SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Menjelang musim tanam padi, keresahan melanda para petani di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, stok pupuk bersubsidi semakin sulit didapat di sejumlah kios, terutama di Kecamatan Cibitung dan Surade.
Kelangkaan ini bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang warga Cibitung menulis keluhannya di akun Facebook, meminta pemerintah menambah kuota pupuk.
“Kami bukan minta, tapi mau beli. Kasihan para petani,” ketusnya.
Pantauan di lapangan pada Kamis (9/10/2025), menunjukkan antrean panjang petani di salah satu kios pupuk di Kampung Pasirjampang, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung. Mereka menunggu giliran untuk mendapatkan pupuk urea dan phonska bersubsidi yang jumlahnya terbatas.
“Sekarang sudah mulai masa tanam, jadi pupuk sangat dibutuhkan. Saya baru bisa setor uang dan menyerahkan e-KTP untuk verifikasi kuota. Katanya baru bisa diambil besok,” ujar Kurdi (55), petani setempat.
Pemilik kios pupuk, Rismawan (39), membenarkan keterbatasan stok yang menyebabkan antrean panjang. Ia mengaku pengiriman dari distributor di Kota Sukabumi sering terlambat sehingga penyaluran harus diatur.
“Memang tadi ada sekitar 50–60 petani datang. Karena stok terbatas, pembagian kami batasi supaya semua kebagian. Misalnya yang minta lima kuintal, kami kasih tiga kuintal dulu,” jelasnya.
Menurut Rismawan, kiosnya baru menerima kiriman 4 ton pupuk phonska dan 4 ton urea, yang langsung disalurkan kepada petani terdaftar.
Sedangkan harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp2.300 per kilogram untuk phonska dan Rp2.250 per kilogram untuk urea.
“Besok juga ada kiriman baru. Sebagian petani sudah bayar dan menunggu pengambilan,” tambahnya.
Para petani berharap pasokan pupuk segera normal agar masa tanam tidak terganggu dan hasil panen tetap optimal. “Kami cuma ingin pupuk tersedia tepat waktu, itu saja,” ujar Kurdi. (Dicky)