Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Kabupaten Kuningan kembali membuktikan komitmennya sebagai daerah yang tanggap dan peduli lingkungan. Melalui Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kodim 0615/Kuningan, Polres Kuningan, serta seluruh elemen masyarakat menunjukkan kesiapan total dalam menghadapi potensi bencana di musim kemarau ini.
Peralatan pemadam api, kendaraan operasional, hingga personel terlatih telah disiapkan secara matang. Namun, yang paling membanggakan bukan hanya kelengkapan alat, melainkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama strategi penanganan Karhutla di Kuningan.
Edukasi Jadi Prioritas, Penegakan Hukum Tetap Tegas
Menurut Kapolres Kuningan, pendekatan yang diutamakan adalah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi intensif kepada masyarakat. “Kami tidak ingin menunggu kebakaran terjadi baru bertindak. Langkah preventif melalui penyadaran masyarakat adalah kunci,” ujarnya.
Namun, Kapolres juga menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti sengaja membakar hutan atau lahan. “Kami bersama seluruh stakeholder siap melaksanakan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana. Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran liar yang mengancam kelestarian alam kita,” tegasnya dengan nada serius namun meyakinkan.
Kolaborasi Solid yang Layak Dibanggakan
Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol nyata dari sinergi tiga pilar kekuatan daerah: pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Koordinasi yang erat antara Pemkab Kuningan, Kodim, dan Polres memastikan bahwa respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan efektif.
Lebih dari itu, keterlibatan aktif elemen masyarakat—mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga kelompok tani—menunjukkan bahwa menjaga hutan bukan lagi beban satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif. Kesadaran inilah yang membuat Kuningan layak diapresiasi sebagai daerah yang memahami arti keberlanjutan lingkungan.
Hutan Kuningan: Aset untuk Generasi Mendatang
Melalui apel ini, Pemkab Kuningan berharap komitmen bersama yang telah terbangun dapat terus dipelihara. Hutan dan lahan di Kuningan bukan sekadar sumber daya ekonomi, melainkan warisan ekologis yang harus dijaga demi masa depan anak cucu.
Dengan kesiapsiagaan yang tinggi, koordinasi yang solid, dan kesadaran masyarakat yang tumbuh, Kuningan optimis mampu melewati musim kemarau 2026 tanpa korban jiwa maupun kerusakan lingkungan yang berarti. Ini adalah bukti bahwa ketika semua pihak bersatu, tantangan sebesar apa pun dapat dihadapi dengan kepala tegak dan hati yang penuh kebanggaan.
(Asep Rusliman)