Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat
Upaya pencarian seorang pelajar SMP yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terus dilakukan oleh tim gabungan.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si. turun langsung memantau proses pencarian korban di kawasan muara pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas,Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kamis (24/9/2026).
Korban berinisial P, seorang pelajar kelas VIII SMP.
Ia dilaporkan hilang setelah terseret arus ketika berenang bersama sejumlah temannya di kawasan pasir musiman sekitar Tanjung, Desa Nanga Sepauk.
Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, korban bersama tiga orang temannya telah meminta izin kepada orang tua untuk bermain di kawasan pasir yang berada di sekitar aliran sungai.
Saat berada di lokasi, korban bersama teman-temannya kemudian berenang.
Namun, kondisi arus membuat mereka terbawa aliran sungai.
Warga yang berada tidak jauh dari lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan.
Dalam upaya penyelamatan tersebut, tiga orang berhasil diselamatkan.
Sementara korban P belum ditemukan hingga proses pencarian dilakukan oleh petugas dan masyarakat.
Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian.
Personel Polsek Sepauk bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan memberikan pertolongan.
Pencarian korban melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Polairud Polres Sintang, Basarnas dan Koramil Sepauk Kabupaten Sintang, Polsek Sepauk, pemerintah kecamatan, serta relawan dan masyarakat setempat.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si. hadir langsung untuk memantau perkembangan operasi pencarian.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama Kasat Polairud IPTU Sutarji, Camat Sepauk Maryono, S.STP., dan Kapolsek Sepauk IPTU Abdul Hadi, S.H., M.H. turut berada di lokasi.
Tim gabungan memusatkan penyisiran di sekitar titik awal korban terakhir terlihat, khususnya kawasan pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu motor milik Basarnas serta perahu masyarakat.
Petugas menyusuri sejumlah bagian sungai dengan memperhatikan arah arus dan kemungkinan korban terbawa menjauh dari lokasi awal kejadian.
Namun, kondisi medan yang semakin gelap, arus sungai yang cukup deras, serta faktor keselamatan personel menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi.
Tim gabungan akhirnya menghentikan sementara pencarian pada malam hari.
Operasi SAR direncanakan kembali dilanjutkan pada Jumat (25/9/2026) pagi dengan memperluas area penyisiran.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban diketahui belum memiliki kemampuan berenang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian penting bagi petugas dalam menentukan strategi pencarian di sepanjang aliran Sungai Kapuas.
Selain melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, kepolisian bersama Basarnas dan unsur terkait juga melakukan koordinasi dengan desa-desa yang berada di sepanjang wilayah hilir Sungai Kapuas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus menuju wilayah yang lebih jauh dari titik awal kejadian.
Penyisiran di sepanjang aliran sungai akan terus disesuaikan dengan kondisi arus, karakteristik wilayah, serta informasi yang diperoleh dari masyarakat.
Pasir Musiman Jadi Lokasi Aktivitas Warga
Munculnya hamparan pasir di sejumlah kawasan Sungai Kapuas saat musim kemarau membuat lokasi tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bermain dan rekreasi musiman.

Di Kecamatan Sepauk, kondisi debit air yang menurun pada musim kemarau menyebabkan sejumlah bagian sungai mengalami perubahan karakteristik, termasuk munculnya area pasir yang sebelumnya tidak terlihat ketika permukaan air lebih tinggi.
Meski terlihat aman untuk beraktivitas, kondisi sungai tetap memiliki risiko, terutama karena kedalaman air, arus bawah, dan perubahan aliran dapat berbeda antara satu titik dengan titik lainnya.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika melakukan aktivitas di sekitar sungai.
Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
Kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai.
Pengawasan menjadi semakin penting ketika anak-anak melakukan aktivitas air tanpa didampingi orang dewasa yang memiliki kemampuan berenang dan memahami kondisi aliran sungai.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.
Tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, pemerintah setempat, dan masyarakat akan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat pagi.
Area penyisiran juga akan diperluas dengan mempertimbangkan kemungkinan korban terbawa arus Sungai Kapuas dari lokasi awal kejadian.
Tim Gabungan