SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ide kreatif H. Asep Suparwan, Manajer Hotel Augusta Cikukulu, seperti tak pernah ada habisnya. Beragam inovasi terus lahir untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung hotel. Kali ini, sebuah ide spontan kembali mencuri perhatian. Melalui video yang diunggah di akun media sosialnya, terlihat sensasi unik menikmati durian dengan cara yang tidak biasa, yakni memetik langsung buah durian di area Hotel Augusta sebelum menyantapnya. Bukan sekadar menikmati cita rasa durian, pengunjung diajak merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan suasana alam dan fasilitas unik yang tersedia di kawasan hotel. Asep Suparwan mengatakan, konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan mendalam bagi setiap tamu yang berkunjung. “Ini bukan soal duriannya, tapi lebih dari itu. Pengunjung akan lebih dimanjakan dengan sensasinya. Ingatannya akan terus melekat dengan pengalaman pribadinya saat hadir dan langsung berinteraksi dengan keunikan yang kita fasilitasi,” kata Asep, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, pengalaman menjadi salah satu nilai penting dalam dunia perhotelan. Karena itu, Hotel Augusta terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi yang tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga kenangan tersendiri bagi setiap pengunjung. Sensasi petik durian langsung dari pohonnya pun menjadi salah satu daya tarik yang kini mulai mencuri perhatian. Pengunjung tidak hanya datang untuk beristirahat, tetapi juga bisa menikmati pengalaman berbeda yang jarang ditemukan di tempat lain. Dengan kreativitas yang terus bermunculan, Hotel Augusta tampaknya ingin membuktikan bahwa sebuah hotel tidak harus selalu identik dengan kamar dan fasilitas biasa. Terkadang, sebuah ide sederhana dan spontan justru mampu menciptakan pengalaman yang membuat pengunjung terpukau dan ingin kembali lagi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menginap di hotel sambil menikmati fasilitas rekreasi mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun, menikmati durian segar dengan cara memetik langsung dari pohonnya di area hotel tentu menjadi pengalaman yang berbeda. Sensasi unik itulah yang ditawarkan Hotel Augusta Cikukulu, yang berlokasi di Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Tak hanya menyediakan fasilitas penginapan yang lengkap, Hotel Augusta juga menghadirkan berbagai wahana rekreasi serta sarana dan prasarana olahraga bagi para pengunjung. Namun, keberadaan pohon durian di kawasan hotel menjadi daya tarik tersendiri yang memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu. Saat musim durian tiba, pengunjung berkesempatan menikmati buah durian langsung dari area perkebunan yang berada di lingkungan hotel. Pengalaman memetik dan menikmati durian segar tersebut menjadi salah satu sensasi yang sulit ditemukan di tempat penginapan lainnya. Manajer Hotel Augusta, H. Asep Suparwan, mengatakan keberadaan kebun durian di kawasan hotel menjadi salah satu keunikan yang terus menarik perhatian para pengunjung. Menurutnya, Hotel Augusta tidak hanya ingin memberikan kenyamanan bagi tamu yang menginap, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkesan. “Hotel Augusta memiliki fasilitas penginapan, wahana rekreasi dan sarana olahraga. Namun yang menjadi pengalaman tersendiri bagi para tamu adalah ketika mereka bisa menikmati durian langsung dari kawasan hotel,” ujar H. Asep Suparwan, Senin (7/9). Keunikan tersebut menjadikan Hotel Augusta Cikukulu sebagai salah satu pilihan destinasi menginap sekaligus berwisata di Kabupaten Sukabumi. Perpaduan antara fasilitas hotel, wahana rekreasi, sarana olahraga, serta suasana alam dengan keberadaan kebun durian menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat yang ingin menikmati cita rasa buah yang memiliki wangi yang khas. Bagi pecinta durian, sensasi menikmati buah yang dipetik langsung dari pohonnya tentu menjadi pengalaman yang berbeda. “Bukan sekadar menginap, tetapi juga menikmati kekayaan alam yang tumbuh langsung di kawasan Hotel Augusta Cikukulu,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dentuman tambur mengiringi pembukaan Palabuhanratu Festival (Plara Fest) di Pantai Bupolo, Sabtu (8/8/2026). Gelaran tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas secara resmi membuka festival yang menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Tarian khas Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu hingga atraksi Barongsai menjadi bagian dari kemeriahan acara yang menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang juga Ketua Pelaksana Hari Jadi ke-156, H. Ali Iskandar, mengatakan Plara Fest merupakan satu dari 14 agenda utama yang disiapkan dalam rangkaian peringatan hari jadi tahun ini. Pelaksanaan Plara Fest kata dia, tidak terlepas dari respons positif masyarakat terhadap penampilan komunitas seni Palabuhanratu pada peringatan