SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Program 12 PAS yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi kembali membuktikan fungsinya bukan sekadar menyalurkan bantuan sosial.

Saat menyambangi warga di Kelurahan Gunungpuyuh dan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, pemerintah justru menemukan berbagai persoalan yang selama ini belum sepenuhnya tertangani, mulai dari warga penderita stroke, penyakit kronis, hingga kondisi rumah yang sangat memprihatinkan.
Temuan tersebut langsung mendapat respons di lapangan. Pemerintah segera mengoordinasikan penanganan dengan perangkat daerah terkait, termasuk pemeriksaan kesehatan melalui PSC 119 dan usulan perbaikan rumah yang akan diprioritaskan sesuai tingkat urgensinya.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengatakan kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi warga yang tidak selalu terpotret dalam laporan administrasi.

“Program ini bukan hanya soal memberikan bantuan. Yang paling penting, kami bisa melihat langsung kondisi masyarakat sehingga persoalan yang belum tertangani dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pada episode ke-15 putaran kedua tersebut, sebanyak 12 warga menerima bantuan. Sepuluh di antaranya memperoleh bantuan tunai, sedangkan dua warga menerima bantuan modal usaha berupa peralatan kerja agar dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga.
Pelaksanaan Program 12 PAS juga semakin kuat berkat kolaborasi berbagai pihak. Pegadaian memberikan dukungan dana sebesar Rp10 juta, Alfamart menyalurkan 100 paket sembako, sementara bantuan pangan berupa beras untuk kebutuhan keluarga selama satu bulan turut disalurkan melalui mitra program.
Dukungan juga datang dari Telkom, Bank BJB, serta berbagai unsur pemerintah mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW.
Menurut Bobby, pola kolaborasi tersebut menjadi strategi penting di tengah keterbatasan fiskal daerah. Dengan mengandalkan semangat gotong royong, program sosial tetap dapat berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menegaskan Program 12 PAS akan terus berlanjut pada putaran berikutnya karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah untuk memetakan persoalan sosial secara lebih akurat.
“Kami ingin semakin banyak pihak terlibat. Dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat yang memiliki kepedulian bisa ikut bergabung melalui Dinas Sosial. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin banyak pula warga yang dapat dibantu. Program ini adalah gerakan kemanusiaan yang harus terus dijaga bersama,” pungkas Bobby. (Usep)