SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat strategi pemerataan ekonomi melalui transparansi dan pemetaan perputaran dana di tingkat kelurahan.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan langkah ini penting agar stimulus ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita harus tahu berapa dana yang berputar, baik dari APBD maupun non-APBD, sehingga dampaknya nyata di masyarakat,” tegas Ayep, Selasa (16/9/2025).
Tahun 2026, Pemkot mengalokasikan Rp89 miliar dari APBD untuk program-program intensif masyarakat.
Dana tersebut diperkuat oleh sumber non-APBD seperti BAZNAS, CSR, Koperasi Merah Putih, MBG, hingga pengelolaan wakaf.
Program wakaf saat ini sudah berjalan di dua kecamatan dan ditargetkan menjangkau kelurahan hingga RT/RW.
“Kalau ini terus bergulir, akan muncul dampak positif bagi pembangunan dan penguatan ekonomi di akar rumput,” ujar Ayep.
Ia optimistis program ini akan mempersempit ketimpangan sosial dan mulai menunjukkan hasil dalam tiga tahun ke depan.
Sebagai tindak lanjut, Kelurahan Babakan menjadi salah satu contoh pelaksana program pemberdayaan melalui dana kelurahan (Dankel) 2025.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Susyana, RT/RW, serta Karang Taruna.
Lurah Babakan, Burhanudin, menyebut pihaknya telah menyalurkan perlengkapan kerja seperti sepatu both, jas hujan, dan alat tambal ban beserta kompresor untuk mendukung kegiatan produktif Karang Taruna.
Selain itu, forum ini juga membahas pembentukan Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menangani persoalan sampah.
Burhanudin mengingatkan warga untuk mematuhi Perda Nomor 11 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah. “Pembuangan sampah dijadwalkan pukul 16.00 hingga 06.00 pagi.
Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakarnya, dan tidak membuang ke sungai,” katanya. (Usep)