SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan (TKPP) Kota Sukabumi, H. Ubaydillah, menegaskan bahwa pembentukan TKPP merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperkuat transparansi, sinergi, dan percepatan pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran TKPP bukan hanya sekadar tim pendamping, melainkan motor penggerak untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif dan terukur.
“TKPP dibentuk secara legal dan terbuka. Tugas kami bukan menggantikan peran ASN, tetapi memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar target pembangunan tercapai lebih cepat dan efisien,” tegas Ubaydillah, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, keberadaan TKPP telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kinerja sejumlah BUMD dan BLUD.
“Capaian ini membuktikan bahwa kolaborasi dan pengawasan berbasis data bisa menghasilkan perubahan signifikan. Semua dilakukan dalam koridor akuntabilitas dan transparansi publik,” ujarnya.
Dampak kerja TKPP tercermin dari peningkatan kinerja badan usaha milik daerah.
Dia menegaskan bahwa seluruh langkah TKPP sejalan dengan arahan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan prinsip *good governance.
“Fokus kami sederhana: mempercepat kinerja pemerintahan dengan cara yang transparan, profesional, dan berorientasi hasil. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus kembali dalam bentuk manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Direktur Utama Perumda BPR Kota Sukabumi, Sutrisno Priyosuryono, menyebut laba kotor naik dari Rp2,5 miliar pada 2024 menjadi Rp4,1 miliar hingga September 2025, dengan ROA mencapai 8,1 persen.
“Peningkatan ini juga hasil pendampingan dan diskusi strategis bersama Ketua TKPP yang berfokus pada efisiensi dan penataan manajemen risiko,” kata Sutrisno.
Kinerja positif juga dicatat Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa, yang kini membukukan laba Rp410 juta setelah sebelumnya mengalami kerugian rata-rata Rp3,6 miliar per tahun.
Plt Direktur Dian Afriyandi menyebut, peningkatan ini tidak lepas dari arahan dan evaluasi TKPP bersama Dewan Pengawas dalam menekan kebocoran air melalui Tim NRW.
Perbaikan kinerja juga terlihat di RSUD R. Syamsudin, S.H., yang mencatatkan laba Rp7 miliar hingga September 2025.
Direktur Yanyan Rusyandi menuturkan, pengawasan intensif dari TKPP membantu rumah sakit memperkuat likuiditas dan efisiensi belanja.
“Koordinasi dengan TKPP membuat proses pengendalian keuangan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Galih Marelia, menambahkan bahwa peran TKPP sangat terasa dalam peningkatan PAD.
“Capaian pajak dan retribusi daerah non-BLUD naik dari Rp66,72 miliar pada September 2024 menjadi Rp103,72 miliar per September 2025, tumbuh 55 persen,” jelasnya. (Usep)