SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Batu Panginten di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit bagi pencinta aktivitas berkemah. Berada tidak jauh dari kawasan Pantai Ujunggenteng, lokasi ini menawarkan panorama tebing yang langsung menghadap Samudra Hindia dengan suasana alam yang masih asri. Keunggulan Batu Panginten terletak pada hamparan rumput hijau di atas tebing yang menjadi lokasi ideal untuk mendirikan tenda. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas, gugusan karang, serta ombak besar khas pantai selatan yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Memasuki malam hari, suasana di Batu Panginten berubah semakin memikat. Hembusan angin laut yang sejuk berpadu dengan suara deburan ombak dan langit yang dipenuhi bintang menghadirkan pengalaman berkemah yang menenangkan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Lokasinya juga mudah dijangkau. Berjarak sekitar lima kilometer sebelum Pantai Ujunggenteng, akses menuju kawasan wisata ini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Area perkemahan berada di tengah kebun kelapa sehingga memberikan suasana teduh dan nyaman bagi para wisatawan. Bagi pengunjung yang belum memiliki perlengkapan camping, pengelola menyediakan layanan penyewaan tenda dengan biaya Rp30.000 per malam. Tarif tersebut sudah mencakup lampu penerangan serta penggunaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), sehingga wisatawan cukup datang tanpa perlu membawa perlengkapan sendiri. Salah seorang pengelola penyewaan tenda, Uwey, mengatakan jumlah wisatawan yang datang untuk berkemah terus menunjukkan peningkatan. Bahkan di luar musim liburan, kawasan ini tetap ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. “Alhamdulillah setiap Minggu selalu ada yang datang. Di luar musim liburan saja bisa puluhan pengunjung yang menginap. Kebanyakan dari Kota Sukabumi, Bandung, Bogor hingga Jakarta. Mereka bilang suasananya tenang dan pemandangannya berbeda dari tempat lain,” ujar Uwey, Minggu (2/8/2026). Selain menyediakan tenda, pihak pengelola juga berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Fasilitas penerangan, MCK gratis, hingga sajian kuliner khas berupa nasi liwet lengkap dengan ikan bakar dapat dipesan untuk menambah kenyamanan selama berkemah. Kesan positif juga disampaikan Andri Haryanto, seorang wirausahawan asal Bogor yang baru pertama kali menikmati suasana Batu Panginten. Menurutnya, panorama alam yang masih alami menjadi daya tarik utama yang membuat pengalaman berkemah terasa berbeda. Hal serupa diungkapkan Rosita, wisatawan asal Cianjur yang datang bersama keluarganya. Ia menilai kawasan Batu Panginten bersih, memiliki udara yang sejuk, serta ramah bagi anak-anak. Kemudahan menyewa tenda dan memesan makanan membuat liburan terasa praktis, sehingga dirinya berharap dapat kembali menikmati keindahan Batu Panginten di kesempatan berikutnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan sumber daya alam yang menjadi penopang perekonomian masyarakat. Keindahan Pantai Cicaladi atau Karang Bolong serta melimpahnya hasil laut menjadi kekuatan utama yang terus dikembangkan pemerintah desa. Pantai Cicaladi menawarkan panorama tebing karang yang berpadu dengan ombak Samudera Hindia. Keindahan alam tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang menyukai wisata alam dan aktivitas memancing. Selain menyuguhkan panorama alam, pantai ini juga dikenal sebagai lokasi pencarian lobster, udang, dan berbagai jenis ikan laut. Potensi tersebut didukung keberadaan gazebo dan warung milik warga yang memberikan kenyamanan bagi para pengunjung sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Di luar sektor pariwisata, Desa Sukatani juga memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas dan subur. Kondisi tersebut menjadikan sektor pertanian tetap menjadi mata pencaharian utama sebagian warga, berdampingan dengan aktivitas perikanan tangkap di kawasan pesisir. Penjabat Sementara Desa Sukatani, H. Rimbayana, didampingi Sekretaris Desa Hasan, mengatakan potensi wisata dan sumber daya alam yang dimiliki desa merupakan aset berharga yang harus dikelola secara optimal. “Dengan potensi sebesar ini perlu ada desain pengelolaan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia, Senin (6/7/2026). Sementara itu, seorang warga, Ajat (27), mengaku hasil laut masih menjadi tumpuan utama dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, aktivitas mencari ikan, lobster, dan hasil laut lainnya telah menjadi pekerjaan sehari-hari yang memberikan penghasilan bagi masyarakat pesisir. Pemerintah Desa Sukatani pun terus berupaya mengembangkan potensi wisata dan kelautan dengan melibatkan masyarakat, sehingga mampu menciptakan lapangan usaha baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai modal pembangunan desa di masa mendatang. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komunitas Land Rover Sukabumi kembali membuktikan bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu menjadi magnet kunjungan wisata. Melalui ajang FullMoon 3 yang digelar secara mandiri di Himalaya Camp, Pawenang, Kecamatan Nagrak, pada 27–28 Juni 2026, sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan. Peserta datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat maupun luar daerah, di antaranya Yogyakarta, Banten, Palembang, Lampung, Baturaja, dan Semarang. Kehadiran mereka bukan sekadar mengikuti agenda dua tahunan komunitas, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkenalkan potensi wisata alam Sukabumi. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari camping, senam bersama, bakti sosial, hingga ajang silaturahmi antarkomunitas. Dalam rangkaian bakti sosial tersebut, panitia juga menyerahkan 50 paket sembako kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Wakil Ketua Land Rover Sukabumi, Asep Saparwan, mengatakan FullMoon 3 merupakan agenda rutin dua tahunan yang seluruh proses penyelenggaraannya dilakukan secara swadaya oleh komunitas. “Alhamdulillah, FullMoon 3 berjalan lancar dengan diikuti sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri sebagai tujuan kegiatan komunitas. Semoga di tahun 2027 kegiatan serupa bisa lebih ditingkatkan lagi dari jumlah peserta hingga ke mancanegara,” ujarnya lewat aplikasi pesan whatsapp, Senin (29/6). Menurut Asep, kegiatan seperti FullMoon tidak hanya menjadi wadah mempererat persaudaraan sesama pecinta Land Rover, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap sektor pariwisata. Peserta dari luar daerah memanfaatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam Sukabumi sekaligus berbelanja dan menggunakan berbagai layanan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan. Panitia pelaksana, Rizky Gustama Abdi, berharap event berbasis komunitas seperti FullMoon dapat memperoleh perhatian lebih dari pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan yang mampu mendatangkan peserta dari berbagai kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya promosi pariwisata dan penguatan ekonomi lokal. “Komunitas telah menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, sebuah event dapat menghadirkan tamu dari berbagai daerah tanpa bergantung pada penyelenggaraan pemerintah. Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini mendapat dukungan sehingga bisa berkembang lebih besar dan menjadi agenda wisata yang mampu menarik lebih banyak pengunjung ke Sukabumi,” katanya. Keberhasilan FullMoon 3 menjadi bukti bahwa komunitas memiliki peran strategis dalam menghidupkan sektor pariwisata daerah. Dengan dukungan dan perhatian yang lebih besar terhadap event-event komunitas, Sukabumi berpeluang memiliki lebih banyak kegiatan berskala regional maupun nasional yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat gotong royong dan kekompakan komunitas kembali ditunjukkan Land Rover Sukabumi melalui penyelenggaraan FullMoon 3. Kegiatan yang digelar secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah ini sukses menghadirkan sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah di Indonesia ke Kabupaten Sukabumi. Agenda dua tahunan tersebut berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Himalaya Camp, Pawenang, Kecamatan Nagrak. Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Barat, Yogyakarta. Peserta lain berasal dari wilayah Banten, Palembang, Lampung, Baturaja hingga Semarang untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan. Selama dua hari, peserta mengikuti camping, senam bersama, bakti sosial, dan kegiatan silaturahmi antarkomunitas. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, panitia juga menyalurkan 50 paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Wakil Ketua Land Rover Sukabumi, Asep Saparwan, mengatakan FullMoon 3 merupakan kegiatan yang dipersiapkan sepenuhnya oleh komunitas. Meski tanpa dukungan penyelenggaraan dari pemerintah, kegiatan ini mampu menarik peserta dari berbagai daerah untuk datang ke Sukabumi. “Alhamdulillah, FullMoon 3 berjalan lancar dan diikuti sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah. Ini menjadi bukti bahwa komunitas memiliki semangat yang kuat untuk terus menjaga silaturahmi sekaligus mengenalkan potensi Sukabumi kepada para pecinta Land Rover dari berbagai wilayah,” ujarnya, Senin (29/6). Dia menambahkan, kegiatan komunitas seperti FullMoon memiliki nilai lebih dari sekadar ajang berkumpul. Kehadiran peserta dari luar daerah