BANDA ACEH, BIDIK-KASUSNEWS.COM
Kodam Iskandar Muda mengerahkan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) untuk memperkuat upaya penanganan banjir yang melanda sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh sejak 18 November 2025. Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memastikan bahwa pasukan tersebut berada dalam kondisi siaga penuh dan siap bergerak cepat untuk membantu warga terdampak.
Dalam keterangannya pada Kamis (27/11/2025), Pangdam menjelaskan bahwa pengerahan PRCPB difokuskan pada percepatan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan mendesak di lokasi yang terdampak paling serius. Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi keadaan darurat akibat cuaca ekstrem.
“Penanganan bencana tidak dapat dilakukan TNI secara tunggal. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBA, Basarnas, dan elemen masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan. Prajurit harus selalu bergerak cepat, terukur, dan tetap mengedepankan sikap humanis,” ujar Pangdam.
Pangdam juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh instansi mengingat potensi perubahan cuaca yang dapat memperburuk situasi. Ia meminta seluruh unsur terkait meningkatkan koordinasi, mempercepat langkah darurat, dan memprioritaskan keselamatan masyarakat dalam setiap tindakan. “Koordinasi harus terus diperkuat untuk meminimalisir dampak dan mempercepat pemulihan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Prajurit Kodam Iskandar Muda pun ditugaskan berada di garis terdepan untuk mendukung evakuasi, distribusi logistik, hingga pengamanan lokasi bencana. Dukungan penuh diberikan hingga kondisi di seluruh wilayah kembali stabil.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa banjir, tanah bergerak, dan longsor berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa di sembilan kabupaten/kota. Sebanyak 455 kepala keluarga atau 1.497 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan deras, angin kencang, serta kondisi geologi yang labil.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Utara, serta sejumlah daerah lain yang masih tergenang hingga hari ini. Pemerintah daerah bersama BPBA terus melakukan upaya darurat untuk membantu warga.
Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menyampaikan bahwa seluruh daerah terdampak telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penetapan status ini memungkinkan percepatan penanganan melalui mobilisasi sumber daya secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Dengan dukungan penuh dari PRCPB Kodam Iskandar Muda dan seluruh unsur terkait, penanganan bencana di Aceh diharapkan berjalan lebih efektif, terutama dalam penyelamatan warga dan percepatan pemulihan wilayah terdampak. (Agus)

