JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 9 Januari 2026 membawa dampak serius bagi warga Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Akibat kejadian tersebut, pasokan air bersih yang dikelola Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) desa terhenti total.
kepala Desa Kunir,Sucipto,mengatakan longsor menerjang area sumber mata air sekaligus jalur pipa distribusi air bersih milik desa. Akibatnya, pipa sepanjang sekitar satu kilometer mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian hanyut terbawa material longsoran.
“Kerusakan pipa cukup berat karena berada di jalur rawan longsor. Sejak kejadian itu, air dari sumber tidak bisa lagi mengalir ke rumah warga,” ujar Kepala Desa Kunir saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews, Selasa (21/1/2026).
Ia menjelaskan, sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 1.000 jiwa kini terdampak langsung. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci.
Menurut Kepala Desa, saat ini sebagian besar warga mengandalkan air hujan yang ditampung menggunakan ember dan drum sebagai solusi sementara. Namun kondisi tersebut dinilai tidak ideal dan berisiko, terutama bagi kesehatan masyarakat.
“Kami khawatir jika kondisi ini berlangsung lama. Air hujan tidak selalu tersedia, dan kualitasnya juga perlu perhatian khusus,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Kunir, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta melaporkan kondisi darurat ini ke Pemerintah Kabupaten Jepara dan instansi terkait. Diharapkan ada bantuan penanganan darurat, baik berupa suplai air bersih maupun perbaikan jaringan pipa.
Kepala Desa Kunir menegaskan bahwa proses perbaikan membutuhkan dukungan berbagai pihak karena medan menuju sumber air cukup sulit dan rawan longsor susulan. Selain itu, diperlukan kajian teknis agar jalur pipa ke depan lebih aman dari ancaman bencana.
“Kami berharap ada perhatian serius dari dinas terkait, terutama untuk perbaikan permanen dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar sumber mata air, khususnya kawasan lereng dan hulu, sebagai upaya jangka panjang menjaga keberlanjutan air bersih di Desa Kunir.
Krisis air bersih ini menjadi ujian berat bagi warga Desa Kunir. Pemerintah desa berharap pemulihan pasokan air bersih dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas dan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
(Wely-jateng)