KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menggelar prosesi pelantikan dan pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kuningan periode 2025–2030, bertempat di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Jl. Siliwangi No. 88, pada Selasa (3/11/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta para tamu undangan dari berbagai organisasi wanita dan pelaku usaha kerajinan lokal.
Turut hadir Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, yang mengungkapkan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak.
“Terima kasih karena teman-teman sudah bekerja secara maksimal. Cukup banyak dinas yang sudah ikut terlibat,” ungkap Noneng Komara Nengsih.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan, dilanjutkan dengan pelantikan resmi para pengurus baru di hadapan jajaran pimpinan daerah yang mengenakan seragam dinas batik khas daerah senada dengan pengurus yang dikukuhkan.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kuningan yang baru dikukuhkan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., siap mengemban amanah untuk memajukan kerajinan lokal Kuningan.
Pihak panitia penyelenggara dari Bagian Perekonomian & SDA Setda Kuningan menyampaikan bahwa pembentukan kepengurusan baru ini merupakan momentum penting untuk membangkitkan kembali sektor industri kreatif dan kerajinan tangan lokal agar mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Kepengurusan Dekranasda untuk lima tahun ke depan diharapkan dapat menjadi jembatan yang kuat dalam memfasilitasi, membina, dan mempromosikan produk-produk unggulan dari para pengrajin di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara pengurus Dekranasda yang baru dilantik dengan jajaran Forkopimda Kuningan di panggung utama Pendopo.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan yang baru ini, Dekranasda Kabupaten Kuningan siap tancap gas menyusun program-program strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan dan kearifan lokal.
(Asep Rusliman)