SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Keterbatasan ruang fiskal tidak membuat Pemerintah Kota Sukabumi menghentikan program pemberdayaan masyarakat. Dalam APBD Perubahan 2026, Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) tetap dipertahankan dengan alokasi anggaran sekitar Rp9 miliar. Keberlanjutan P2RW menjadi salah satu hasil pembahasan perubahan APBD Kota Sukabumi yang telah ditetapkan bersama DPRD Kota Sukabumi, Jumat (25/9/2026). Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menegaskan, P2RW merupakan program yang selama ini menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah dan legislatif kepada masyarakat. “Janji kami DPRD kepada masyarakat Sukabumi bahwa program unggulan yang selama ini kita jalankan, yaitu P2RW, tetap jalan,” tegas Wawan. Menurutnya, anggaran P2RW dapat direalisasikan setelah seluruh proses perubahan APBD selesai. Tahapannya meliputi evaluasi oleh gubernur, penyempurnaan, pengundangan hingga proses pencairan. Wawan mengatakan, pembahasan APBD Perubahan 2026 memang berlangsung dalam situasi fiskal yang tidak mudah. Sejumlah program dan kegiatan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, sementara beberapa program yang belum terealisasi kembali menjadi perhatian dalam pembahasan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi agar program-program unggulan yang telah direncanakan tidak kembali mengalami hambatan dalam pelaksanaan. “Ini jadi catatan untuk ke depan. Insyaallah tidak akan terjadi lagi program-program unggulan ini tidak terekseskusi. Ini program bagus yang harus berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menjelaskan, penyesuaian APBD Perubahan dilakukan karena kemampuan fiskal daerah tengah menghadapi tekanan. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah transfer ke daerah (TKD) yang belum sepenuhnya diterima. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memilah kembali sejumlah kegiatan agar struktur anggaran tetap seimbang. “Karena kondisi fiskal, TKD dan sebagainya sedang lemah, kita pun menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Dari kegiatan-kegiatan itu banyak yang direposisi dan dikurangi demi balancing,” kata Ayep usai mengikuti rapat paripurna. Selain TKD, kewajiban pembayaran Universal Health Coverage (UHC) juga menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan dalam penataan anggaran. Ayep mengatakan, setelah dilakukan komunikasi dengan BPJS Kesehatan, pembayaran kewajiban tersebut dapat dilakukan secara bertahap pada 2027. Dengan skema itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Penyesuaian juga dilakukan terhadap pembayaran tunjangan kinerja aparatur. Pembayaran yang semula direncanakan pada November 2026 akan digeser ke Januari 2027. “Besaran pembayaran sekitar 50 persen dan tanpa adanya potongan,” ujarnya. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah juga menerima sebagian dana kurang salur dari pemerintah pusat. Namun, Ayep menyebut penyaluran TKD hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Bahkan, masih terdapat akumulasi dana transfer sejak 2021 yang belum dibayarkan pemerintah pusat kepada daerah. “TKD itu dibayar ke daerah tidak langsung sekaligus. Transfer ke daerah bertahap. Sampai saat ini pun ada yang belum tuntas 100 persen. Ada akumulasi dari 2021, masih ada sekitar Rp46 miliar yang merupakan utang dari pusat ke daerah yang belum dibayar,” jelasnya. Meski menghadapi tekanan fiskal, penetapan APBD Perubahan 2026 akhirnya menghasilkan postur anggaran yang berimbang. Penyesuaian dilakukan melalui reposisi maupun pengurangan sejumlah kegiatan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Setelah ditetapkan, dokumen APBD Perubahan 2026 selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjalani evaluasi. Pemerintah Kota Sukabumi memiliki waktu tiga hari untuk mempersiapkan dan menyerahkan dokumen tersebut. Proses evaluasi gubernur berlangsung selama 14 hari kerja, sebelum kemudian dilakukan penyempurnaan oleh pemerintah daerah. “Sabtu, Minggu dan hari libur tidak dihitung. Setelah itu kembali ke sini untuk kita sempurnakan dalam waktu sepekan. Paling lama kita kembalikan lagi ke sana untuk register,” terang Ayep. Dengan demikian, meski ruang fiskal masih terbatas, pemerintah daerah bersama DPRD tetap mempertahankan program yang dinilai telah menjadi bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat, termasuk P2RW. Ke depan, kondisi fiskal daerah diharapkan membaik seiring proyeksi peningkatan transfer ke daerah pada 2027 dan 2028. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kebijakan serta penyaluran anggaran pemerintah pusat. (Usep)

