusiaan sebelum mengambil langkah yang berpotensi menghilangkan sumber penghasilan warga.

“Kami tidak menolak aturan. Kami menghormati pemerintah dan siap mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun kami berharap ada kebijaksanaan. Warung ini menjadi penopang hidup keluarga kami. Jika memang harus ditertibkan, setidaknya berikan solusi terlebih dahulu agar kami tetap bisa mencari nafkah,” ujarnya 16/06/2026.

Menurut Ade, masyarakat kecil saat ini sudah menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Kenaikan biaya hidup, menurunnya daya beli masyarakat, hingga sulitnya mencari pekerjaan menjadi kenyataan yang harus dihadapi setiap hari. Karena itu, kebijakan yang berdampak langsung terhadap sumber penghasilan warga harus dilakukan secara hati-hati dan penuh pertimbangan.

Sorotan serupa disampaikan pengamat kebijakan publik Abdul Hadi. Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan penataan kawasan dan menegakkan aturan. Namun kewenangan tersebut harus dijalankan dengan mengedepankan keadilan sosial dan tanggung jawab terhadap warga yang terdampak.

“Perlu dipahami bahwa menertibkan bukan berarti menggusur tanpa solusi. Negara tidak boleh hadir hanya ketika ingin menegakkan aturan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan kepastian hidup,” kata Abdul Hadi.

Ia menilai pendekatan yang terlalu represif dalam penataan kawasan berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru. Terlebih apabila masyarakat yang terdampak tidak diberikan alternatif yang layak untuk melanjutkan usahanya.

“Rakyat kecil hari ini sudah menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan. Mereka berjuang menghadapi kenaikan biaya hidup, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan berbagai persoalan ekonomi lainnya.

Jangan sampai kebijakan pemerintah justru menambah beban tanpa menghadirkan jalan keluar. Penertiban harus dibarengi solusi, bukan sekadar pembongkaran,” tegasnya.

Abdul Hadi juga mengingatkan agar seluruh proses penertiban dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari kepentingan pihak manapun.

“Jangan ada kesan bahwa kebijakan publik dijalankan karena adanya dorongan kepentingan tertentu. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa setiap tindakan dilakukan murni demi kepentingan umum, berdasarkan aturan yang jelas, serta diterapkan secara adil kepada semua pihak tanpa pengecualian,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prinsip keadilan tidak boleh berhenti pada penegakan aturan semata, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

“Penegakan hukum yang baik bukan yang paling keras, melainkan yang paling adil. Pemerintah harus menunjukkan bahwa negara memiliki hati. Jangan sampai masyarakat kecil merasa hanya menjadi objek penertiban, sementara hak mereka untuk memperoleh perlakuan yang manusiawi dan solusi yang layak justru diabaikan,” tambahnya.

Masyarakat berharap Satpol PP dan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengedepankan dialog, musyawarah, dan pendekatan persuasif sebelum mengambil langkah yang berpotensi menghilangkan mata pencaharian warga.

Sebab pada akhirnya, tujuan penataan bukan hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga memastikan bahwa tidak ada rakyat kecil yang menjadi korban dari kebijakan yang seharusnya hadir untuk melayani dan melindungi mereka.

Di tengah tuntutan penegakan aturan, publik kini menunggu satu hal yang paling mendasar: apakah negara akan hadir membawa solusi, atau justru menambah kesulitan bagi mereka yang selama ini hanya berusaha bertahan hidup dengan cara yang sederhana dan jujur.

Amin

Follow Us On

Trending Now​

Siswi SMKN 1 Surade Meninggal Dunia, Tinggalkan Duka Mendalam bagi Keluarga dan Sahabat

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kabar duka datang dari keluarga besar SMKN 1 Surade. Riska Aulia...

Nama Siswa Hilang dari Sistem, Ketum BJI Desak Disdik Jabar Buka Data dan Lakukan Audit, Ada Kejanggalan di SMAN 3 Kota Cirebon

CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Ditutupnya pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) Tahun 2026...

Bersumber dari APBD Indramayu th 2026 Dinas PUPR Indramayu Cirebon jalan Karangampel-Juntikebon

Indramayu,-Bidik-kasusnews.com,.Peningkatan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan antarkecamatan...

Dekat di Hati Petani, Polres Kuningan Pasang Badan Kawal Swasembada Pangan

KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Komitmen menyukseskan swasembada pangan nasional bukan cuma di atas...

Curah Hujan Tinggi Jadi Tantangan, Polsek Amuntai Utara Pantau Kondisi Lahan Jagung di Panangkalaan

HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Amuntai Utara terus melakukan pemantauan terhadap...

Polsek Banjang Pantau Perkembangan Jagung Hibrida di Pulau Damar, Dukung Swasembada Pangan Hulu Sungai Utara

HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Banjang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung...

Recent Post​

Siswi SMKN 1 Surade Meninggal Dunia, Tinggalkan Duka Mendalam bagi Keluarga dan Sahabat

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kabar duka datang dari keluarga besar SMKN 1 Surade. Riska Aulia, siswi kelas XI SMKN 1 Surade, meninggal dunia pada...

Nama Siswa Hilang dari Sistem, Ketum BJI Desak Disdik Jabar Buka Data dan Lakukan Audit, Ada Kejanggalan di SMAN 3 Kota Cirebon

CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Ditutupnya pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) Tahun 2026 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada 11...

Bersumber dari APBD Indramayu th 2026 Dinas PUPR Indramayu Cirebon jalan Karangampel-Juntikebon

Indramayu,-Bidik-kasusnews.com,.Peningkatan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan antarkecamatan di Kabupaten Indramayu kini memasuki babak baru...

Dekat di Hati Petani, Polres Kuningan Pasang Badan Kawal Swasembada Pangan

KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Komitmen menyukseskan swasembada pangan nasional bukan cuma di atas kertas, Menunjukkan intensitas dan totalitas yang...

Curah Hujan Tinggi Jadi Tantangan, Polsek Amuntai Utara Pantau Kondisi Lahan Jagung di Panangkalaan

HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Amuntai Utara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan swasembada jagung di wilayah binaannya...

Polsek Banjang Pantau Perkembangan Jagung Hibrida di Pulau Damar, Dukung Swasembada Pangan Hulu Sungai Utara

HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Banjang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui...

Polsek Banjang Gencarkan Penyuluhan Pertanian Jagung di Pulau Damar, Dorong Ketahanan Pangan dan Swasembada Jagung HSU

HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU)...

Warga Surade Keluhkan Barang Belanja Online tidak Sesuai Pesanan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, bernama Rikja mengeluhkan barang yang...

Efisiensi APBD Diserukan, Sekretariat DPRD Majalengka Anggarkan Rp255 Juta untuk Langganan Media

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,. Di tengah gencarnya seruan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majalengka, Sekretariat...