Hari Tari Dunia, 29 April lalu. Besarnya antusiasme publik kemudian menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut kembali digelar dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. “Antusiasme dan apresiasi masyarakat saat Hari Tari Dunia menjadi dorongan bagi kami untuk menghadirkan kembali kegiatan ini dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” ujar Ali. Plara Fest juga tidak hanya menawarkan hiburan. Festival tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Palabuhanratu. Sedikitnya 25 pelaku usaha mikro, industri kecil menengah dan UMKM dari Palabuhanratu serta daerah sekitarnya ambil bagian. Kehadiran pelaku usaha dari Provinsi Banten turut memperluas keberagaman produk yang ditampilkan dalam festival. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menilai Palabuhanratu memiliki posisi penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi. Selain memiliki potensi wisata bahari, kawasan ini merupakan pintu gerbang menuju Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kekayaan alam, budaya dan warisan geologi yang dimiliki kawasan tersebut, kata Andreas, merupakan modal besar yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan agar memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat. Karena itu, Andreas berharap Plara Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda yang mampu memperkuat daya tarik Palabuhanratu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat, usaha mikro dan kecil semakin berkembang, serta ekonomi kreatif masyarakat semakin kuat dan memiliki daya saing,” tegas Andreas. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi meluncurkan Program Parkir Wisata SOMEAH sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pelayanan di kawasan destinasi wisata. Peluncuran dilakukan oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E. di kawasan Pantai Istana Presiden (IP) Citepus, Palabuhanratu, Senin (3/8/2026). Program SOMEAH merupakan akronim dari SOpan, aMan, Endah, dan amanAH. Konsep ini menempatkan pengelolaan parkir sebagai bagian penting dari pengalaman pertama wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi. Melalui program tersebut, pengelolaan parkir diarahkan agar lebih tertib dengan petugas yang memiliki perizinan dan atribut resmi, memberikan karcis parkir, menerapkan tarif sesuai ketentuan, serta menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengatakan penataan parkir menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kepariwisataan. Menurutnya, pelayanan yang baik sejak wisatawan memasuki kawasan destinasi akan memberikan kesan positif dan meningkatkan daya saing pariwisata daerah. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., turut mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia menilai potensi wisata Gurilapss harus dikelola secara bersama melalui penguatan destinasi, pelayanan yang ramah, kebersihan lingkungan, serta tata kelola yang tertib dan profesional. Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E. menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar setiap destinasi memiliki lingkungan yang bersih, fasilitas yang tertata, serta pelayanan yang ramah dan memberikan rasa aman. Dalam implementasinya, tarif parkir diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku, yakni kendaraan roda dua sebesar Rp2.000, mobil atau pikap Rp3.000, mikrobus Rp5.000, serta bus besar dan truk dua sumbu sebesar Rp10.000. Sebagai tahap awal, Program Parkir Wisata SOMEAH diterapkan di 13 lokasi yang menjadi prototype pilot project dari total 58 titik pengelola parkir yang telah diidentifikasi di kawasan pantai selatan Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya program akan diperluas secara bertahap ke kawasan wisata lainnya. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap Program Parkir Wisata SOMEAH mampu menciptakan tata kelola parkir yang lebih profesional, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta memperkuat citra Sukabumi sebagai destinasi wisata yang tertib, aman, nyaman, dan berkelas. Melalui semangat kolaborasi, Program Parkir Wisata SOMEAH diharapkan menjadi bagian dari upaya (mewujudkan Sukabumi Nu Mubarokah, di mana pelayanan yang baik menjadi nilai utama dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Batu Panginten di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit bagi pencinta aktivitas berkemah. Berada tidak jauh dari kawasan Pantai Ujunggenteng, lokasi ini menawarkan panorama tebing yang langsung menghadap Samudra Hindia dengan suasana alam yang masih asri. Keunggulan Batu Panginten terletak pada hamparan rumput hijau di atas tebing yang menjadi lokasi ideal untuk mendirikan tenda. