SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lauk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cibungur, Kota Sukabumi, sempat menjadi sorotan setelah video yang beredar di media sosial menarasikan makanan tersebut tidak menggunakan daging.
Tampilan lauk yang tidak memperlihatkan potongan daging secara utuh membuat sebagian orang tua siswa mempertanyakan jenis makanan yang dibagikan dalam program MBG.
Namun, pihak SPPG Limusnunggal 2 memastikan lauk tersebut bukan oncom seperti yang terlihat secara visual, melainkan daging cincang yang dimasak bersama kacang buncis.
Ahli Gizi SPPG Limusnunggal 2, Pratiwi Janna Novtiyani, menjelaskan menu MBG yang dibagikan pada Rabu (23/9) terdiri atas nasi, tumis daging cincang dan kacang buncis, tahu goreng, serta saus.
“Menu hari ini adalah nasi, tumis daging, tumis daging cincang dan kuncis, tahu goreng, dan saus,” ujar Pratiwi, Rabu (23/9).
Menurutnya, daging memang sengaja diolah dalam bentuk cincang dan dicampur dengan kacang buncis. Cara pengolahan tersebut membuat bentuk daging tidak terlihat jelas ketika makanan sudah berada di dalam wadah.
“Yang terdapat di operan adalah daging cincang, tumis daging cincang dan kuncis. Namun visualisasinya seperti oncom,” jelasnya.
Pratiwi menegaskan, dari sisi kandungan gizi, menu tersebut telah disusun sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk teknis program MBG.
Ia mengatakan penggunaan daging cincang juga bukan tanpa alasan. Sebelumnya, SPPG Limusnunggal 2 pernah menyajikan daging dalam bentuk kalio.
Namun, saat itu terdapat sejumlah keluhan dari penerima manfaat karena tekstur daging dinilai masih terlalu keras untuk dikonsumsi anak-anak.
“Karena sebelumnya kita sudah memberikan menu daging kalio. Namun ada beberapa keluhan dari para penerima manfaat, daging kalio itu masih keras,” ungkapnya.
Berdasarkan evaluasi tersebut, daging kemudian diolah menjadi bentuk cincang agar teksturnya lebih mudah dikonsumsi, baik oleh siswa kelas bawah maupun kelas atas.
Menanggapi video yang beredar, Pratiwi menyebut pihak SPPG juga telah mendatangi SDN Cibungur untuk melakukan klarifikasi secara langsung.
Sementara itu, PIC MBG SDN Cibungur, Irfan Firmansyah, membenarkan bahwa lauk yang menjadi perhatian dalam video tersebut memang merupakan daging yang dicampur dengan kacang buncis.
“Menu itu sebenarnya daging yang dicampur dengan kacang buncis. Mungkin karena tampilannya di video sehingga menimbulkan persepsi berbeda,” ujar Irfan.
Irfan menambahkan, daging bukanlah menu yang baru kali ini diberikan kepada siswa SDN Cibungur. Selama program MBG berjalan, daging telah beberapa kali menjadi bagian dari menu yang disajikan kepada para siswa.
Ia juga menyebut persoalan tersebut bukan merupakan keluhan yang berulang dari penerima manfaat.
“Selama ini sebelumnya tidak pernah ada komplain seperti ini,” katanya.
Setelah video tersebut menjadi perhatian, pihak sekolah dan pengelola MBG langsung berkomunikasi dengan orang tua siswa yang bersangkutan.
Orang tua tersebut kemudian diberikan penjelasan mengenai jenis lauk yang terdapat dalam menu MBG yang diterima anaknya.
“Orang tuanya sudah dikonfirmasi dan sudah diberikan penjelasan. Setelah dijelaskan, mereka memahami situasinya,” ungkap Irfan.
Meski kandungan gizi menu dinyatakan telah sesuai, SPPG Limusnunggal 2 tetap menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi, terutama dalam hal penyajian dan kreativitas menu.
Pratiwi mengatakan evaluasi akan dilakukan agar tampilan makanan ke depan dapat lebih menarik sekaligus tetap memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
“Untuk ke depannya ini untuk evaluasi lagi menu dapur SPPG Limusnunggal 2. Ke depannya kita akan evaluasi lagi agar menu dapat lebih kreatif lagi,” katanya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, lauk yang dalam video sempat dipersepsikan sebagai makanan tanpa daging dipastikan merupakan daging cincang yang diolah bersama kacang buncis.
Kesalahpahaman tersebut muncul karena bentuk daging yang telah dicincang dan dicampur dengan sayuran tidak terlihat secara utuh dalam video.
Pihak sekolah memastikan persoalan tersebut telah dikomunikasikan kepada orang tua siswa terkait. (Usep)