SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, imbau warga untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ambruknya atap rumah warga akibat terjangan hujan lebat dan angin kencang.
Demikian disampaikannya Kalak BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, saat meninjau peristiwa ambruknya bagian atap rumah warga di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Jumat (23/1/2026).
“Saya mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah dengan kondisi bangunan lama, agar rutin melakukan pengecekan struktur bangunan,” kata Yoseph.
Dia menjelaskan, dalam melakukan penanganan bencana BPBD selalu mengacu pada standar operasional prosedur (SOP).
“Dalam proses penanganan bencana, BPBD telah melakukan seluruh prosedur penanganan awal sesuai standar operasional,” ucapnya.
Tidak berhenti di situ, guna mengantisipasi bencana susulan, dia pihaknya terus menjalin berkoordinasi dengan unsur kewilayahan guna memastikan kondisi lokasi tetap aman serta memantau potensi risiko lanjutan.
Upaya yang telah dilakukan BPBD Kota Sukabumi meliputi penerimaan laporan kejadian, koordinasi dengan aparat setempat, pelaksanaan assessment, serta pelaporan hasil kejadian kepada pimpinan.
Unsur yang terlibat di lapangan antara lain BPBD Kota Sukabumi, unsur Kelurahan Karangtengah, Babinsa Kelurahan Karangtengah, PKK, serta partisipasi warga sekitar.
Situasi akhir di lokasi kejadian dilaporkan aman, assessment dinyatakan clear, dan BPBD Kota Sukabumi tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa di wilayah lain.
Salah satu faktor pemicu adalah cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir diperparah oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir.
Kejadian bencana non alam tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Jl. Ciseurwuh RT 01 RW 05, Kelurahan Karangtengah.
Bagian rumah yang ambruk memiliki luas terdampak kurang lebih panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 2,5 meter.
Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops-PB BPBD Kota Sukabumi pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 08.45 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD langsung melakukan assessment dan penanganan awal di lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB.
Berdasarkan hasil assessment di lapangan, penyebab ambruknya atap rumah disebabkan oleh kondisi bahan bangunan yang telah mengalami pelapukan cukup lama dan diperburuk oleh curah hujan tinggi.
Rumah terdampak diketahui milik Adie Syaripudin dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga atau tiga jiwa. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Sedangkan kerugian materiil serta tafsiran tingkat kerusakan hingga saat ini masih dalam proses penghitungan. (Usep)