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas, gugusan karang, serta ombak besar khas pantai selatan yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Memasuki malam hari, suasana di Batu Panginten berubah semakin memikat. Hembusan angin laut yang sejuk berpadu dengan suara deburan ombak dan langit yang dipenuhi bintang menghadirkan pengalaman berkemah yang menenangkan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Lokasinya juga mudah dijangkau. Berjarak sekitar lima kilometer sebelum Pantai Ujunggenteng, akses menuju kawasan wisata ini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Area perkemahan berada di tengah kebun kelapa sehingga memberikan suasana teduh dan nyaman bagi para wisatawan. Bagi pengunjung yang belum memiliki perlengkapan camping, pengelola menyediakan layanan penyewaan tenda dengan biaya Rp30.000 per malam. Tarif tersebut sudah mencakup lampu penerangan serta penggunaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), sehingga wisatawan cukup datang tanpa perlu membawa perlengkapan sendiri. Salah seorang pengelola penyewaan tenda, Uwey, mengatakan jumlah wisatawan yang datang untuk berkemah terus menunjukkan peningkatan. Bahkan di luar musim liburan, kawasan ini tetap ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. “Alhamdulillah setiap Minggu selalu ada yang datang. Di luar musim liburan saja bisa puluhan pengunjung yang menginap. Kebanyakan dari Kota Sukabumi, Bandung, Bogor hingga Jakarta. Mereka bilang suasananya tenang dan pemandangannya berbeda dari tempat lain,” ujar Uwey, Minggu (2/8/2026). Selain menyediakan tenda, pihak pengelola juga berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Fasilitas penerangan, MCK gratis, hingga sajian kuliner khas berupa nasi liwet lengkap dengan ikan bakar dapat dipesan untuk menambah kenyamanan selama berkemah. Kesan positif juga disampaikan Andri Haryanto, seorang wirausahawan asal Bogor yang baru pertama kali menikmati suasana Batu Panginten. Menurutnya, panorama alam yang masih alami menjadi daya tarik utama yang membuat pengalaman berkemah terasa berbeda. Hal serupa diungkapkan Rosita, wisatawan asal Cianjur yang datang bersama keluarganya. Ia menilai kawasan Batu Panginten bersih, memiliki udara yang sejuk, serta ramah bagi anak-anak. Kemudahan menyewa tenda dan memesan makanan membuat liburan terasa praktis, sehingga dirinya berharap dapat kembali menikmati keindahan Batu Panginten di kesempatan berikutnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan sumber daya alam yang menjadi penopang perekonomian masyarakat. Keindahan Pantai Cicaladi atau Karang Bolong serta melimpahnya hasil laut menjadi kekuatan utama yang terus dikembangkan pemerintah desa. Pantai Cicaladi menawarkan panorama tebing karang yang berpadu dengan ombak Samudera Hindia. Keindahan alam tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang menyukai wisata alam dan aktivitas memancing. Selain menyuguhkan panorama alam, pantai ini juga dikenal sebagai lokasi pencarian lobster, udang, dan berbagai jenis ikan laut. Potensi tersebut didukung keberadaan gazebo dan warung milik warga yang memberikan kenyamanan bagi para pengunjung sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Di luar sektor pariwisata, Desa Sukatani juga memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas dan subur. Kondisi tersebut menjadikan sektor pertanian tetap menjadi mata pencaharian utama sebagian warga, berdampingan dengan aktivitas perikanan tangkap di kawasan pesisir. Penjabat Sementara Desa Sukatani, H. Rimbayana, didampingi Sekretaris Desa Hasan, mengatakan potensi wisata dan sumber daya alam yang dimiliki desa merupakan aset berharga yang harus dikelola secara optimal. “Dengan potensi sebesar ini perlu ada desain pengelolaan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia, Senin (6/7/2026). Sementara itu, seorang warga, Ajat (27), mengaku hasil laut masih menjadi tumpuan utama dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, aktivitas mencari ikan, lobster, dan hasil laut lainnya telah menjadi pekerjaan sehari-hari yang memberikan penghasilan bagi masyarakat pesisir. Pemerintah Desa Sukatani pun terus berupaya mengembangkan potensi wisata dan kelautan dengan melibatkan masyarakat, sehingga mampu menciptakan lapangan usaha baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai modal pembangunan desa di masa mendatang. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komunitas Land Rover Sukabumi kembali membuktikan bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu menjadi magnet kunjungan wisata. Melalui ajang FullMoon 3 yang digelar secara mandiri di Himalaya Camp, Pawenang, Kecamatan Nagrak, pada 27–28 Juni 2026, sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan. Peserta datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat maupun luar daerah, di antaranya Yogyakarta, Banten, Palembang, Lampung, Baturaja, dan Semarang. Kehadiran mereka bukan sekadar mengikuti agenda dua tahunan komunitas, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkenalkan potensi wisata alam Sukabumi. