SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras disertai butiran es dan angin kencang melanda Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Hembusan angin yang tiba-tiba berubah ganas membuat warga di Desa Sindangresmi dan Desa Jampangtengah panik. Dalam hitungan menit, puluhan atap rumah beterbangan, pohon tumbang menimpa jalan, dan sejumlah fasilitas umum rusak berat.
“Awalnya hanya mendung tebal dan hujan biasa, tapi tiba-tiba anginnya berputar kencang disertai es kecil-kecil. Suaranya keras sekali, warga langsung berlarian menyelamatkan diri,” tutur Dadi Supardi, Petugas P2BK Kecamatan Jampangtengah, Rabu pagi (8/10/2025).
Menurut data awal P2BK, sedikitnya 65 rumah warga rusak akibat terjangan angin kencang 64 rumah di Desa Sindangresmi dan satu rumah di Desa Jampangtengah.
Dari jumlah itu, tiga rumah mengalami rusak berat, enam rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. Sebanyak 3 kepala keluarga atau 12 jiwa terpaksa mengungsi sementara di rumah kerabat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Begitu menerima laporan, tim gabungan yang terdiri atas P2BK Jampangtengah, Forkopimcam, personel TNI–Polri, serta Dinas PU Provinsi langsung bergerak cepat ke lokasi.
Mereka mengevakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan kabupaten dan provinsi di enam titik serta membantu warga memperbaiki rumah.
“Begitu kondisi memungkinkan, kami langsung turun ke lapangan. Evakuasi kami lakukan bersama unsur Forkopimcam, PU Provinsi, dan warga setempat. Prioritas kami membuka akses jalan dan memastikan tidak ada warga yang terjebak,” ujar Dadi.
Hingga malam hari, sebagian besar akses jalan yang sempat tertutup telah berhasil dibuka. Warga juga mulai memperbaiki rumah masing-masing dengan gotong royong.
Meski demikian, P2BK tetap mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
“Cuaca akhir-akhir ini sulit diprediksi. Kami minta warga tetap waspada, apalagi di wilayah perbukitan seperti Jampangtengah yang rawan longsor dan angin puting beliung,” tambah Dadi.
P2BK bersama pemerintah desa kini tengah melakukan pendataan lanjutan untuk memperbarui jumlah kerusakan dan kebutuhan bantuan darurat, termasuk material bangunan serta kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Peristiwa yang berlangsung singkat namun memporak-porandakan dua desa itu menjadi pengingat kuat bahwa kesiapsiagaan dan kerja cepat tim gabungan merupakan benteng pertama dalam menghadapi bencana alam di Sukabumi. (Dicky)