SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penguatan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dunia usaha dan komunitas masyarakat.
Semangat kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Tali Ka Asih 2026 Keluarga Besar Grab AB Sukabumi yang dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki di Villa Cantik, Sabtu (17/10/2026).

Pertemuan yang melibatkan keluarga besar Grab dan para pengemudi ojek online (ojol) se-Kota Sukabumi itu menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Dandim 0607 Kota Sukabumi melalui Danramil Warudoyong, Kapolsek Warudoyong, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Ketua APINDO Kota Sukabumi H. Dadang, serta perwakilan manajemen Grab Muhamad Picariq.
Hadir pula Pembina Ojol Baba Alun Tan Wijaya, Lurah Dayeuhluhur, perwakilan pimpinan Jasa Raharja, dan para pengemudi Grab dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi.
Dalam kesempatan itu, Ayep Zaki menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola keuangan daerah sebagai salah satu penopang pelaksanaan pembangunan.
Pemerintah Kota Sukabumi, kata dia, terus berupaya memperbaiki pengelolaan keuangan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah agar program-program pemerintah dapat berjalan secara optimal.
“Kapasitas anggaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan pemerintah dalam menjalankan pembangunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ayep.
Karena itu ujarnya, optimalisasi pengelolaan kas daerah serta upaya memperkuat pendapatan menjadi bagian yang terus didorong.
Di sisi lain, pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan kalangan usaha. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun aktivitas ekonomi yang produktif sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan para pelaku ekonomi di daerah.
Ayep turut mengapresiasi keberadaan Grab sebagai salah satu pelaku usaha transportasi yang memiliki peran dalam menunjang mobilitas masyarakat.
Komunitas pengemudi ojol juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi perkotaan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Ia berharap hubungan antara pemerintah, perusahaan, dan komunitas pengemudi ojol tidak sebatas terjalin dalam kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.
Kegiatan Tali Ka Asih 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat nilai kekeluargaan, kepedulian, dan solidaritas di tengah masyarakat.
Melalui hubungan yang semakin erat antarelemen, diharapkan tercipta suasana sosial yang harmonis serta dukungan bersama bagi pembangunan Kota Sukabumi.
Dengan demikian, silaturahmi yang terbangun dalam keluarga besar Grab AB Sukabumi diharapkan tidak hanya memperkuat ikatan persaudaraan, tetapi juga membuka ruang sinergi yang lebih luas antara komunitas ojol, dunia usaha, dan pemerintah daerah. (Aher)