SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan bahwa sektor parkir memiliki potensi signifikan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun pemanfaatannya saat ini dinilai masih jauh dari optimal.
Ayep menyebutkan, jumlah kendaraan bermotor di Kota Sukabumi berdasarkan data Samsat telah melampaui 100 ribu unit, mayoritas sepeda motor. Namun kondisi tersebut belum sebanding dengan capaian retribusi parkir yang tahun ini hanya ditargetkan sebesar Rp1,7 miliar.
Pernyataan tersebut disampaikan Ayep Zaki dalam kegiatan Sosialisasi Juru Parkir terkait peningkatan kinerja dan optimalisasi retribusi parkir, yang dirangkaikan dengan pembukaan rekening tabungan juru parkir di Aula Bank BJB, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurutnya, dari sekitar 289 titik parkir aktif yang ada saat ini, potensi pendapatan sebenarnya sangat menjanjikan.
Dengan setoran minimal Rp50 ribu per hari saja, penerimaan parkir dapat menembus lebih dari Rp5 miliar per tahun. Nilai tersebut masih bisa meningkat, mengingat di sejumlah lokasi pendapatan jukir mencapai Rp80 ribu per hari.
“Angka itu baru hitungan dasar. Jika pengelolaan dilakukan secara serius dan terukur, potensi PAD dari parkir bisa jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia menegaskan perlunya pembenahan sistem secara menyeluruh, mulai dari penataan titik parkir, mekanisme pemungutan retribusi, hingga pengawasan agar tidak terjadi kebocoran.
Ayep juga mendorong penerapan pola penyetoran yang lebih transparan dan disiplin, termasuk setoran harian sesuai ketentuan tarif resmi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Iskandar Ifhan menyampaikan bahwa realisasi retribusi parkir saat ini hampir mencapai target. Dari target Rp1,7 miliar setelah perubahan anggaran, capaian telah menyentuh 99,9 persen.
“Capaian ini menunjukkan kinerja yang cukup baik, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan,” katanya.
Iskandar mengakui hingga kini pengelolaan parkir masih dilakukan secara internal karena belum adanya regulasi baru yang memungkinkan keterlibatan pihak ketiga.
Terkait pembukaan rekening Bank BJB bagi 289 juru parkir, ia menjelaskan langkah tersebut sebagai upaya penataan administrasi dan peningkatan literasi keuangan jukir.
“Rekening ini tanpa setoran awal, lebih aman, dan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran juru parkir terhadap kontribusinya dalam meningkatkan PAD,” tutupnya. (Usep)