JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara – 29-maret-2025
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jepara kembali menelan korban. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan rumah milik Halimin (42), warga Dukuh Penagon RT03/RW06, Desa/Kecamatan Nalumsari, mengalami kerusakan parah pada Sabtu (29/3/2025). Akibat kejadian ini, Halimin dan keluarganya harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Jepara. Diperkirakan, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, melalui Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Moh. Ali Wibowo, menjelaskan bahwa hujan deras yang berlangsung sejak siang hingga malam menjadi pemicu utama kejadian ini.
“Rumah korban sudah dalam kondisi lapuk di beberapa bagian. Hujan deras dan angin kencang akhirnya menyebabkan bangunan tidak mampu bertahan dan roboh,” jelas Ali Wibowo.
Dari hasil asesmen BPBD, bagian rumah yang mengalami kerusakan paling parah adalah ruang tamu, ruang keluarga, serta kamar utama. Material kayu yang sudah tua serta atap yang tidak lagi kokoh memperparah kondisi rumah saat diterpa angin kencang.
Tidak Ada Korban Jiwa, Tapi Kerugian Besar
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Halimin dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan benar-benar runtuh. Namun, mereka kini kehilangan tempat tinggal dan harus bergantung pada bantuan dari sanak saudara serta warga sekitar.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, untuk sementara waktu, Pak Halimin dan keluarganya harus mengungsi ke rumah saudara karena rumah mereka sudah tidak layak huni,” tambah Ali Wibowo.
BPBD Kabupaten Jepara memperkirakan kerugian akibat insiden ini mencapai Rp 50 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan struktural rumah serta perabotan yang tertimpa reruntuhan bangunan.
Bantuan Mendesak Diperlukan
Guna meringankan beban korban, BPBD telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan awal.
“Kami sudah mengirimkan tim untuk membantu pembersihan puing-puing bangunan dan mendata kebutuhan mendesak bagi keluarga korban,” terang Ali Wibowo.
Saat ini, keluarga Halimin sangat membutuhkan bantuan logistik, termasuk makanan, pakaian, dan air bersih. Selain itu, material bangunan seperti kayu, seng, dan semen juga menjadi kebutuhan mendesak agar rumah dapat segera diperbaiki.
“Kami mengajak warga sekitar dan pihak terkait untuk turut membantu. Saat ini yang paling dibutuhkan adalah logistik kebutuhan dasar dan material bangunan agar rumah korban bisa segera diperbaiki,” imbuhnya.
BPBD juga mengingatkan warga Jepara, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem. Dengan datangnya musim penghujan, potensi bencana seperti angin kencang dan tanah longsor bisa semakin meningkat.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi rumah mereka dan melakukan perbaikan jika diperlukan guna mengurangi risiko kerusakan akibat bencana alam.(Wely-jateng)
Sumber; Global7.id(29/03/2025)