turut menggerakkan sektor pariwisata, meningkatkan tingkat hunian penginapan, serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kuliner, UMKM, dan destinasi wisata di Sukabumi. Panitia pelaksana, Rizky Gustama Abdi, berharap kegiatan serupa ke depan dapat memperoleh perhatian lebih dari pemerintah daerah. Menurutnya, event berbasis komunitas memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata apabila mendapat dukungan dan masuk dalam kalender kegiatan daerah. “Komunitas telah membuktikan mampu menghadirkan peserta dari berbagai daerah secara mandiri. Jika mendapat dukungan yang lebih baik, kami optimistis kegiatan seperti ini dapat berkembang lebih besar dan menjadi salah satu motor penggerak pariwisata Sukabumi,” katanya. Keberhasilan FullMoon 3 menjadi gambaran bahwa komunitas otomotif tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mempromosikan potensi daerah di tahun 2027 mendatang. Dengan sinergi yang lebih kuat antara komunitas dan pemerintah, event serupa diyakini dapat menjadi aset penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pantai Taman Pandan di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di kawasan Sukabumi Selatan. Keindahan panorama alam yang masih alami serta pemandangan matahari terbenam yang memukau menjadi daya tarik utama yang mampu mengundang wisatawan dari berbagai daerah. Pada akhir pekan, kawasan pantai terlihat ramai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga maupun kerabat untuk menikmati suasana pesisir yang tenang. Hamparan pasir, deburan ombak, dan langit senja yang berwarna keemasan menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. April, wisatawan asal Bogor, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana Pantai Taman Pandan yang dinilai nyaman dan cocok sebagai lokasi rekreasi keluarga. “Tempatnya bersih, suasananya nyaman, dan pemandangannya indah. Sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (7/6/2026). Menurut sejumlah pengunjung, momen matahari terbenam menjadi waktu yang paling ditunggu. Perpaduan warna langit senja dengan panorama laut menghadirkan keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain. Warsito, warga Sukabumi, menuturkan bahwa keindahan sunset di Pantai Taman Pandan menjadi alasan utama banyak wisatawan datang berkunjung. “Menjelang sore, pemandangannya luar biasa. Warna langit berubah-ubah dan terlihat sangat indah ketika matahari mulai tenggelam,” katanya. Hal serupa disampaikan Robi, wisatawan asal Parungkuda. Ia menilai Pantai Taman Pandan memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Sukabumi Selatan. Sementara itu, pengelola Pantai Taman Pandan, Bocin, mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan wisata. “Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh wisatawan. Mari kita jaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tetap memperhatikan keselamatan saat berada di area pantai,” ujarnya. Kepala Desa Cikangkung, Saepudin, mengapresiasi upaya pengelola dalam mengembangkan potensi wisata setempat. Menurutnya, keberadaan Pantai Taman Pandan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. “Semoga Pantai Taman Pandan semakin dikenal luas dan mampu memberikan manfaat bagi warga melalui sektor pariwisata,” ungkapnya. Dengan keindahan alam yang masih terjaga dan pesona matahari terbenam yang memikat, Pantai Taman Pandan terus menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai di wilayah Sukabumi Selatan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Musyawarah penertiban pengelolaan Wisata Pantai Pandan di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, pada Minggu (19/4/2026) terpaksa ditunda. Agenda yang dihadiri unsur pemerintah desa, kecamatan, BPD, dan tokoh masyarakat itu tidak dapat dilanjutkan lantaran tim pengelola objek wisata tidak hadir tanpa konfirmasi. Kepala Desa Cikangkung, Saepudin, menyayangkan sikap pengelola yang dinilai tidak kooperatif. Ia menegaskan, forum tersebut digelar untuk menata ulang sistem pengelolaan agar lebih transparan, tertib, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan. “Undangan sudah kami sampaikan secara resmi. Namun hingga musyawarah dibuka, pihak pengelola tidak hadir tanpa keterangan. Ini tentu menghambat upaya perbaikan bersama,” ujarnya. Ketua BPD Desa Cikangkung, Awang Darmawan, menilai pembenahan tata kelola Pantai Pandan sudah menjadi kebutuhan mendesak. Ia menyebutkan sejumlah persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat, mulai dari karcis masuk, kebersihan, pengelolaan parkir, hingga pembagian hasil. “Seharusnya forum ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus mencari solusi bersama. Karena pengelola tidak hadir, kami sepakat untuk menunda musyawarah,” katanya. Hal senada disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Ciracap, Bahum. Ia meminta pihak pengelola menunjukkan itikad baik dengan menghadiri musyawarah lanjutan yang akan dijadwalkan kembali. “Pantai Pandan merupakan aset desa. Tanpa kerja sama yang baik, sulit untuk mewujudkan pengelolaan yang tertib dan profesional,” tegasnya. Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Cikangkung, Aipda Asep Yusuf, menekankan perlunya langkah konkret pasca penundaan musyawarah. Ia mengusulkan agar pemerintah desa segera menjadwalkan ulang pertemuan dengan mengirimkan undangan resmi kepada pengelola, disertai tembusan kepada Forkopimcam Ciracap. Selain itu, ia juga mendorong diterbitkannya surat teguran resmi agar pihak pengelola hadir sekaligus membawa laporan pengelolaan secara terbuka. Tidak hanya itu, ia menyarankan adanya moratorium terhadap kebijakan baru, khususnya terkait tarif dan sistem pengelolaan, hingga tercapai kesepakatan bersama. Di sisi lain, Pemerintah Desa Cikangkung membuka ruang aspirasi bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait pengelolaan Pantai Pandan selama proses penertiban berlangsung. Penundaan musyawarah ini menjadi perhatian bersama, mengingat pentingnya pembenahan tata kelola wisata demi menciptakan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Dicky)
CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP/LPK) Grand Wisata kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyalurkan lulusan ke dunia kerja internasional melalui jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah. Direktur LKP/LPK Grand Wisata, Ali Wardana, menyampaikan bahwa program penempatan kerja ke luar negeri ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sebelumnya. Para peserta yang diberangkatkan merupakan siswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, baik teknis maupun administratif. “Alhamdulillah, beberapa hari lalu alumni kami kembali diberangkatkan untuk berkarier di industri perhotelan di Turki. Ini melalui jalur resmi yang difasilitasi lembaga,” ujarnya, Sabtu (12/04). Dalam pemberangkatan kali ini, terdapat lima alumni yang berangkat secara bertahap. Tiga di antaranya telah lebih dulu berangkat pada 5 April 2026, yakni M. Zulkarnaen asal Bekasi, Iswara Mutiara Rasa asal Majalengka, serta Dafa Riskie Arkaan asal Purwokerto. Sementara dua lainnya, Abdi Syahguna asal Bekasi dan Nurwindi asal Majalengka, menyusul pada 6 April 2026. Kelima alumni tersebut merupakan lulusan pelatihan akhir tahun 2025. Mereka ditempatkan di sejumlah hotel internasional di Turki, menjadi bukti bahwa lulusan Grand Wisata mampu bersaing dan dipercaya oleh industri global. Ali Wardana menegaskan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam bidang perhotelan, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan mental menghadapi dunia kerja internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan etos kerja. Program ini sendiri merupakan hasil kerja sama dengan berbagai mitra industri hospitality global di Turki. Selain memberikan pengalaman kerja internasional, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memperkuat citra tenaga kerja nasional di kancah global. Salah satu peserta, Nurwindi asal Majalengka, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak lembaga atas bimbingan yang diberikan. “Saya akan berusaha bekerja dengan maksimal dan menjaga nama baik Indonesia. Ini kesempatan besar untuk berkembang di lingkungan internasional,” ungkapnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemberangkatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyaluran alumni Grand Wisata yang akan terus berlanjut seiring proses administrasi dan visa kerja yang diselesaikan secara bertahap. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Desa Cibenda bersama masyarakat menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan wisata Geosit Curug Puncak Manik yang berada di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cibenda, Ade Rizwan yang akrab disapa Hurung. Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bagian dari penerapan program K4 yang dicanangkan Pemerintah Desa Cibenda, yakni Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, dan Kegotongroyongan. