HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus meningkatkan pemantauan dan langkah kesiapsiagaan menyusul meningkatnya debit air yang memicu genangan hingga banjir di sejumlah wilayah hukum Polres HSU, Rabu (31/12/2025).
Kapolres Hulu Sungai Utara melalui laporan monitoring menyampaikan bahwa dampak banjir terpantau di beberapa kecamatan, mulai dari Amuntai Tengah, Amuntai Utara, Amuntai Selatan, Sungai Pandan, Banjang, Babirik hingga Danau Panggang. Genangan air umumnya merendam jalan umum, kawasan permukiman warga, serta akses penghubung antar desa dengan ketinggian bervariasi antara 1 hingga 20 sentimeter.
Di wilayah Polsek Amuntai Tengah, genangan air terjadi di sejumlah kelurahan dan desa seperti Kebun Sari, Palampitan Hulu dan Hilir, Pasar Senin, Kandang Halang, hingga Rantawan. Jalan-jalan utama terendam air, namun masih dapat dilalui kendaraan dengan kewaspadaan tinggi.
Sementara itu, Polsek Amuntai Utara melaporkan genangan di ruas Jalan Amuntai–Tabalong pada beberapa titik di Desa Pamintangan, Pakapuran, Panangkalaan, hingga Kuangan dengan panjang genangan mencapai ratusan meter.
Kondisi debit air juga mengalami peningkatan di wilayah Amuntai Selatan dan Sungai Pandan. Di Sungai Kali Negara, Desa Teluk Batung, ketinggian air tercatat naik dari 543 cm menjadi 545 cm, sehingga berpotensi meluas ke permukiman sekitar bantaran sungai.
Wilayah yang terdampak cukup signifikan berada di Kecamatan Banjang. Air dilaporkan masuk ke puluhan rumah warga di sejumlah desa, seperti Danau Terate, Lok Bangkai, Patarikan, Pandulangan, Murung Padang, Beringin, Baruh Tabing, Teluk Serikat, dan Teluk Buluh. Selain itu, beberapa ruas jalan desa dan jalan kabupaten terendam air dengan panjang genangan hingga ratusan meter.
Di wilayah Polsek Babirik dan Polsek Danau Panggang, genangan air juga terpantau di jalan penghubung Babirik–Danau Panggang serta Desa Palukahan, dengan kenaikan debit air di pintu-pintu air mencapai 1 cm.
Menanggapi kondisi tersebut, Polres HSU bersama jajaran Polsek telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kenaikan debit air, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Anak-anak juga diimbau untuk tidak bermain di sekitar sungai guna menghindari risiko kecelakaan.
Selain itu, Polres HSU aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna mempercepat penyampaian informasi kondisi wilayah, pemasangan rambu daerah rawan banjir, serta upaya penanggulangan dampak bencana.
Peningkatan debit air ini diketahui dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan, yang berdampak langsung terhadap aliran sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Polres HSU memastikan pemantauan situasi akan terus dilakukan secara berkala, serta siap melakukan langkah lanjutan apabila kondisi berkembang dan berdampak lebih luas.
(Agus)