Bidik-kasusnews.com,Sintang,Kalimantan Barat Upaya pencarian korban tenggelam di perairan Sungai Kapuas, Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan menemukan korban pada Jumat (25/9/2026), setelah melakukan penyisiran sejak pagi hari. Korban ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB di wilayah RT 04 Sungai Kapar, Dusun Sungai Lais, Desa Nanga Sepauk. Lokasi penemuan berada sekitar 5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Korban diketahui merupakan seorang pelajar berinisial P, berusia 14 tahun dan berdomisili di Kecamatan Sepauk. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis. Sebelum operasi pencarian berlangsung, personel gabungan terlebih dahulu melaksanakan apel sekitar pukul 07.30 WIB. Apel tersebut dilakukan untuk menyampaikan arahan serta pembagian teknis pelaksanaan pencarian di sepanjang aliran Sungai Kapuas. Setelah pengarahan selesai, tim bergerak menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 08.30 WIB, pencarian mulai dipusatkan di sekitar titik awal korban terakhir kali dilaporkan tenggelam. Petugas kemudian melakukan penyisiran dengan mengikuti arah aliran Sungai Kapuas menuju bagian hilir. Kondisi sungai dan arus menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan selama proses pencarian. Penyisiran terus dilakukan hingga tim bergerak ke wilayah RT 04 Sungai Kapar, Dusun Sungai Lais, Desa Nanga Sepauk. Setelah sekitar satu jam melakukan pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan korban pada pukul 09.30 WIB. Korban ditemukan dalam posisi telungkup dengan jarak kurang lebih 5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Temuan tersebut kemudian segera ditindaklanjuti dengan proses evakuasi. Korban dibawa menuju Puskesmas Kecamatan Sepauk sekitar pukul 10.15 WIB untuk menjalani pemeriksaan Visum et Repertum. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan korban sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dibawa dan disemayamkan di Yayasan Gotong Royong Kecamatan Sepauk. Selanjutnya, pihak keluarga mempersiapkan prosesi pemakaman korban. Dengan ditemukannya korban, rangkaian operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan sejak laporan kejadian diterima dinyatakan berakhir. Jarak lokasi penemuan yang mencapai sekitar 5 kilometer dari titik awal tenggelam turut menggambarkan kondisi pencarian di wilayah perairan Sungai Kapuas. Tim harus melakukan penyisiran mengikuti arah aliran sungai untuk menemukan keberadaan korban. Imbauan Keselamatan Beraktivitas di Sungai Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di wilayah perairan, khususnya sungai yang memiliki arus dan kondisi kedalaman yang dapat berubah. Polsek Sepauk bersama pihak terkait juga terus mendorong masyarakat agar meningkatkan perhatian terhadap aspek keselamatan saat beraktivitas di sungai. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah pencegahan, terutama bagi anak-anak dan pelajar yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai. Koordinasi dengan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan Sungai Sepauk juga dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat. Pihak kepolisian bersama unsur terkait mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika berada di sekitar sungai. Pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di kawasan perairan juga perlu menjadi perhatian bersama. Penemuan korban dalam operasi pencarian gabungan ini sekaligus menutup proses pencarian yang dilakukan sejak pagi. Selanjutnya, penanganan korban diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Tim Gabungan

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM                Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti kegiatan webinar dan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) melalui Zoom Meeting, Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut digelar di Rupatama 1 Polres HSU. Sosialisasi ini diikuti sejumlah pejabat dan personel Polres HSU sebagai bagian dari penyampaian informasi mengenai penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Dalam kegiatan tersebut hadir Kabag SDM Polres HSU, Kasat Binmas yang diwakili PS Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas, Kasi Humas Polres HSU, para Kapolsek jajaran Polres HSU, serta para Bhabinkamtibmas. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, informasi mengenai SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara disampaikan kepada jajaran kepolisian di tingkat polres hingga sektor. Kehadiran para Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian dari keterlibatan personel dalam menerima dan menyampaikan informasi kepada masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan webinar berlangsung secara daring dan diikuti dengan tertib oleh peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga selesai. Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara tersebut diharapkan dapat membantu jajaran Polres HSU memahami informasi penerimaan murid baru sehingga informasi yang diterima dapat disampaikan secara tepat kepada masyarakat. (Agus)

Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat Upaya pencarian seorang pelajar SMP yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terus dilakukan oleh tim gabungan. Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si. turun langsung memantau proses pencarian korban di kawasan muara pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas,Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kamis (24/9/2026).   Korban berinisial P, seorang pelajar kelas VIII SMP. Ia dilaporkan hilang setelah terseret arus ketika berenang bersama sejumlah temannya di kawasan pasir musiman sekitar Tanjung, Desa Nanga Sepauk. Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, korban bersama tiga orang temannya telah meminta izin kepada orang tua untuk bermain di kawasan pasir yang berada di sekitar aliran sungai. Saat berada di lokasi, korban bersama teman-temannya kemudian berenang. Namun, kondisi arus membuat mereka terbawa aliran sungai. Warga yang berada tidak jauh dari lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan. Dalam upaya penyelamatan tersebut, tiga orang berhasil diselamatkan. Sementara korban P belum ditemukan hingga proses pencarian dilakukan oleh petugas dan masyarakat. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Personel Polsek Sepauk bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan memberikan pertolongan. Pencarian korban melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Polairud Polres Sintang, Basarnas dan Koramil Sepauk Kabupaten Sintang, Polsek Sepauk, pemerintah kecamatan, serta relawan dan masyarakat setempat. Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si. hadir langsung untuk memantau perkembangan operasi pencarian. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama Kasat Polairud IPTU Sutarji, Camat Sepauk Maryono, S.STP., dan Kapolsek Sepauk IPTU Abdul Hadi, S.H., M.H. turut berada di lokasi. Tim gabungan memusatkan penyisiran di sekitar titik awal korban terakhir terlihat, khususnya kawasan pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas. Pencarian dilakukan menggunakan perahu motor milik Basarnas serta perahu masyarakat. Petugas menyusuri sejumlah bagian sungai dengan memperhatikan arah arus dan kemungkinan korban terbawa menjauh dari lokasi awal kejadian. Namun, kondisi medan yang semakin gelap, arus sungai yang cukup deras, serta faktor keselamatan personel menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi. Tim gabungan akhirnya menghentikan sementara pencarian pada malam hari. Operasi SAR direncanakan kembali dilanjutkan pada Jumat (25/9/2026) pagi dengan memperluas area penyisiran. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban diketahui belum memiliki kemampuan berenang. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian penting bagi petugas dalam menentukan strategi pencarian di sepanjang aliran Sungai Kapuas. Selain melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, kepolisian bersama Basarnas dan unsur terkait juga melakukan koordinasi dengan desa-desa yang berada di sepanjang wilayah hilir Sungai Kapuas. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus menuju wilayah yang lebih jauh dari titik awal kejadian. Penyisiran di sepanjang aliran sungai akan terus disesuaikan dengan kondisi arus, karakteristik wilayah, serta informasi yang diperoleh dari masyarakat. Pasir Musiman Jadi Lokasi Aktivitas Warga Munculnya hamparan pasir di sejumlah kawasan Sungai Kapuas saat musim kemarau membuat lokasi tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bermain dan rekreasi musiman. Di Kecamatan Sepauk, kondisi debit air yang menurun pada musim kemarau menyebabkan sejumlah bagian sungai mengalami perubahan karakteristik, termasuk munculnya area pasir yang sebelumnya tidak terlihat ketika permukaan air lebih tinggi. Meski terlihat aman untuk beraktivitas, kondisi sungai tetap memiliki risiko, terutama karena kedalaman air, arus bawah, dan perubahan aliran dapat berbeda antara satu titik dengan titik lainnya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika melakukan aktivitas di sekitar sungai. Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai. Pengawasan menjadi semakin penting ketika anak-anak melakukan aktivitas air tanpa didampingi orang dewasa yang memiliki kemampuan berenang dan memahami kondisi aliran sungai. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, pemerintah setempat, dan masyarakat akan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat pagi. Area penyisiran juga akan diperluas dengan mempertimbangkan kemungkinan korban terbawa arus Sungai Kapuas dari lokasi awal kejadian. Tim Gabungan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial digaungkan Palang Merah Indonesia (PMI) Wilayah Sukabumi Selatan melalui Latihan Gabungan Remaja yang dipusatkan di areal persawahan Kampung Neglasari, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “PMI Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan”, kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, 25–27 September 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PMI ke-81. Ketua Pelaksana, Yosep Rustandi, mengatakan kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-12 yang digelar PMI se-Wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi. Pesertanya berasal dari Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah di wilayah Sukabumi Selatan. “Peserta terdiri dari 16 kontingen tingkat Madya dan 11 kontingen tingkat Wira. Jumlah keseluruhan mencapai sekitar 1.000 peserta,” ujar Yosep. Dengan mengusung semangat “Kemanusiaan Tanpa Batas”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan dan jejaring relawan muda. Kegiatan juga mengangkat tema “Terus Melayan Terus Mengabdi 81 Tahun Mengabdi—PMI Sahabat Sejati” serta dirangkaikan dengan Jumpa Relawan Remaja dan Forum Komunitas Palang Merah (FKP) 2026. Sejumlah kegiatan digelar selama pelaksanaan, mulai dari lokakarya kepalangmerahan dengan pemateri dari PMI Kabupaten Sukabumi hingga berbagai perlombaan yang menguji kemampuan dan kreativitas peserta. Tujuh cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Pertolongan Pertama (PP), LKDT, Panduan Suara, Traveling, PMR Pintar, Pentas Seni, dan Moka. Pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars PMI. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka Camat Surade, Usep Supelita. Dalam sambutannya, Usep menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, selain meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kepalangmerahan, hal terpenting dari kegiatan tersebut adalah membangun hubungan dan silaturahmi antarremaja yang tergabung dalam organisasi kepalangmerahan. “Yang paling pokok dari kegiatan ini adalah terjalinnya silaturahmi antar sesama relawan muda,” kata Usep. Ia juga meminta dukungan seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, mengingat jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.000 orang. Pembukaan turut dihadiri Ketua PGRI Kecamatan Surade Iwan Gunawan, para kepala sekolah tingkat SMP dan SMA, pendamping kontingen, Kepala Desa Pasiripis Nandang Saepul Mikdar, Kepala Desa Buniwangi Dadan Hermawan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Melalui kegiatan tersebut, PMI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan dalam bidang kepalangmerahan, tetapi juga memiliki kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk terus bergerak dalam aksi-aksi kemanusiaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat jaringan relawan muda serta mempererat persaudaraan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)

BANDUNG, Bidik-kasusnews.com                Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin Upacara Palagan Utama Bandung Lautan Api dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, yang berlangsung di Taman Bandung Lautan Api, Jalan BKR, Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026). Upacara yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus meneguhkan nilai patriotisme, nasionalisme, persatuan dan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi bersama Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi Ny. Riri Kosasih tiba di tribun VIP pada pukul 07.34 WIB. Selanjutnya, pada pukul 08.04 WIB, Pangdam III/Siliwangi memasuki lapangan upacara dan bertindak selaku pimpinan upacara. Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Palagan Utama Bandung Lautan Api, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga oleh pimpinan acara, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta doa. Dalam amanatnya, Pangdam III/Siliwangi menegaskan bahwa Palagan Bandung Lautan Api bukan sekadar catatan sejarah, tetapi merupakan warisan nilai perjuangan yang harus terus dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Barat dan para pejuang Siliwangi. Semangat pengorbanan, keberanian, persatuan dan kecintaan kepada tanah air yang ditunjukkan para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi kita semua.” “Dalam momentum peringatan HUT ke-81 TNI ini, saya mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin dan soliditas, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jadikan semangat para pahlawan sebagai landasan dalam melaksanakan setiap tugas dan pengabdian.” Usai upacara, Pangdam III/Siliwangi bersama jajaran PJU Kodam III/Siliwangi melaksanakan foto bersama. Selanjutnya, Pangdam meninjau sejumlah pelaku UMKM yang berjualan di sekitar Taman Bandung Lautan Api. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memborong dagangan para pelaku UMKM untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada warga. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan dukungan TNI terhadap keberadaan UMKM serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Irdam III/Siliwangi beserta Ibu, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi beserta Ibu, para Asisten Kasdam III/Siliwangi beserta Ibu, Danrindam III/Siliwangi beserta Ibu, Perwira Liaison Officer TNI AL dan TNI AU beserta Ibu, para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam III/Siliwangi beserta Ibu, Dandeninteldam III/Siliwangi, Dandim 0618/Kota Bandung beserta Ibu, serta Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi beserta Pengurus Persit KCK PD III/Siliwangi Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Pangdam III/Siliwangi meninggalkan Taman Tegallega menuju Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 25 September 2026 – Usai melaksanakan Salat Jumat, warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan pembacaan Surat Ar-Rahman dan doa bersama di Masjid At-Taubah Rutan Jepara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus sebagai ikhtiar bersama untuk mendoakan kebaikan bagi jajaran dan penyelenggaraan Pemasyarakatan. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Ar-Rahman yang diikuti oleh warga binaan secara bersama-sama dalam suasana khidmat. Setelah pembacaan Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang secara khusus ditujukan untuk Pemasyarakatan, agar seluruh jajaran senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Doa bersama tersebut juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan warga binaan terhadap pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diajak untuk turut memanjatkan doa bagi kebaikan seluruh insan Pemasyarakatan serta keberlangsungan pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana pembinaan kepribadian bagi warga binaan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan Pemasyarakatan secara keseluruhan. “Pembacaan Surat Ar-Rahman dan doa bersama ini menjadi momentum bagi kita untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi Pemasyarakatan. Semoga seluruh jajaran diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan kelancaran dalam melaksanakan tugas serta senantiasa diberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan,” ujar Renza. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti warga binaan secara tertib. Rutan Jepara terus mendorong kegiatan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun karakter, kepedulian, dan nilai-nilai positif dalam diri warga binaan. Kegiatan pembacaan Surat Ar-Rahman dan doa bersama berlangsung khidmat, aman, dan tertib.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                        Upaya mendukung pengembangan sektor pertanian terus dilakukan jajaran kepolisian melalui pemantauan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program penanaman jagung kuartal III tahun 2026. Polsek Babirik melakukan monitoring pertumbuhan tanaman jagung di lahan milik kelompok tani (Poktan) Berkat Setia, Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (25/9/2026). Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus mencatat kondisi pertanian di lapangan. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 3 hektare dan dikelola Poktan Berkat Setia yang diketuai Bahri. Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 21 Juli 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia sekitar 66 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung memiliki rata-rata tinggi sekitar 160 sentimeter. Komoditas yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18 sebanyak 75 bungkus atau sekitar 75 kilogram. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Dalam pengelolaan lahan tersebut, kelompok tani masih menggunakan metode manual dan belum menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai perkiraan, panen jagung di lahan tersebut ditargetkan sekitar 21 November 2026. Monitoring ini menjadi bagian dari pendataan dan pemantauan perkembangan budidaya jagung di wilayah HSU. Kondisi tanaman, usia tanam, penggunaan benih hingga perkiraan masa panen menjadi sejumlah aspek yang dicatat dalam kegiatan tersebut. Melalui pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman diharapkan dapat terus diketahui sehingga potensi kendala dalam proses budidaya dapat diidentifikasi lebih awal oleh pihak terkait bersama kelompok tani. Kegiatan monitoring pertumbuhan jagung di Desa Pinangkara berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Agus)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                Pelaksanaan Operasi Kepolisian Aman Nusa II dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat pengawasan melalui audit dengan tujuan tertentu oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Kalimantan Selatan, Jumat (25/9/2026). Kegiatan audit tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita dan diikuti sejumlah pejabat serta personel Polres Hulu Sungai Utara (HSU) yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla. Audit dengan tujuan tertentu ini merupakan bagian dari kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan operasi kepolisian, termasuk aspek administrasi dan pelaksanaan tugas personel yang terlibat dalam Operasi Aman Nusa II. Tim audit Itwasda Polda Kalsel dipimpin oleh Kompol Trias Inanggara, S.Sos., M.A. selaku Ketua Tim. Sementara Pengendali Teknis dijabat Kombes Pol Jimmy Kurniawan, S.I.K. Dalam pelaksanaan audit, tim juga diperkuat Penata-I Edi Subagio, S.H., M.M. sebagai sekretaris, Penata Trihatmodjo Nugroho, A.Md. sebagai anggota, serta Briptu Depri Anto dan Briptu M. Ageng Rahmat sebagai anggota. Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Ops Polres HSU, Kasiwas Polres HSU, para Kasatgas, serta personel yang terlibat dalam Operasi Aman Nusa II penanganan bencana karhutla. Pelaksanaan audit berlangsung di Polres Tabalong dan dimulai pada pukul 09.00 Wita hingga selesai. Melalui kegiatan pengawasan tersebut, pelaksanaan operasi diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan dan sasaran yang telah ditetapkan, sekaligus mendukung kesiapsiagaan kepolisian dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan. Seluruh rangkaian kegiatan audit berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 25 September 2026 – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan senam sehat sebagai bagian dari program pembinaan di bidang kesehatan dan kebugaran jasmani. Kegiatan dilaksanakan dalam suasana penuh semangat dan diikuti oleh warga binaan dengan tertib. Senam sehat menjadi salah satu kegiatan positif yang rutin dilaksanakan untuk membantu menjaga kondisi fisik warga binaan tetap prima. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, kegiatan olahraga bersama juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan serta menciptakan suasana pembinaan yang aktif dan positif di lingkungan Rutan. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mengikuti berbagai gerakan senam secara bersama-sama. Petugas turut melakukan pendampingan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung guna memastikan seluruh rangkaian berjalan dengan aman dan tertib. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kesehatan jasmani merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembinaan warga binaan. “Kami terus mendorong warga binaan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran melalui kegiatan olahraga. Dengan kondisi tubuh yang sehat, warga binaan diharapkan dapat mengikuti berbagai program pembinaan dengan lebih optimal,” ujar Renza. Melalui kegiatan senam sehat yang dilaksanakan secara rutin, Rutan Jepara berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung pola hidup sehat sekaligus memberikan kegiatan positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan senam sehat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara