MATARAM, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Setiap jabatan memiliki batas waktu, namun pengabdian yang tulus akan selalu meninggalkan jejak panjang dalam ingatan banyak orang. Menjelang purna tugas di akhir tahun 2025, Irjen Pol Hadi Gunawan resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB), menandai penutupan satu bab penting dalam perjalanan pengabdiannya di institusi Polri.
Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025, yang menetapkan Irjen Pol Edy Murbowo sebagai Kapolda NTB yang baru.
Irjen Pol Hadi Gunawan merupakan putra daerah kelahiran Selong, Lombok Timur, 8 Desember 1967. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 ini dikenal sebagai sosok perwira yang tegas namun bijaksana, sederhana dalam penampilan, serta humanis dalam kepemimpinan.
Kariernya di Kepolisian dimulai sebagai Perwira Pertama di Polres Madiun Kota, Polda Jawa Timur. Seiring waktu, Hadi Gunawan menapaki berbagai jabatan strategis, di antaranya Kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB (2006), Kapolres Sumbawa Barat (2008), hingga Karo SDM Polda Banten (2014).
Pengalaman panjang di bidang sumber daya manusia membawanya dipercaya menduduki sejumlah posisi penting di Mabes Polri, seperti Kabag Pangkat Robinkar SSDM Polri (2016), Karo SDM Polda Lampung (2017), Kabagsus Robinkar SSDM Polri (2018), serta Kabaginfoper SSDM Polri (2018).
Tak hanya di internal Polri, Irjen Hadi juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Deputi Bidkoor Kamtibnas Kemenko Polhukam RI (2019). Pada tahun 2023, ia dipercaya sebagai Sahlisospol Polri, lalu pada 2024 menjabat Koordinator Staf Ahli Kapolri, sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya untuk memimpin Polda NTB hingga memasuki masa purna tugas.
Selama memimpin Polda NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan dinilai berhasil membawa institusi ke arah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Berbagai inovasi strategis digagas untuk memperkuat keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.
Atas kepemimpinannya tersebut, Irjen Hadi menerima sejumlah apresiasi dan penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan visi kepemimpinannya.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh personel Polda NTB yang bekerja dengan hati, disiplin, dan terus berinovasi dalam melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol Hadi Gunawan dengan rendah hati.
Ia menegaskan bahwa kunci membangun institusi kepolisian yang modern dan dipercaya publik terletak pada inovasi, kolaborasi, serta integritas dalam setiap lini tugas, terutama di tengah dinamika keamanan dan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Di luar tugas struktural, Irjen Pol Hadi Gunawan juga dikenal dekat dengan tokoh agama dan para Tuan Guru di NTB. Melalui kunjungan silaturahmi dan titian muhibbah, ia menunjukkan penghormatan mendalam kepada para ulama sebagai penjaga nilai moral dan perekat sosial di masyarakat.
Baginya, doa dan keberkahan para tokoh agama menjadi penguat langkah dalam menjalankan amanah, sekaligus pengingat pentingnya kerendahan hati dalam kepemimpinan.
Kedekatan Irjen Pol Hadi Gunawan dengan insan pers juga meninggalkan kesan tersendiri. Hubungan kemitraan yang dibangun secara terbuka dan saling menghargai menjadikan komunikasi antara Polda NTB dan media berjalan konstruktif.
Sebagai figur, Irjen Pol Hadi Gunawan kerap dikenang melalui ketulusan tanpa pencitraan, empati yang nyata, serta integritas dan kejujuran yang konsisten. Nilai-nilai tersebut membentuk fondasi kepercayaan jangka panjang, baik di internal Polri maupun di tengah masyarakat.
Ia pun meyakini bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam tindakan besar, melainkan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten—menyapa dengan ramah, menghargai sesama, dan bekerja dengan niat tulus.
Di lingkungan keluarga, Irjen Pol Hadi Gunawan juga dikenal sebagai pribadi yang membanggakan. Ia merupakan kakak kandung dari penyanyi pop era 1990-an Kirey (Nurzairina), yang pernah mengharumkan nama NTB dan Lombok di kancah musik nasional melalui lagu-lagu populer seperti Terlalu, Jangan Kau Samakan, dan Bagai Air di Daun Talas.
Menjelang masa purna tugas, banyak pihak menyadari bahwa perpisahan bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjalanan baru. Masa pensiun dipandang sebagai ruang untuk terus berkarya dalam bentuk yang berbeda, mempererat silaturahmi, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Perpisahan ini mungkin membatasi ruang dan waktu, namun jejak pengabdian Irjen Pol Hadi Gunawan akan tetap hidup dalam kenangan banyak orang—sebagai pemimpin yang meninggalkan teladan, bukan sekadar jabatan.
(Agus)