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari camping, senam bersama, bakti sosial, hingga ajang silaturahmi antarkomunitas. Dalam rangkaian bakti sosial tersebut, panitia juga menyerahkan 50 paket sembako kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Wakil Ketua Land Rover Sukabumi, Asep Saparwan, mengatakan FullMoon 3 merupakan agenda rutin dua tahunan yang seluruh proses penyelenggaraannya dilakukan secara swadaya oleh komunitas. “Alhamdulillah, FullMoon 3 berjalan lancar dengan diikuti sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri sebagai tujuan kegiatan komunitas. Semoga di tahun 2027 kegiatan serupa bisa lebih ditingkatkan lagi dari jumlah peserta hingga ke mancanegara,” ujarnya lewat aplikasi pesan whatsapp, Senin (29/6). Menurut Asep, kegiatan seperti FullMoon tidak hanya menjadi wadah mempererat persaudaraan sesama pecinta Land Rover, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap sektor pariwisata. Peserta dari luar daerah memanfaatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam Sukabumi sekaligus berbelanja dan menggunakan berbagai layanan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan. Panitia pelaksana, Rizky Gustama Abdi, berharap event berbasis komunitas seperti FullMoon dapat memperoleh perhatian lebih dari pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan yang mampu mendatangkan peserta dari berbagai kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya promosi pariwisata dan penguatan ekonomi lokal. “Komunitas telah menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, sebuah event dapat menghadirkan tamu dari berbagai daerah tanpa bergantung pada penyelenggaraan pemerintah. Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini mendapat dukungan sehingga bisa berkembang lebih besar dan menjadi agenda wisata yang mampu menarik lebih banyak pengunjung ke Sukabumi,” katanya. Keberhasilan FullMoon 3 menjadi bukti bahwa komunitas memiliki peran strategis dalam menghidupkan sektor pariwisata daerah. Dengan dukungan dan perhatian yang lebih besar terhadap event-event komunitas, Sukabumi berpeluang memiliki lebih banyak kegiatan berskala regional maupun nasional yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat gotong royong dan kekompakan komunitas kembali ditunjukkan Land Rover Sukabumi melalui penyelenggaraan FullMoon 3. Kegiatan yang digelar secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah ini sukses menghadirkan sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah di Indonesia ke Kabupaten Sukabumi. Agenda dua tahunan tersebut berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Himalaya Camp, Pawenang, Kecamatan Nagrak. Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Barat, Yogyakarta. Peserta lain berasal dari wilayah Banten, Palembang, Lampung, Baturaja hingga Semarang untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan. Selama dua hari, peserta mengikuti camping, senam bersama, bakti sosial, dan kegiatan silaturahmi antarkomunitas. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, panitia juga menyalurkan 50 paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Wakil Ketua Land Rover Sukabumi, Asep Saparwan, mengatakan FullMoon 3 merupakan kegiatan yang dipersiapkan sepenuhnya oleh komunitas. Meski tanpa dukungan penyelenggaraan dari pemerintah, kegiatan ini mampu menarik peserta dari berbagai daerah untuk datang ke Sukabumi. “Alhamdulillah, FullMoon 3 berjalan lancar dan diikuti sekitar 95 kendaraan Land Rover dari berbagai daerah. Ini menjadi bukti bahwa komunitas memiliki semangat yang kuat untuk terus menjaga silaturahmi sekaligus mengenalkan potensi Sukabumi kepada para pecinta Land Rover dari berbagai wilayah,” ujarnya, Senin (29/6). Dia menambahkan, kegiatan komunitas seperti FullMoon memiliki nilai lebih dari sekadar ajang berkumpul. Kehadiran peserta dari luar daerah turut menggerakkan sektor pariwisata, meningkatkan tingkat hunian penginapan, serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kuliner, UMKM, dan destinasi wisata di Sukabumi. Panitia pelaksana, Rizky Gustama Abdi, berharap kegiatan serupa ke depan dapat memperoleh perhatian lebih dari pemerintah daerah. Menurutnya, event berbasis komunitas memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata apabila mendapat dukungan dan masuk dalam kalender kegiatan daerah. “Komunitas telah membuktikan mampu menghadirkan peserta dari berbagai daerah secara mandiri. Jika mendapat dukungan yang lebih baik, kami optimistis kegiatan seperti ini dapat berkembang lebih besar dan menjadi salah satu motor penggerak pariwisata Sukabumi,” katanya. Keberhasilan FullMoon 3 menjadi gambaran bahwa komunitas otomotif tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mempromosikan potensi daerah di tahun 2027 mendatang. Dengan sinergi yang lebih kuat antara komunitas dan pemerintah, event serupa diyakini dapat menjadi aset penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pantai Taman Pandan di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di