JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 3 November 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan apel tamping yang diikuti oleh warga binaan yang mendapat kepercayaan untuk membantu kegiatan operasional di lingkungan Rutan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memberikan arahan sekaligus memperkuat kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas yang telah diberikan. Dalam apel tersebut, para tamping diingatkan untuk senantiasa mematuhi aturan yang berlaku, menjaga sikap dan perilaku, serta melaksanakan tugas sesuai dengan arahan petugas. Selain itu, apel juga menjadi momentum untuk memastikan setiap tamping memahami batasan tugas dan tanggung jawabnya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada tamping harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Setiap tamping harus mampu menjaga kedisiplinan, menaati ketentuan, dan menunjukkan sikap yang baik dalam melaksanakan tugas. Kepercayaan ini hendaknya menjadi motivasi untuk belajar bertanggung jawab serta membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya. Melalui apel tamping, Rutan Jepara terus mendorong terbentuknya sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan. Dengan pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan para tamping dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses memperbaiki diri.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengalaman panjang, pengetahuan, serta dedikasi para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) dinilai menjadi modal berharga yang dapat diwariskan kepada generasi penerus. Peran tersebut diharapkan terus hadir melalui kontribusi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dalam mendukung pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI tingkat Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Selasa (3/11/2026). Menurut Asep Japar, PWRI memiliki posisi strategis karena menjadi wadah berkumpulnya para purna bakti yang menyimpan banyak pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai keteladanan selama menjalankan pengabdian kepada negara dan masyarakat. Ia menilai, perjalanan panjang para anggota PWRI dalam dunia pemerintahan merupakan sumber pembelajaran yang sangat berharga. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus bekal bagi generasi penerus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pembangunan. “Di dalam organisasi ini banyak nilai kehidupan, kebijaksanaan, serta pengalaman panjang yang dapat menjadi bekal berharga bagi generasi penerus. Sebab di dalamnya berkumpul para pejabat yang telah pensiun,” ujarnya. Atas dasar itu, Bupati berharap PWRI tidak hanya menjadi organisasi yang mewadahi para pensiunan, tetapi juga mampu terus mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Kontribusi tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, berbagi pengetahuan, pembinaan masyarakat, serta berbagai aktivitas positif yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Asep Japar juga mengajak jajaran PWRI Kabupaten Sukabumi membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keselarasan program akan membuka ruang lebih luas bagi para purna bakti untuk menyumbangkan pemikiran, pengalaman, dan gagasan konstruktif demi kemajuan daerah. “Mari sinergikan program dengan pemerintah. Kami sangat mendukung PWRI. Sekali lagi, selamat ulang tahun PWRI. Semoga PWRI semakin maju, solid, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya. Senada dengan Bupati, Ketua PWRI Jawa Barat H. Yuyun Muslihat menegaskan bahwa PWRI merupakan organisasi yang menaungi para orang tua yang masih memiliki semangat untuk berkarya dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Ia berharap PWRI Kabupaten Sukabumi mampu memperkuat perannya melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Bahkan, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan dan aspirasi. “Di Kabupaten Sukabumi, PWRI pun harus berperan. Padukan program PWRI dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Berikan juga aspirasi atau saran untuk membantu tugas bupati,” tegasnya. Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Sukabumi H. Bambang AA menyampaikan bahwa selama 2026 organisasinya telah menjalankan sejumlah program kerja, baik yang menyasar penguatan internal organisasi maupun kegiatan eksternal. Berbagai kegiatan sosial dan pembinaan telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperluas manfaat PWRI bagi masyarakat. “Selama 2026 kami telah melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari kegiatan sosial, pembinaan, dan lainnya untuk kemajuan PWRI Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Dicky)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 3 November 2026 – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, memimpin kegiatan morning briefing yang diikuti oleh jajaran petugas Rutan Jepara. