SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satunya melalui penguatan program pasar murah dan bazar yang digelar di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengatakan sepanjang tahun ini terdapat sejumlah kegiatan pasar murah yang dilaksanakan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

“Untuk yang dari hadiah pengendalian inflasi ada delapan kegiatan pasar murah dan bazar. Sebelumnya juga sudah ada tujuh kegiatan yang murni dilaksanakan di awal tahun,” ujar Een, Rabu (23/9).
Menurut Een, pelaksanaan pasar murah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Lembursitu menjadi salah satu wilayah yang mendapat dua kali pelaksanaan, salah satunya dipusatkan di kawasan Pasar Lembursitu.
Dalam setiap kegiatan, Diskumindag menggandeng sejumlah pihak, di antaranya DKPT3 dan Perum Bulog, untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Sejumlah komoditas yang disediakan meliputi beras SPHP, Minyak Kita, telur, tepung terigu, hingga berbagai produk pertanian dan sayuran. Pelaku UMKM lokal juga dilibatkan agar kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang pemasaran bagi produk masyarakat.
Een menjelaskan, pasar murah tidak sekadar menjadi tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di tengah tekanan inflasi.
“Tujuannya untuk menstabilkan harga, mengendalikan inflasi dan tentunya membantu masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang cukup mahal,” katanya.
Menariknya, pasar murah juga dipadukan dengan sejumlah pelayanan publik. DPMPTSP membuka layanan administrasi dan perizinan, termasuk fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Sementara itu, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.
Pelaku usaha juga memperoleh kemudahan dalam pengurusan sertifikasi halal secara gratis melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut, kata Een, cukup tinggi. Bahkan, warga berharap pasar murah dapat kembali digelar secara rutin karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Antusiasmenya sangat tinggi. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan,” ungkapnya.
Meski demikian, Een menyebut frekuensi dan lokasi pelaksanaan pasar murah tetap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Pemerintah harus mengatur pelaksanaan kegiatan berdasarkan dukungan pembiayaan yang ada.
Dengan demikian, pasar murah diharapkan tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, mempertahankan daya beli masyarakat, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Sukabumi. (Usep)