HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya mendukung program swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Senin (27/7/2026), personel Polsek Banjang turun langsung memantau perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang.
Monitoring yang dilaksanakan sekitar pukul 11.30 Wita tersebut menjadi bagian dari pemantauan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang, sekaligus memastikan perkembangan tanaman di lahan binaan dapat terpantau secara berkala.
Berdasarkan hasil pemantauan, lahan jagung yang dikelola Sadikin tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut tercatat sebagai lahan perorangan yang tergabung dalam kelompok tani Mandiri dan menjadi salah satu lahan binaan Polri.
Jagung yang ditanam merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih hibrida Bisi 18. Penanaman dilakukan pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring tanaman telah memasuki usia sekitar 77 hari.
Perkembangan tanaman di lapangan menunjukkan tinggi jagung berkisar antara 2 hingga 2,10 meter. Dengan kondisi tersebut, perkiraan waktu panen tercatat pada sekitar 10 Oktober 2026.
Dalam proses budidayanya, lahan tersebut menggunakan sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus benih. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang.
Menariknya, proses pengelolaan lahan tersebut masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Pemantauan dilakukan oleh tiga personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto, dan Aiptu Sukadi. Kehadiran personel kepolisian di lapangan menjadi bagian dari pendampingan sekaligus monitoring terhadap perkembangan program pertanian di wilayah Kecamatan Banjang.
Program swasembada jagung menjadi salah satu upaya yang membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk kepolisian dan masyarakat petani. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu memastikan perkembangan tanaman tetap terdata serta mendorong semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian.
Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan tersebut juga memperkuat komunikasi antara personel Polri dengan petani di wilayah binaannya. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.
(Agus)