Indramayu,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,.
Kenaikan harga bahan bakar dinilai berpotensi memicu meningkatnya pengangguran masyarakat pesisir wilayah Pantura Jawa Barat. Kondisi tersebut muncul setelah aktivitas melaut sejumlah kapal nelayan mulai terhenti akibat tingginya biaya operasional.
Ketua Gerakan Nelayan Pantura, Kajidin, mengaku khawatir dampak kenaikan bahan bakar semakin meluas terhadap masyarakat pesisir. Menurutnya, banyak awak kapal hanya mengandalkan pekerjaan melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya selama ini.
“Yang paling menakutkan adalah ketika kapal mandek,” ujarnya kepada Media pada Jumat, 8 Mei 2026. Ia mengatakan kondisi tersebut dapat menyebabkan ribuan pekerja pesisir kehilangan sumber penghasilan utama keluarga mereka.
Kajidin menjelaskan sebagian besar awak kapal tidak memiliki kemampuan kerja lain selain menjadi nelayan tradisional sehari-harinya. Menurutnya, keterbatasan pendidikan membuat masyarakat pesisir sulit memperoleh pekerjaan alternatif ketika kapal berhenti beroperasi.
Ia menilai pemerintah perlu segera menghadirkan langkah konkret mengatasi persoalan kenaikan harga bahan bakar nelayan saat ini. Langkah tersebut dinilai penting demi mencegah memburuknya kondisi sosial masyarakat pesisir berbagai daerah wilayah Pantura.
“Ribuan orang akan menjadi pengangguran,” katanya. Ia khawatir kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial akibat meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, pemerintah perlu menjaga keseimbangan harga bahan bakar serta pendapatan hasil tangkapan ikan para nelayan. Ia berharap aktivitas ekonomi nelayan tetap berjalan sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terjaga stabil.
(Asep.R)