JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jakarta — Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Dinas PU Kabupaten Mempawah kembali berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Arief Rinaldi (AR), putra Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, untuk memberikan keterangan terkait dugaan aliran dana yang mengalir dari proyek tersebut.
Pemeriksaan terhadap Arief dilakukan di Polda Kalbar bersama tiga saksi lain yang dinilai mengetahui alur administrasi dan keuangan dalam proyek. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi gambaran lebih komprehensif terkait dugaan penyimpangan anggaran.
Di tengah proses pemeriksaan, juru bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan fokus utama penyidik adalah penelusuran transaksi mencurigakan yang mengarah pada saksi tertentu.
Ia mengatakan, “Pemeriksaan terhadap saksi AR, penyidik menelisik terkait aliran dana,” sebagaimana dikutip dari detikNews, Kamis (4/12/2025).
KPK Dalami Dugaan Alur Perintah dari Kepala Daerah
Selain aliran dana, penyidik juga mendalami dugaan adanya instruksi dari pimpinan daerah pada masa proyek dilaksanakan. Saat itu, Ria Norsan masih menjabat sebagai Bupati Mempawah, sehingga perannya dalam perencanaan dan penganggaran proyek ikut ditelusuri.
Pada keterangan sebelumnya yang juga dikutip dari detikNews (27/11), Budi mengungkapkan bahwa penyidik membutuhkan keterangan tambahan mengenai tahapan awal proyek.
Menurutnya, “Pada tempus perkara, saudara RN ini adalah Bupati Mempawah… penyidik membutuhkan keterangan terkait proses perencanaan penganggaran pelaksanaan proyek pembangunan jalan tersebut.”
Proyek pembangunan dua ruas jalan tersebut diketahui memerlukan tambahan dana dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Hal ini membuat KPK kini fokus meneliti proses pengajuan anggaran, RAB, hingga desain proyek yang disinyalir menjadi celah terjadinya penyimpangan.
Dugaan Fee Proyek Jadi Sorotan
Penyidik KPK juga menelusuri kemungkinan adanya praktik fee proyek yang mengalir ke sejumlah pihak. Budi kembali menegaskan bahwa arah penyidikan tidak hanya pada perintah, tetapi juga pada arus dana yang mengiringinya.
Dalam keterangannya, ia menyebut, “Ketika proyek itu dilaksanakan ada fee-fee proyek, itu mengalirnya ke siapa saja—nah itu yang ditelusuri penyidik.”
KPK Lanjutkan Pemeriksaan Secara Menyeluruh
Dengan rangkaian pemeriksaan yang melibatkan banyak saksi, KPK memastikan penyidikan kasus ini dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Pemanggilan Arief Rinaldi menjadi salah satu langkah penting untuk memperjelas konstruksi aliran dana dan alur perintah dalam proyek jalan Mempawah.(Wely-jateng)