JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara – Menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Rutan Kelas IIB Jepara mengambil langkah proaktif dengan membangun sistem kewaspadaan terpadu bersama sejumlah instansi terkait. Upaya ini ditujukan untuk memastikan seluruh potensi ancaman keamanan maupun risiko bencana dapat diantisipasi secara menyeluruh dan terstruktur.

Melalui pertemuan koordinasi yang digelar di Rutan Jepara, seluruh pihak—mulai dari Damkar Jepara, BPBD Jepara, Kodim 0719 Jepara, hingga Polres Jepara—melakukan pemetaan situasi terkini serta penyelarasan prosedur darurat. Kegiatan ini mencakup simulasi alur penanganan krisis, pembahasan titik rawan, hingga penguatan mekanisme komunikasi antarlembaga.
Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menjelaskan bahwa periode Nataru menjadi salah satu fase dengan tingkat dinamika yang tinggi sehingga kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan secara parsial.
“Koordinasi ini bertujuan menyatukan persepsi dan langkah antara seluruh pihak. Dengan adanya sinergi ini, setiap potensi masalah—baik gangguan keamanan maupun bencana alam—bisa kami deteksi lebih awal. Ini penting agar respons yang diberikan selalu cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.
Renza menambahkan bahwa Rutan Jepara tidak hanya fokus pada pengamanan internal, tetapi juga perlindungan terhadap warga binaan yang rentan terhadap dampak bencana. Ia menegaskan bahwa lingkungan pemasyarakatan harus tetap aman dan manusiawi meski berada dalam kondisi padat kegiatan di akhir tahun.
Sementara itu, Damkar Jepara menegaskan dukungan penuh terkait pengecekan instalasi listrik, hydrant, dan sarana proteksi kebakaran lainnya. BPBD Jepara memberikan update potensi cuaca ekstrem dan prosedur evakuasi. Kodim 0719 dan Polres Jepara memastikan kesiapan personel dan dukungan taktis apabila(wely-jateng)
Sumber:Humas Rutan Jepara