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyampaikan arahan, melakukan koordinasi, serta mengevaluasi pelaksanaan tugas agar seluruh jajaran dapat menjalankan tanggung jawab secara optimal. Dalam arahannya, Karutan menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan komunikasi yang baik antarpetugas. Setiap jajaran diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi masing-masing, menjaga kekompakan, serta meningkatkan ketelitian dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan Rutan. Renza Maisetyo menyampaikan bahwa briefing pagi merupakan momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana. “Saya berharap seluruh petugas senantiasa menjaga kedisiplinan, meningkatkan koordinasi, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta profesionalisme. Hal-hal yang menjadi kendala di lapangan perlu dikomunikasikan agar dapat segera dicarikan solusi,” tegasnya. Melalui kegiatan morning briefing ini, Rutan Jepara terus memperkuat sinergi dan kesiapan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Dengan koordinasi yang solid serta komitmen bersama, diharapkan pelaksanaan tugas dapat berjalan semakin efektif, tertib, dan optimal. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memasuki usia ke-16 tahun, Komunitas Wartawan Sukabumi (KOWASI) bersiap memperkuat konsolidasi internal sekaligus memantapkan arah organisasi melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Besar (Mubes), Selasa, 10 November 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Villa Nipah Valley, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Momentum ini menjadi bagian penting dari perjalanan KOWASI dalam menjaga eksistensi, mempererat hubungan antaranggotanya, serta membangun komitmen bersama untuk menghadapi dinamika dunia jurnalistik. Ketua Umum KOWASI, Yudi Suyudi, akan memimpin langsung agenda tersebut bersama Sekretaris Jenderal Heri Setiawan, jajaran pengurus, dan seluruh anggota organisasi. Mengusung tema “KOWASI Bangkit, KOWASI Tangguh, KOWASI Tumbuh, KOWASI Jaya dan Maju”, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni pertambahan usia organisasi. Lebih dari itu, tema tersebut merepresentasikan tekad untuk memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan solidaritas, serta mendorong kontribusi nyata insan pers bagi masyarakat. Dia juga menegaskan bahwa perjalanan selama 16 tahun merupakan capaian yang harus disyukuri sekaligus menjadi bahan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas organisasi. Menurutnya, kebersamaan dan semangat saling mendukung harus tetap menjadi kekuatan utama KOWASI agar mampu berkembang serta menjadi wadah yang memberikan ruang positif bagi para wartawan di Sukabumi. “16 tahun bukan waktu yang singkat. Mari kita jaga kebersamaan, terus belajar, dan berkarya. KOWASI harus tetap menjadi rumah yang nyaman bagi rekan-rekan wartawan di Sukabumi,” ujar Yudi, Selasa (3/11). Ia berharap, bertambahnya usia organisasi dapat menjadi dorongan bagi seluruh anggota untuk semakin solid, menjaga profesionalisme, serta berperan aktif dalam membangun kehidupan pers yang sehat dan bertanggung jawab. Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal KOWASI, Heri Setiawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes memiliki arti strategis dalam menyatukan pandangan dan memperkuat komitmen seluruh elemen organisasi. Melalui forum tersebut, KOWASI diharapkan mampu melakukan evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah dan orientasi ke depan agar keberadaannya semakin kokoh serta memberikan manfaat lebih luas. “KOWASI Bangkit menghadapi tantangan zaman, KOWASI Tangguh menjaga integritas, KOWASI Tumbuh dalam kebersamaan, dan KOWASI Jaya serta Maju membawa nama jurnalistik yang terhormat di Sukabumi,” tandas Heri. Rangkaian HUT ke-16 dan Mubes ini diharapkan menjadi titik penguatan semangat kolektif seluruh keluarga besar KOWASI. Sebab, tantangan dunia jurnalistik ke depan membutuhkan organisasi yang solid, adaptif, serta mampu menjunjung tinggi profesionalisme dan etika pers. Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, KOWASI bertekad melanjutkan perjalanan organisasi dengan membawa nilai-nilai persaudaraan, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh rekan wartawan, mitra kerja, serta masyarakat luas diharapkan turut memberikan doa dan dukungan agar penyelenggaraan HUT ke-16 dan Mubes KOWASI berjalan lancar dan sukses. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.ID – Penataan ruang wilayah ke depan akan diarahkan agar mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan dan keberlangsungan lahan pertanian. Arah kebijakan tersebut tercermin dalam sejumlah materi perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kini tengah memasuki pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Weny Sulistyo, mengungkapkan bahwa revisi RTRW telah melewati beberapa tahapan pembahasan. Saat ini, penyempurnaan materi regulasi dilakukan bersama tim DPRD dan bagian hukum sebelum memasuki agenda paripurna yang dijadwalkan pada Kamis mendatang. Meski demikian, proses penetapan regulasi tersebut diperkirakan tidak rampung pada penghujung 2026. Pasalnya, setelah tahapan pembahasan di daerah, masih terdapat mekanisme pengajuan ke pemerintah provinsi dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang harus dipenuhi. Salah satu aspek yang mengalami penyesuaian cukup penting adalah pengaturan kawasan pertanian. “Dalam revisi kali ini, penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mengacu pada kebijakan Kementerian ATR dengan target akumulasi sebesar 87 persen untuk Provinsi Jawa Barat,” kata Weny, Selasa (3/11/2026). Sementara itu, daerah dengan karakteristik wilayah yang relatif terbatas memperoleh target 65 persen. Jika dikonversikan berdasarkan luasan lahan sawah yang tersedia, angka tersebut mencapai 697,38 hektare dari total 1.259 hektare. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari pengaturan pemanfaatan ruang agar keberadaan lahan pertanian tetap terlindungi di tengah tuntutan pembangunan dan perubahan penggunaan lahan. Perubahan lainnya menyentuh pengelolaan ruang terbuka hijau. Menurut Weny, konsep RTH dalam revisi RTRW tidak lagi hanya bertumpu pada penyediaan ruang hijau secara horizontal, tetapi juga diperluas melalui pendekatan yang menyesuaikan kondisi perkotaan. “Salah satunya dengan mengadopsi konsep Indonesia Biru yang memasukkan unsur sungai, saluran irigasi, embung, dan kolam retensi dalam tipologi ruang terbuka,” ujarnya. Selain itu, pemanfaatan ruang secara vertikal serta pembangunan taman di atas gedung atau rooftop garden turut menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan. Pada sektor ekonomi, revisi RTRW juga membuka ruang pengembangan kawasan peruntukan industri baru di Cikundul, selain kawasan Sukakarya. Penambahan tersebut menjadi salah satu materi perubahan dalam pengaturan struktur pemanfaatan ruang wilayah. Weny menerangkan, kawasan peruntukan industri tidak sepenuhnya sama dengan kawasan industri yang memiliki zona khusus. “Dalam kawasan peruntukan industri, pemanfaatan ruang masih dapat berdampingan dengan kegiatan lain, termasuk permukiman dan fasilitas pendidikan, dengan tetap memperhatikan ketentuan zonasi,” kata Weny. Sementara itu, kewajiban penyediaan fasilitas lingkungan tetap menjadi persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap pemanfaat ruang. “Pengembangan perumahan tetap harus menyediakan RTH berdasarkan ketentuan pola 18+2. Demikian pula kawasan perkantoran dan pertokoan yang diwajibkan menyediakan fasilitas taman atau ruang terbuka,” tuturnya. Rangkaian perubahan tersebut memperlihatkan bahwa revisi RTRW membawa sejumlah penyesuaian mendasar dalam mengatur pemanfaatan ruang. Bukan hanya memberikan ruang bagi pertumbuhan kawasan ekonomi dan industri, tetapi juga memastikan perlindungan lahan pertanian serta ketersediaan ruang ekologis tetap menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan wilayah. “Penyelesaian revisi RTRW menjadi tahapan strategis untuk menghadirkan pedoman pembangunan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan daerah, sekaligus menjaga keselarasan antara kepentingan ekonomi, lingkungan, dan keberlanjutan wilayah,” pungkasnya. (Usep)
Jember – Bidik-kasusnews.com Komandan Brigade Infanteri 9/Dharaka Yudha Kostrad, Kolonel Inf. M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han.M.A memimpin upacara penyerahan jabatan Danyonif 509/ Balawara Yudha Kostrad Letkol Inf Apit Yulianto,S.Hub.Int dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana Ranting 2 Yonif 509, Ny.Arien Apit Yulianto bertempat,sekaligus tradisi laporan korps dilapangan Markas Komando Condromowo, Senin Pagi (02/11/2026). Danyonif 509/Balawara Yudha Kostrad Letkol Inf Apit Yulianto pria asli Bandung merupakan abituren Akmil 2007 dan menjadi Bapak Condromowo ke 44. Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD dalam rangka pembinaan personel, regenerasi kepemimpinan, serta peningkatan profesionalisme prajurit. Pergantian jabatan juga menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkuat soliditas satuan. Melalui kepemimpinan baru ini, Komandan Brigade Infanteri 9/ Dharaka Yudha Kostrad berharap semakin profesional, disiplin, dan tangguh dalam menghadapi setiap tantangan tugas, demi pengabdian terbaik kepada TNI AD, bangsa, dan negara. “Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin satuan jajaran TNI AD,selain sertijab juga kegiatan tradisi korps untuk menanamkan rasa kebanggaan, kecintaan, loyalitas, jiwa korsa, serta tanggung jawab terhadap satuannya”,ujarnya. Sementara Letkol Inf Apit mengatakan, Kami berterima kasih kepada Komandan Brigade Infanteri 9/ Dharaka Yudha yang sudah mempercayakan jabatan dan amanah, akan saya laksanakan dengan baik, zero pelanggaran untuk 509,tutup Danyonif. (Red)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi R. menerima kunjungan kehormatan _Chief of Australian Army_ (Kasad Australia) Lieutenant General Susan May Coyle, AM, CSC, DSM, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama militer antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan Darat Australia. Kunjungan diawali dengan upacara penghormatan militer sebagai bentuk penghormatan TNI AD kepada pimpinan Angkatan Darat Australia, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan _courtesy call_ di ruang tamu Kasad. Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan Angkatan Darat itu membahas tentang pengembangan hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan, termasuk berbagai peluang untuk memperkuat hubungan antarkedua Angkatan Darat. Kerja sama TNI AD dan Angkatan Darat Australia selama ini mencakup latihan bersama, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel, serta peningkatan kapasitas dan profesionalisme prajurit. Kegiatan tersebut mendukung peningkatan saling pengertian, kepercayaan, dan interoperabilitas kedua institusi. Di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks, komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan kedua Angkatan Darat serta mendukung stabilitas dan keamanan kawasan. Kunjungan ini menegaskan komitmen TNI AD dan Angkatan Darat Australia untuk menjaga hubungan persahabatan dan kemitraan strategis keduanya, serta terus menjajaki peluang peningkatan kerja sama di berbagai bidang pada masa mendatang. (Red)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki kesadaran hukum perlu dimulai sejak bangku sekolah. Hal inilah yang menjadi perhatian Polsek Jatinegara melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan kepada para pelajar SMP Negeri 62 Jakarta, Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di lingkungan SMP Negeri 62, Kompleks Pendidikan, Jalan Jatinegara Timur IV, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, ini menghadirkan Kasium Polres Metro Jakarta Timur, AKP A.E. Sinaga, didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Bunga, Aiptu Hendrik S. Penyuluhan tersebut diikuti kepala sekolah, para guru, serta siswa dan siswi SMP Negeri 62 Jakarta. Suasana kegiatan dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai pesan penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan pergaulan remaja sehari-hari. Dalam arahannya, para pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh ajakan mengikuti aksi demonstrasi atau unjuk rasa. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bijak menggunakan media sosial serta berhati-hati dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi agar tidak terjerat pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap persoalan perundungan atau bullying yang masih menjadi ancaman bagi lingkungan pendidikan. Para siswa diajak untuk saling menghargai, menghormati perbedaan, tidak mengejek, mengintimidasi, ataupun melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun melalui media sosial. Edukasi mengenai bahaya narkoba turut disampaikan. Para pelajar diingatkan agar tidak pernah mencoba-coba menggunakan narkoba karena dampaknya dapat merusak masa depan, kesehatan, serta kehidupan sosial mereka. Selain itu, para