OTT KPK Ungkap Praktik Suap Eksekusi Lahan, Pimpinan PN Depok Terseret

Bidik-kasusnews.com
Jakarta, Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti persoalan integritas di lembaga peradilan. Dalam operasi tersebut, KPK mengungkap dugaan praktik suap terkait percepatan eksekusi pengosongan lahan di wilayah Depok yang melibatkan unsur pimpinan Pengadilan Negeri (PN) Depok dan pihak swasta,6/2/2026.

 

Dari hasil OTT tersebut, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari EKA selaku Ketua PN Depok, BBG sebagai Wakil Ketua PN Depok, YOH selaku jurusita PN Depok, serta TRI selaku Direktur Utama PT KD dan BER sebagai Head Corporate Legal PT KD.
Seluruh tersangka langsung dilakukan penahanan selama 20 hari pertama, mulai 6 hingga 25 Februari 2026, dan ditempatkan di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

 

KPK mengungkap bahwa perkara ini berkaitan dengan permohonan eksekusi pengosongan lahan seluas sekitar 6.500 meter persegi yang sebelumnya telah dimenangkan oleh PT KD melalui putusan PN Depok. Putusan tersebut bahkan telah diperkuat hingga tingkat banding dan kasasi. Namun, proses eksekusi dinilai berjalan lamban karena masih adanya upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) dari pihak masyarakat.

 

Dalam situasi tersebut, EKA dan BBG diduga meminta sejumlah uang sebagai imbalan untuk mempercepat proses eksekusi. Permintaan tersebut disampaikan secara tertutup melalui YOH yang berperan sebagai perantara tunggal kepada pihak PT KD. Nilai awal yang diminta mencapai Rp1 miliar, sebelum akhirnya disepakati menjadi Rp850 juta.

 

KPK menyebut pencairan dana dilakukan dengan menggunakan cek fiktif yang disiapkan oleh pihak PT KD. Saat OTT berlangsung, tim penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp850 juta yang disimpan di dalam sebuah ransel.

 

Tak hanya itu, KPK juga menemukan indikasi penerimaan lain yang diduga diterima oleh BBG. Berdasarkan hasil penelusuran bersama PPATK, BBG diduga menerima gratifikasi dari setoran penukaran valuta asing dengan total nilai mencapai Rp2,5 miliar selama periode 2025 hingga 2026.

 

Atas perbuatannya, EKA dan BBG bersama YOH, serta TRI bersama BER, disangkakan melanggar Pasal 605 huruf a dan/atau Pasal 606 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Sementara untuk dugaan penerimaan gratifikasi, BBG juga dijerat dengan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

KPK menegaskan akan terus mendalami perkara ini serta membuka kemungkinan pengembangan kasus terhadap pihak lain yang diduga turut terlibat dalam praktik korupsi tersebut.
(Wely)
Sumber:kpk.go.id

Follow Us On

Trending Now​

Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat

CIREBON – Bidik-kasusnews.com                  Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H...

Kejari Majalengka Musnahkan Barang Bukti 28 Perkara Inkrah, Sabu 32,19 Gram Ikut Dimusnahkan

MAJALENGKA – Bidik-kasusnews.com            Kejaksaan Negeri (Kejari) MAJALENGKA memusnahkan...

Kemenag Jepara Perkuat Pembinaan Iman Warga Binaan Kristen di Rutan

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Pembinaan terhadap warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan)...

Tujuh Tahun Menanti SHM, Konsumen Forest Hill Parung Panjang Tempuh Jalur Hukum dan Mengadu ke Kejagung

Bogor – Bidik-kasusnews.com                          Persoalan kepastian hukum kepemilikan...

Polsek Babirik Monitoring Pertumbuhan Jagung di Desa Pinangkara, Luas Lahan Capai 3 Hektare

Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com          Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik melakukan monitoring...

Mukerda MUI Kabupaten Sukabumi Jadi Ruang Strategis Susun Program Keumatan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penguatan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan menjadi salah...

Recent Post​

Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat

CIREBON – Bidik-kasusnews.com                  Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pergantian jabatan di...

Kejari Majalengka Musnahkan Barang Bukti 28 Perkara Inkrah, Sabu 32,19 Gram Ikut Dimusnahkan

MAJALENGKA – Bidik-kasusnews.com            Kejaksaan Negeri (Kejari) MAJALENGKA memusnahkan barang bukti dari 28 perkara tindak pidana umum...

Kemenag Jepara Perkuat Pembinaan Iman Warga Binaan Kristen di Rutan

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Pembinaan terhadap warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus dilakukan melalui berbagai...

Tujuh Tahun Menanti SHM, Konsumen Forest Hill Parung Panjang Tempuh Jalur Hukum dan Mengadu ke Kejagung

Bogor – Bidik-kasusnews.com                          Persoalan kepastian hukum kepemilikan aset properti kembali mencuat di wilayah Kabupaten...

Polsek Babirik Monitoring Pertumbuhan Jagung di Desa Pinangkara, Luas Lahan Capai 3 Hektare

Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com          Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik melakukan monitoring pertumbuhan tanaman jagung sebagai bagian dari...

Mukerda MUI Kabupaten Sukabumi Jadi Ruang Strategis Susun Program Keumatan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penguatan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Kerja Daerah...

Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Wabup Dorong Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Tantangan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) membutuhkan lebih...

Karhutla di Desa Teluk Daun Amuntai Utara Dipadamkan, Api Sempat Dekati Permukiman Warga

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM            Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara...

Berikut Daftar Lengkap 7 Kapolsek Baru di Wilayah Hukum Polres Kuningan

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com                  Sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat...