SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menargetkan Kota Sukabumi mampu masuk dalam jajaran 20 besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Target tersebut menjadi salah satu arah pembangunan ekonomi Pemerintah Kota Sukabumi melalui penguatan sektor UMKM, ekonomi kreatif, investasi serta optimalisasi berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah.

Hal itu disampaikan Ayep Zaki usai menghadiri kegiatan pelatihan desain batik bagi UMKM pemula di Ruper BJB, Selasa (8/9).
Menurut Ayep, pertumbuhan ekonomi daerah harus terus didorong melalui berbagai kebijakan yang mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Targetnya sekarang kita masuk kepada pertumbuhan ekonomi 20 besar di Indonesia,” ujar Ayep Zaki.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran daerah.
Selain itu, kekuatan konsumsi masyarakat, peningkatan investasi hingga aktivitas perdagangan juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ayep menjelaskan, APBD harus mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Anggaran pemerintah, kata dia, perlu dikelola secara tepat agar dapat mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor.
Di sisi lain, pemerintah juga terus membuka peluang investasi untuk memperkuat perekonomian Kota Sukabumi.
“Pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi oleh bagaimana APBD digunakan secara efektif dan efisien, konsumsi masyarakat, investasi, serta aktivitas ekspor dan impor,” ungkapnya.
Tak hanya membidik pertumbuhan ekonomi, Kota Sukabumi juga mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi.
Ayep menyebut, berdasarkan rilis Agustus secara year on year, Kota Sukabumi berhasil mempertahankan posisinya dalam jajaran 10 besar daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Indonesia.
“Yang kedua, kita sudah bisa menjaga inflasi dan masuk 10 besar terbaik di Indonesia,” katanya.
Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Dengan harga kebutuhan yang terkendali, masyarakat diharapkan dapat mempertahankan tingkat konsumsi, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Salah satu sektor yang terus didorong untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah UMKM dan ekonomi kreatif.
Pelatihan desain batik yang diikuti 75 peserta menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menciptakan sumber daya manusia baru yang memiliki keterampilan dan kemampuan mengembangkan usaha.
Ayep berharap dari puluhan peserta pelatihan tersebut akan muncul pengusaha maupun pengrajin batik baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Ini pelatihan desain batik untuk tingkat pemula dan UMKM. Mudah-mudahan dari 75 peserta ini ada talenta yang nantinya menjadi pengusaha dan pengrajin batik,” ujarnya.
Selain batik, Sukabumi memiliki berbagai potensi ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan, mulai dari kerajinan bambu hingga produk makanan dan berbagai usaha berbasis kreativitas masyarakat.
Pengembangan potensi tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag).
Sementara itu, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Een Rukmini mengatakan, pelatihan desain batik diharapkan mampu melahirkan generasi baru pengrajin batik.
Menurutnya, keberadaan pembatik baru sangat penting untuk memperkuat keberlangsungan industri batik di Kota Sukabumi.
“Dengan pelatihan ini saya mengharapkan muncul pengrajin-pengrajin baru. Batik ini tidak lekang oleh waktu,” kata Een.
Ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan dasar, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan motif batik yang memiliki karakter khas Sukabumi.
Dengan berkembangnya UMKM, meningkatnya investasi, terjaganya inflasi dan semakin kuatnya aktivitas ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis target masuk 20 besar pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia dapat diwujudkan. (Usep)