siswa diminta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti membolos, merokok, tawuran, bergabung dengan geng motor, melakukan aktivitas nge-bem, hingga balapan liar atau trek-trekan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Pesan lainnya yang tidak kalah penting adalah menanamkan sikap hormat kepada guru dan orang tua. Para pelajar diharapkan mampu menjaga perilaku, menaati aturan sekolah, serta ikut menjaga nama baik keluarga dan lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, Polsek Jatinegara berharap para pelajar tidak hanya memahami aturan dan konsekuensi hukum, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan, melainkan juga tempat membentuk karakter dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Kegiatan penyuluhan berlangsung aman dan kondusif. Polsek Jatinegara terus mendorong sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan dan kenakalan remaja. (Agung)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Mengawali aktivitas pelayanan kepolisian pada Senin pagi (2/11/2026), Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si. memimpin apel pagi personel Polsek Jatinegara di Mako Polsek Jatinegara. Apel yang berlangsung pukul 08.00 WIB tersebut didampingi Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono, S.H., M.H. dan diikuti 38 personel, terdiri dari 16 perwira dan 22 bintara. Dalam arahannya, AKBP Achmad Akbar menyampaikan bahwa kunjungannya menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung sekaligus mengenal lebih dekat personel Polsek Jatinegara. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga semangat, kesehatan, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah optimalisasi layanan darurat Call Center 110. Menurutnya, layanan tersebut merupakan garda terdepan dalam transformasi digital Polri yang mengedepankan kecepatan respons (quick response), profesionalisme petugas, serta kehadiran polisi di tengah masyarakat. Melalui layanan 110, masyarakat diharapkan semakin mudah mendapatkan bantuan kepolisian ketika menghadapi situasi darurat maupun membutuhkan kehadiran petugas. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa tugas kepolisian bukan sekadar hadir dan menjalankan rutinitas, tetapi juga memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, tepat, profesional, dan bertanggung jawab. Apel pagi ini menjadi momentum memperkuat soliditas, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif dan humanis bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. POLSEK JATINEGARA – HADIR, MELAYANI, DAN MELINDUNGI MASYARAKAT. (Agung)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil yang diduga merupakan kendaraan taksi online terjadi di kawasan persimpangan jalur Busway Kampung Melayu–Ancol, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut bermula ketika mobil yang melaju dari arah Jalan Otista hendak menuju kawasan Jatinegara. Setibanya di persimpangan jalur Busway Kampung Melayu–Ancol, pengemudi mobil diduga berupaya mengambil jalur paling kanan untuk menuju arah Jatinegara. Namun, saat melakukan manuver tersebut, tiba-tiba muncul seorang pengendara sepeda motor yang melintas di jalur yang sama. Diduga karena berusaha menghindari pengendara motor tersebut, pengemudi mobil kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak separator atau pembatas jalur Busway. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, posisi kendaraan yang mengalami kecelakaan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar persimpangan. Merespons kondisi tersebut, petugas Transjakarta turut membantu melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan yang lebih panjang. Sementara itu, pengemudi mobil dibantu oleh rekan-rekan sesama pengemudi transportasi online untuk mengurus laporan kepada kantor atau pihak operasional terkait, sekaligus berkoordinasi dengan jasa derek agar kendaraan yang mengalami kecelakaan dapat segera dievakuasi dari lokasi. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama ketika melintasi persimpangan dengan arus kendaraan yang padat. Pengemudi diimbau memastikan kondisi sekitar aman sebelum berpindah jalur atau melakukan manuver. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kesigapan petugas Transjakarta dan kepedulian rekan sesama pengemudi diharapkan dapat membantu proses penanganan sehingga arus lalu lintas kembali normal. Keselamatan di jalan raya bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan diri sendiri dan sesama pengguna jalan. (Agung)