SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Enam alumni SMKN 4 Kota Sukabumi memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke China melalui program beasiswa hasil kerja sama sekolah dengan XCMG Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang alat berat.
Program ini membuka peluang bagi para peserta untuk meniti karier di perusahaan tersebut setelah menyelesaikan pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 4 Kota Sukabumi, Cecep Suwandar, mengatakan kerja sama dengan XCMG Indonesia memasuki tahun kedua.
Jika sebelumnya kemitraan berfokus pada peluang perekrutan lulusan, kini program tersebut berkembang dengan memberikan akses pendidikan tinggi di China sekaligus pengalaman kerja di industri alat berat.
“Untuk tahap kedua, ada tawaran beasiswa kuliah. Setelah kuliah, mereka bekerja di perusahaan XCMG Indonesia,” ujar Cecep saat diwawancarai wartawan, Rabu (21/10).

Pendidikan berlangsung selama tiga tahun dengan pola pembelajaran yang memadukan teori dan praktik.
Peserta menjalani satu setengah tahun pembelajaran di kelas, dilanjutkan satu semester magang di perusahaan XCMG di China, kemudian satu tahun magang di XCMG Indonesia.
Selama menjalani program magang, peserta juga berkesempatan memperoleh pendapatan atau gaji.
Skema tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman kerja, tetapi juga membantu meringankan beban pembiayaan keluarga selama peserta mengikuti program pendidikan.
Dalam skema beasiswa ini, biaya kuliah dan asrama ditanggung oleh program. Adapun biaya paspor, visa, perjalanan keberangkatan dan kepulangan, serta kebutuhan harian, termasuk makan, masih menjadi tanggung jawab orang tua atau peserta.
Cecep mengungkapkan, pada awalnya sekolah mendapat tawaran untuk mengirimkan 30 siswa.
Namun, setelah mempertimbangkan kesiapan orang tua, jumlah peserta yang diberangkatkan pada tahap pertama ditetapkan sebanyak enam alumni.
Setelah para peserta mulai menjalani pendidikan di China, Cecep mendapat undangan dari kampus mitra untuk melakukan kunjungan selama lima hari.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kemitraan sekaligus membahas keberlanjutan program pendidikan bagi lulusan SMK.
Pembahasan juga mencakup penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak kampus di China.
Pihak kampus berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak.
Sebagai tindak lanjut, perwakilan kampus dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada 28 Oktober untuk membahas proyeksi penerimaan mahasiswa angkatan 2027.
Menurut Cecep, kesempatan belajar di China menjadi modal berharga bagi lulusan SMK untuk meningkatkan kompetensi, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Selain keterampilan teknis, peserta juga berpeluang mempelajari bahasa Mandarin, termasuk kemampuan membaca dan menulis.
Penguasaan bahasa Mandarin dan pengalaman internasional diharapkan menjadi nilai tambah ketika para lulusan kembali memasuki dunia kerja di Indonesia.
Kombinasi kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing, dan pengalaman industri dapat memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja vokasi.
Program ini juga terbuka bagi alumni SMK yang telah berusia minimal 18 tahun. Cecep berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan lebih banyak lulusan pada periode berikutnya, dengan dukungan orang tua agar mereka mampu mengikuti pendidikan dan pengembangan keterampilan di luar negeri.
Ia juga berpesan kepada enam alumni yang sedang menempuh pendidikan di China agar menjaga sikap, membawa nama baik Indonesia, dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.
“Intinya, anak-anak kami yang kuliah di sana harus berperilaku baik, mencerminkan bahwa bangsa kita bisa lebih baik di sana, menyerap ilmunya, mengembangkan di Indonesia, dan tetap menjaga sikap,” tandasnya.
Melalui kemitraan ini, SMKN 4 Kota Sukabumi berharap pendidikan vokasi tidak berhenti pada penguasaan keterampilan di bangku sekolah.
Akses pendidikan internasional, pengalaman magang, dan peluang berkarier di industri diharapkan menjadi jalan bagi lulusan untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. (Usep)