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan wisata setempat. Dalam kegiatan tersebut, Kades bersama perangkat desa dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah, merapikan area sekitar curug, serta memangkas rumput yang tumbuh di sepanjang jalur menuju lokasi wisata. Hurung mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar kawasan Geosit Curug Puncak Manik tetap terjaga kebersihannya sehingga memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta keindahan kawasan wisata yang menjadi salah satu kebanggaan Desa Cibenda,” kata dia, Selasa (17/3/2026). Menurutnya, melalui kegiatan gotong royong seperti ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat. Pemerintah Desa Cibenda berharap, dengan kondisi kawasan wisata yang bersih, rapi, dan tertata, Geosit Curug Puncak Manik dapat terus berkembang serta mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Upaya ini sekaligus diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat ssetempat (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kawasan Pajampangan di selatan Kabupaten Sukabumi sejak lama dikenal sebagai gudangnya wisata pantai. Nama-nama seperti Ujunggenteng, Minajaya, Pangumbahan hingga Cibuaya sudah akrab di telinga wisatawan, bahkan sebagian di antaranya dikenal hingga mancanegara. Namun di balik popularitas itu, masih tersimpan destinasi yang belum banyak tersentuh, salah satunya Pantai Karanggantungan yang berada di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade. Pantai Karanggantungan kerap dijuluki sebagai Tanah Lot-nya Sukabumi. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Gugusan tebing karang yang mengelilingi pantai, berpadu dengan deburan ombak Samudera Hindia, menghadirkan panorama alam yang kuat dan eksotis. Suasana yang tenang membuat pantai ini cocok bagi wisatawan yang ingin bersantai, menikmati alam, hingga berburu konten fotografi dan video. Salah satu spot favorit pengunjung adalah undakan tangga bambu yang mengarah langsung ke bibir pantai, menghadirkan sudut pandang unik dari ketinggian. Camat Surade, Suryana, mengatakan akses menuju Pantai Karanggantungan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun pengunjung diimbau ekstra hati-hati karena sebagian ruas jalan masih berupa batu dan belum beraspal. “Jika dikelola secara profesional, Pantai Karanggantungan berpotensi menyamai bahkan melampaui ketenaran pantai-pantai lain yang sudah lebih dulu dikenal,” ujarnya, Minggu (8/2/2026). Tak hanya kaya akan wisata alam, Kecamatan Surade juga memiliki kuliner khas yang telah melegenda, yakni Bakakak Hayam Surade. Ayam panggang utuh ini lazim disajikan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, khitanan, hingga ritual budaya. Bakakak Surade racikan Nana Juanda (57) dan Neneng Savanah (53), warga Kampung Kateu, dikenal memiliki cita rasa berbeda. Meski proses pengolahannya tergolong sederhana, racikan bumbu dan teknik pemanggangan khas membuat bakakak ini memiliki kelezatan tersendiri. Sejumlah pejabat hingga tamu dari luar daerah pernah mencicipinya, termasuk mantan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami. Bahkan tamu dari Aceh, Kalimantan, hingga Bali disebut pernah merasakan langsung keunikan Bakakak Hayam Surade. Perpaduan pesona Pantai Karanggantungan dan kekayaan kuliner lokal ini menjadi potensi besar bagi Surade untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata alam dan budaya di selatan Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sukabumi, Jawa Barat, terus menjadi tujuan wisata alternatif bagi warga perkotaan yang ingin melepas penat. Salah satu destinasi yang tetap diminati adalah Curug Cikaso di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, yang dikenal memiliki panorama alam eksotis dengan tiga aliran air terjun sekaligus. Curug Cikaso terdiri dari Curug Asepan, Curug Meong, dan Curug Aki. Ketiga air terjun ini berdampingan dengan ketinggian sekitar 80 meter dan lebar tebing mencapai 100 meter, menjadikannya salah satu air terjun terindah di Sukabumi. Salah seorang wisatawan, Suta Widhya, mengaku sangat menikmati kunjungannya ke Curug Cikaso. Menurutnya, keindahan alam dan suasana alami kawasan tersebut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin berlibur dari hiruk-pikuk kota. “Kami menikmati sekali liburan di sini. Alamnya masih bagus dan suasananya menenangkan,” ujar Suta saat ditemui di lokasi, Minggu (14/12/2025) siang. Namun demikian, Suta juga menyoroti perlunya peningkatan pada aspek kebersihan dan keselamatan. Ia berharap pengelola lebih memperhatikan kondisi bebatuan di sekitar air terjun yang licin dan berpotensi membahayakan pengunjung. “Yang perlu diperbaiki adalah kebersihan lingkungan, termasuk bebatuan di bawah air terjun agar tidak licin. Kalau sampai orang jatuh, bisa mencelakai wisatawan,” tambahnya. Curug Cikaso berlokasi di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, dan dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dari Kota Sukabumi. Di kawasan wisata ini tersedia fasilitas parkir, warung makan, toilet, mushola, serta aktivitas wisata seperti susur Sungai Cikaso menggunakan perahu, trekking ringan, berenang, dan berfoto. (Dicky)