SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Insiden perkelahian yang melibatkan sejumlah siswa kelas 9 di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan dari pihak orang tua siswa.
Selain dugaan pengeroyokan yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Kamis (7/5/2026), keterlambatan komunikasi dari pihak sekolah turut memicu kekecewaan keluarga korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, orang tua korban pertama kali mengetahui kejadian tersebut bukan dari pihak sekolah, melainkan dari kabar yang beredar di lingkungan warga dan media sosial Facebook.
Pihak keluarga mengaku baru mendapat penjelasan setelah mendatangi sekolah secara langsung pada Sabtu (9/5/2026).
Situasi tersebut membuat keluarga korban merasa kecewa karena pihak sekolah dinilai tidak segera menyampaikan informasi resmi kepada orang tua siswa, Komite Kelas maupun Komite Sekolah sesaat setelah kejadian terjadi.
Akibatnya, keluarga korban berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Di sisi lain, pihak sekolah disebut telah mengirimkan surat panggilan kepada orang tua siswa yang terlibat untuk melakukan musyawarah bersama.
Sekolah juga dikabarkan mengakui adanya kekurangan dalam penyampaian informasi kepada wali murid dan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi internal.
Wakil Bidang Pembinaan Peserta Didik sekolah setempat, Purwanti, menjelaskan bahwa perkelahian terjadi di dalam lingkungan sekolah dan sempat menimbulkan kepanikan di kelas.
“Korban sempat dicekik saat perkelahian berlangsung. Beruntung teman-teman siswa dan guru dari kelas lain segera melerai,” ujar Purwanti.
Ia menambahkan, guru yang berada di kelas saat kejadian tidak dapat langsung menangani situasi karena tengah dalam kondisi hamil dan merasa khawatir menghadapi keributan tersebut.
Sementara itu, kepala sekolah belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Ketua Komite Sekolah, Ibrohim, mengatakan pihaknya akan berupaya memfasilitasi penyelesaian masalah secara musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
“Kami akan mengadakan pertemuan bersama orang tua siswa yang terlibat agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik dan tetap mengedepankan kepentingan anak-anak,” katanya.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya respons cepat, keterbukaan informasi, serta koordinasi antara sekolah dan orang tua dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan pendidikan. (Dicky)