JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara – Guna meningkatkan kualitas keimanan dan mental spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali memfasilitasi kegiatan ibadah dan penyuluhan kerohanian Nasrani. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat pada Rabu (25/02/2026) ini difokuskan pada perenungan mendalam mengenai kehidupan setelah kematian.

Pelayanan kerohanian kali ini menghadirkan sinergi lintas instansi dan pemuka agama. Hadir memberikan pelayanan adalah Pendeta Utami dari wilayah Cepogo dan Pendeta Rina dari Pecangaan. Turut hadir pula Bapak Toni Riksen Tanjung, selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus. Kelancaran kegiatan ini juga tak lepas dari pendampingan aktif para peserta program Maganghub Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan.
Fokus utama ibadah kali ini adalah mengajak warga binaan untuk merenungkan bekal apa yang harus dipersiapkan ketika kehidupan di dunia telah usai. Dalam penyampaian firman, jemaat ditekankan pada janji keselamatan, di mana siapa saja yang percaya dan menerima Yesus akan diberikan jalan untuk masuk ke dalam Firdaus (surga).
Dalam khotbahnya, Pendeta Utami memberikan penguatan iman agar para warga binaan tidak putus asa dalam memperbaiki diri.
“Kehidupan di dunia ini ada batasnya, dan kita harus memikirkan apa yang akan kita cari dan bawa setelah mati nanti. Kasih karunia Tuhan sangat besar; barangsiapa yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, Ia akan memberikan jalan keselamatan untuk masuk ke dalam Firdaus. Jadikan waktu di tempat ini sebagai momen untuk mendekatkan diri dan mengumpulkan bekal rohani,” terang Pendeta Utami di hadapan para jemaat.
Mewakili pihak Rutan Jepara, Renza Maisetyo menyambut positif kolaborasi pelayanan rohani ini. Ia menilai bahwa pemahaman eskatologis (akhirat) sangat efektif untuk menyentuh hati dan mengubah perilaku warga binaan menjadi lebih baik.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Pendeta Utami, Ibu Pendeta Rina, dan Bapak Toni dari Kemenag Jepara. Tema tentang kehidupan setelah mati ini menjadi alarm pengingat yang sangat baik bagi kita semua, khususnya warga binaan. Kami berharap melalui pembinaan yang berkesinambungan ini, mereka memiliki fondasi iman yang kuat dan benar-benar siap menjadi pribadi yang baru saat kembali ke masyarakat,” tegas Renza Maisetyo.
Kegiatan pembinaan rohani ini ditutup dengan doa bersama, memberikan harapan dan kedamaian bagi warga binaan dalam menjalani masa pidana mereka.
(Wely)
Sumber:Humas Rutan jepara