Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Personel Polsek Amuntai Utara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan swasembada jagung di wilayah hukumnya. Monitoring kali ini difokuskan pada lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang terdampak genangan air akibat tingginya kelembaban tanah.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memantau kondisi riil tanaman jagung di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara, Aiptu Ferry A.P. bersama Bripda Dio, melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman jagung yang saat ini memiliki tinggi sekitar 50 hingga 90 sentimeter.
Berdasarkan hasil monitoring, sebagian tanaman jagung menunjukkan gejala daun menguning. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh tingginya kelembaban tanah akibat lahan yang masih tergenang air, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Petugas juga berdialog dengan kelompok tani untuk mengetahui perkembangan tanaman serta kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Hasil pemantauan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan guna meminimalkan dampak genangan terhadap produktivitas tanaman jagung.
Kapolsek Amuntai Utara menegaskan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pendampingan kepada para petani dan dukungan Polri terhadap keberhasilan program swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman, tertib, dan kondusif.
(Agus)