Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD HSU, Manggala Agni dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Selasa (1/9/2026).
Kebakaran diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya titik panas (hotspot) di kawasan tersebut. Tim kemudian melakukan pengecekan langsung ke lapangan atau ground check untuk memastikan kondisi dan luasan area yang terdampak.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu titik hotspot dengan luasan lahan terbakar yang diperkirakan mencapai 11,43 hektare.
Pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 14.30 WITA. Wakapolres HSU Kompol Sony F. L. Gaol, S.E., M.M., turut turun langsung memimpin penanganan di lokasi bersama Kasat Reskrim Polres HSU AKP Firdaus Tarigan, S.H., M.M., Kasat Intelkam AKP Agus Murti Widodo, Kasat Sabhara AKP Sutopo, serta Plh. Kapolsek Banjang AKP Didik Suryanto, S.H.
Penanganan juga melibatkan personel Koramil Amuntai Tengah/Banjang, Satgas Karhutla Polres HSU, BPBD HSU, Manggala Agni, Tim Inafis Polres HSU dan warga setempat.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung mengecek titik api sekaligus berkoordinasi dengan aparatur desa dan masyarakat. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah kobaran api menjalar ke kawasan lain.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam proses pemadaman, mulai dari pompa portable milik Polres HSU, BPBD HSU dan Manggala Agni hingga peralatan manual berupa gepyok.
Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa area yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kondisi relatif lembap. Vegetasi yang terdampak meliputi semak belukar, bondong dan purun. Sementara status fungsi kawasan disebut berada dalam Areal Penggunaan Lain (APL).
Menurut keterangan masyarakat, api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi petugas karena bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah.
Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Untuk mengatasinya, personel gabungan menggunakan pompa portable sekaligus melakukan pemadaman secara manual.
Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI dan masyarakat terus dilakukan hingga titik-titik api berhasil dikendalikan.
Selain pemadaman, Tim Inafis Polres HSU turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan bahan keterangan terkait peristiwa kebakaran.
Hingga penanganan berlangsung, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.
Sekitar pukul 19.00 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih menemukan kepulan asap kecil di sejumlah bagian lahan sehingga dilakukan pemantauan dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya api kembali.
Berdasarkan hasil pengecekan bersama, total lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 11,43 hektare.
Polres HSU Tekankan Pentingnya Respons Cepat
Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat serta sinergi lintas instansi.
Menurutnya, setiap laporan masyarakat terkait titik api harus segera ditindaklanjuti agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
“Polres HSU bersama TNI, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat akan terus bersinergi dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla. Setiap informasi mengenai titik api maupun indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti agar api tidak berkembang dan meluas,” ujar IPTU Asep Hudzainur.
Ia menambahkan, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Peran masyarakat sangat penting, terutama dalam mencegah aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Pengendalian Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” tambahnya.
Polres HSU mengingatkan bahwa dampak Karhutla tidak hanya berupa kerusakan lahan dan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.
Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu terus ditingkatkan, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.
Gerak cepat tim gabungan di Desa Pulau Damar menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan Karhutla sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.
Polres HSU kembali mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Laporan sedini mungkin diharapkan dapat mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
(Agus)