kawasan Sukabumi Selatan. Keindahan panorama alam yang masih alami serta pemandangan matahari terbenam yang memukau menjadi daya tarik utama yang mampu mengundang wisatawan dari berbagai daerah. Pada akhir pekan, kawasan pantai terlihat ramai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga maupun kerabat untuk menikmati suasana pesisir yang tenang. Hamparan pasir, deburan ombak, dan langit senja yang berwarna keemasan menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. April, wisatawan asal Bogor, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana Pantai Taman Pandan yang dinilai nyaman dan cocok sebagai lokasi rekreasi keluarga. “Tempatnya bersih, suasananya nyaman, dan pemandangannya indah. Sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (7/6/2026). Menurut sejumlah pengunjung, momen matahari terbenam menjadi waktu yang paling ditunggu. Perpaduan warna langit senja dengan panorama laut menghadirkan keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain. Warsito, warga Sukabumi, menuturkan bahwa keindahan sunset di Pantai Taman Pandan menjadi alasan utama banyak wisatawan datang berkunjung. “Menjelang sore, pemandangannya luar biasa. Warna langit berubah-ubah dan terlihat sangat indah ketika matahari mulai tenggelam,” katanya. Hal serupa disampaikan Robi, wisatawan asal Parungkuda. Ia menilai Pantai Taman Pandan memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Sukabumi Selatan. Sementara itu, pengelola Pantai Taman Pandan, Bocin, mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan wisata. “Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh wisatawan. Mari kita jaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tetap memperhatikan keselamatan saat berada di area pantai,” ujarnya. Kepala Desa Cikangkung, Saepudin, mengapresiasi upaya pengelola dalam mengembangkan potensi wisata setempat. Menurutnya, keberadaan Pantai Taman Pandan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. “Semoga Pantai Taman Pandan semakin dikenal luas dan mampu memberikan manfaat bagi warga melalui sektor pariwisata,” ungkapnya. Dengan keindahan alam yang masih terjaga dan pesona matahari terbenam yang memikat, Pantai Taman Pandan terus menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai di wilayah Sukabumi Selatan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Musyawarah penertiban pengelolaan Wisata Pantai Pandan di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, pada Minggu (19/4/2026) terpaksa ditunda. Agenda yang dihadiri unsur pemerintah desa, kecamatan, BPD, dan tokoh masyarakat itu tidak dapat dilanjutkan lantaran tim pengelola objek wisata tidak hadir tanpa konfirmasi. Kepala Desa Cikangkung, Saepudin, menyayangkan sikap pengelola yang dinilai tidak kooperatif. Ia menegaskan, forum tersebut digelar untuk menata ulang sistem pengelolaan agar lebih transparan, tertib, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan. “Undangan sudah kami sampaikan secara resmi. Namun hingga musyawarah dibuka, pihak pengelola tidak hadir tanpa keterangan. Ini tentu menghambat upaya perbaikan bersama,” ujarnya. Ketua BPD Desa Cikangkung, Awang Darmawan, menilai pembenahan tata kelola Pantai Pandan sudah menjadi kebutuhan mendesak. Ia menyebutkan sejumlah persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat, mulai dari karcis masuk, kebersihan, pengelolaan parkir, hingga pembagian hasil. “Seharusnya forum ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus mencari solusi bersama. Karena pengelola tidak hadir, kami sepakat untuk menunda musyawarah,” katanya. Hal senada disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Ciracap, Bahum. Ia meminta pihak pengelola menunjukkan itikad baik dengan menghadiri musyawarah lanjutan yang akan dijadwalkan kembali. “Pantai Pandan merupakan aset desa. Tanpa kerja sama yang baik, sulit untuk mewujudkan pengelolaan yang tertib dan profesional,” tegasnya. Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Cikangkung, Aipda Asep Yusuf, menekankan perlunya langkah konkret pasca penundaan musyawarah. Ia mengusulkan agar pemerintah desa segera menjadwalkan ulang pertemuan dengan mengirimkan undangan resmi kepada pengelola, disertai tembusan kepada Forkopimcam Ciracap. Selain itu, ia juga mendorong diterbitkannya surat teguran resmi agar pihak pengelola hadir sekaligus membawa laporan pengelolaan secara terbuka. Tidak hanya itu, ia menyarankan adanya moratorium terhadap kebijakan baru, khususnya terkait tarif dan sistem pengelolaan, hingga tercapai kesepakatan bersama. Di sisi lain, Pemerintah Desa Cikangkung membuka ruang aspirasi bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait pengelolaan Pantai Pandan selama proses penertiban berlangsung. Penundaan musyawarah ini menjadi perhatian bersama, mengingat pentingnya pembenahan tata kelola wisata demi menciptakan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Dicky)