Situbondo, Bidik-kasusnews.com – Pantai Jangkar di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi saksi lahirnya ribuan prajurit infanteri baru TNI Angkatan Darat dalam tradisi pembaretan yang berlangsung penuh khidmat dan semangat juang, Sabtu (20/6/2026).
Sebanyak 1.035 prajurit siswa yang terdiri dari 221 siswa Bintara dan 814 siswa Tamtama mengikuti upacara pembaretan sebagai tanda resmi bergabungnya mereka ke dalam Korps Infanteri TNI AD. Prosesi ini merupakan puncak dari rangkaian Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri Tahun Anggaran 2026.
Pantai Jangkar yang selama ini dikenal sebagai kawasan strategis latihan militer sekaligus pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Madura, kembali menjadi lokasi bersejarah bagi pembentukan karakter dan mental para calon prajurit infanteri.
Upacara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Rindam V/Brawijaya, Brigadir Jenderal TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M. Dalam prosesi itu, para siswa menerima penyematan simbol kehormatan Korps Infanteri, termasuk Brevet Yudha Wastu Pramuka yang menjadi lambang kebanggaan dan identitas prajurit infanteri TNI AD.
Dalam amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) yang dibacakan Brigjen TNI Mukhamad Albar, para prajurit baru diingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, meningkatkan kesiapsiagaan tempur, serta memelihara disiplin sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas negara.
Selain kemampuan teknis dan taktis, prajurit infanteri juga dituntut memiliki integritas, loyalitas, tanggung jawab, serta komitmen tinggi terhadap pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut harus senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Danpussenif juga menekankan agar seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa pendidikan tidak berhenti di lembaga pendidikan, tetapi terus diasah dan dikembangkan melalui latihan berkelanjutan di satuan masing-masing.
“Pembaretan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian sebagai prajurit infanteri yang siap menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Pada kesempatan itu, Danpussenif turut menyampaikan apresiasi kepada Komandan Rindam V/Brawijaya dan Komandan Dodiklatpur atas dedikasi dalam mendidik, melatih, dan membentuk prajurit infanteri yang profesional, tangguh, serta siap menjalankan tugas pertahanan negara.
Tradisi pembaretan yang berlangsung di tepi Pantai Jangkar tersebut tidak hanya menjadi simbol kelulusan pendidikan, tetapi juga menandai lahirnya generasi baru prajurit infanteri TNI AD yang siap mengemban tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan, para prajurit infanteri muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan pertahanan negara serta menjaga kehormatan Korps Infanteri di setiap medan penugasan.
(Agus)
