Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Polres Kuningan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat menggelar kegiatan pangan murah. Kali ini, kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat tersebut dipusatkan di Desa Susukan Kecamatan Cipicung. Hal itu untuk membantu warga di tengah kenaikan harga bahan-bahan pokok pada Bulan Suci Ramadan 1447 H.
Barang-barang yang dijual sangat jauh di bawah harga pasar sehingga hal itu membuat ratusan warga terutama kalangan ibu rumah tangga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan bahan pokok yang super murah tapi berkualitas karena tidak akan tiap hari ada di daerahnya.
Sedangkan rincian harga sembilan komoditas yang dijual dalam kegiatan gerakan pangan murah (GPM) tersebut meliputi, beras hanya dibandrol Rp12.000 per kg, minyak goreng Rp15.500 per liter, daging sapi Rp120.000 per kg, daging ayam Rp36.000 per ekor, telur ayam Rp 29.000 per kg, cabai Rp28.000 per kg, bawang merah/putih Rp38.000 per kg, gula pasir Rp15.500 per kg serta tepung terigu Rp8.000 per kg.
“Sembakonya murah banget dan sangat membantu di tengah kondisi harga yang sedang naik. Maka tadi saya beli beras, telur dan minyak goreng. Kalau bisa sih, pangan murah seperti ini jangan sekali saja tapi rutin khususnya yang diselenggarakan di Desa Cipicung,” ujar salah satu warga, Wiwin (30 tahun).
Kapolres Kuningan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Muhamad Ali Akbar menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat karena di samping dapat membantu ekonomi warga, kepolisian juga tengah fokus pada fungsi pengawasan guna mencegah adanya praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Pemda Kuningan dan Polres berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan stok pangan hingga hari raya Lebaran Idul Fitri 1447 H., tiba. Hal itu untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan tahun 2026 ini dengan tenang tanpa terbebani harga pangan yang mahal.
“Kami hadir untuk memastikan warga mendapatkan kebutuhan pokok berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Ini juga bentuk kepedulian Polri dalam menekan laju inflasi daerah. Saya mengapresiasi atas ketertiban warga khususnya para ibu rumah tangga yang tetap antusias mengantre demi memperoleh pangan murah,” ucapnya.
(Asep Rusliman)